Langganan Banjir Di Beberapa Wilayah Tangerang

Sebagai daerah yang dilewati banyak aliran sungai, Tangerang tak lepas dari persoalan banjir setiap tahunnya. Makanya sebagian warga Tangerang tidak mengharapkan adanya hujan. Ketika hujan, mereka bakal direpotkan dengan berbagai permasalahan. Salah satunya banjir.

Banjir adalah bencana yang menghantui sebagian warga Tangerang di musim hujan. Banjir membuat aktifitas warga sedikit terhambat. Sebagian rumah terendam air, jalan raya menjadi macet sampai kendaraan yang mogok karena melintasi genangan air. Bahkan, jika banjir sudah parah, banyak warga yang mengungsi, untuk tinggal sementara.

Di beberapa wilayah Tangerang, ada beberapa titik yang menjadi langganan banjir. Berikut adalah beberapa wilayah di Tangerang yang sering banjir. Mari kita tengok.

Perumahan Total Persada, Priuk, Kota Tangerang

Total Persada merupakan kawasan langganan banjir sejak tahun 1997. Sejak saat itu, banjir di Total Persada terjadi dalam kurun waktu lima tahun sekali. Dan mulai tahun 2013, banjir di sana menjadi langgangan tahunan warga sampai sekarang.

Banjir di Perumahan Total Persada biasanya terjadi karena luapan anak sungai di depan Perumahan Total Persada. Juga akibat kondisi dataran yang rendah, buruknya saluran drainase, serta maraknya peninggian jalan dan bangunan di sekitar perumahan tersebut.

Perumahan Pondok Arum, Karawaci, Kota Tangerang

Banjir di perumahan ini bisa mencapai ketinggian 2 meter. Seperti perumahan Total Persada, Pondok arum juga termasuk wilayah yang menjadi langganan banjir setiap tahun. Biasanya banjir disebabkan oleh meluapnya tanggul di perumahan itu jebol. Sekitar 800 kepala keluarga di sana direpotkan setiap tahunnya akibat banjir. Tapi tidak semua komplek di Pondok Arum terkena banjir. Hanya ada 5 komplek yang menjadi langganan banjir.

Taman Cibodas, Cibodas, Kota Tangerang

Banjir di daerah ini bukan hanya di dalam perumahannya. Jalan utama di depan swalayan TIP TOP juga terendam. Akibat yang ditimbulkan lagi-lagi kemacetan. Banjir di Taman Cibodas ini biasanya akibat luapan Kali Sabi yang melintas di bawah Fly Over Taman Cibodas.

Perumahan Ciledug Indah 1 & 2, Ciledug, Kota Tangerang

Banjir di wilayah ini biasanya diakibatkan oleh meluapnya Kali Angke. Banjir di wilayah ini cukup luas. Ada dua komplek perumahan dan jalan utama yang tergenang. Banjir selalu menyebabkan macet. Kadang akses jalur Ciledug dari Tangerang ke Jakarta terputus. Kemacetan biasanya terjadi di Jalan KH Hasyim Ashari dengan ketinggian air antara 50-150 cm.

Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang

Kecamatan ini memiliki titik banjir terbanyak. Ada sekitar 6 titik banjir pada awal Februari 2017. Diantaranya adalah Perumahan Kunciran Mas Permai RW 1 dan 2, Perumahan Pinang Griya, Jl KH Hasim Ashari, tepatnya di depan Banjar Wijaya, Jl Raya Gempol ke arah Polsek Pinang, Jalan Eretan, Kelurahan Cipondoh, samping rawa dan di kantor Kelurahan Kunciran.

Sebenarnya banjir sudah menjadi masalah yang biasa ketika pemukiman semakin banyak dan tanah resapan air semakin sedikit. Di samping itu banyak warga yang berani membangun rumah dekat dengan sungai. Masalah lain, yang jadi penyebab adalah buruknya drainase dan genangan sampah.

Jika terus dibiarkan, Tangerang menjadi kota langganan banjir yang akan menyaingi Jakarta. Maka dari itu, kerjasama antara pemerintah dan masyarakat sangat penting. Salah satu caranya adalah tidak membuang mantan sampah ke sungai atau selokan.

Komentar

Bergembira sebelum negara api menyerang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *