Komunitas Sayap Kata: Wadah Kreatifitas dan Belajar Bersama

Dari sekian banyaknya pegiat literasi yang hadir di Indonesia yang digalakkan kelompok atau perseorangan seolah tidak ada hentinya. Semangat literasi seolah tak pernah pudar. Sama halnya di Tangerang, salah satu pegiat literasi telah membuktikan bahwa semangat literasi akan selalu ada. Dengan gerakan literasi juga dapat membantu masuk ke dalam setiap pintu isu sosial maupun isu politik.

Bernamakan Komunitas Sayap Kata dengan latar yang dibangun yaitu creativity, ecology dan humanity membantu menjawab tantangan di tengah masayarakat Tangerang. Selain tiga latar tersebut, pondasi utama yang dikuatkan adalah literasi.

Menurut Anzaw, salah satu anggota komunitas, lahirnya gerakan literasi ini berawal dari inisiasi beberapa kawan terdekat yang berasal dari berbagai macam latar dan ketertarikan terhadap buku. Dan dari situ lahirlah Komunitas Literasi bernama Sayap Kata.

Secara pengambilan nama, Anzaw mengatakan ada nama “Sayap” dan “Kata” itu bukan dua penggal kata yang hadir secara kebetulan. Melainkan hasil dari kesepakatan para anggota yang mengusulkan supaya nama komunitas tersebut memiliki unsur “Kata”.

Hal menarik dari namanya adalah penyebutan nama komunitas yang mempunyai makna lain, yaitu berupa akronim. Dapat dilihat pada logo komunitasnya, kata Saya diikuti dengan gambar pena bulu berbentuk huruf P yang punya arti Pejuang dan sebelahnya lagi, Kata. Jadi, tersirat makna bahwa Sayap Kata dapat disebut juga Saya Pejuang Kata.

Komunitas yang berdiri sejak Oktober 2017 ini bergerak sebagai literasi jalanan, yaitu sebagai alternatif bahan bacaan masyarakat. Komunitas ini menyasar pada tempat keramaian yang sering didatangi masyarakat umum dengan konsep lapak baca buku gratis yang digelar setiap minggunya di Alun-Alun Ahmad Yani, Kota Tangerang.

Selain gelaran buku juga ada kampanye positif yang diadakan oleh Komunitas Sayap Kata. Tema ekologi, berasal dari slogannya, komunitas ini mengajak masyarakat agar menjaga lingkungan. Dengan kesadaran menjaga lingkungan, nantinya mereka berharap lingkungan kota menjadi lebih sehat dan bersih.

Dari hal-hal kecil Sayap Kata menunjukan bagaimana cara untuk peduli terhadap lingkungan, semisal lewat cara operasi semut (kegiatan bersih-bersih seusai gelaran buku). Pada sisi lain, Sayap Kata sering melirik berapa isu humanity. Misal, dalam kasus kekerasan di dunia pendidikan, mereka mengadakan diskusi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Komunitas Sayap Kata bisa dibilang sebuah gerakan yang lahir mandiri dan dipandang secara egaliter. Pengakuan tersebut diungkapkan Anzaw bahwa gerakan ini sangatlah lentur, dan bisa mewadahi setiap ketertarikan para anggota ataupun masayarakat yang ingin terlibat di dalamnya.

Jika ada anggota yang suka sastra, komunitas akan menyediakan tempat, buku bacaan dan ruang berekspresi. Jika ada yang suka dengan desain, akan dibantu untuk mendapat projectnya. Hobi-hobi lainnya juga bisa disalurkan melalui komunitas karena Sayap Kata adalah ruang kreativitas.

Dalam ranah pendidikan pun Sayap Kata mendapat respon posiitif dari para pelajar, sisi lain yang coba dibentuk lewat penyampaian ide dengan berbagai cara seperti mengadakan diskusi, bedah buku dan mengedukasi pelajar sesuai dengan Program Literasi Sekolah. Lewat cara-cara sederhana seperti itu akhirnya komunitas ini mendapat sambutan antusias, setidaknya dari yang mau diajak bekerjasama.

Di masa pandemi seperti ini, dalam menjawab tantangan keaktifan gerakan literasi sekelas komunitas, Anzaw mengatakan bahwa literasi bisa hidup dalam platform manapun, sekalipun terkendala jarak. Alternatif solusi bisa tercipta lewat berbagai platform seperti mengadakan bincang bareng via daring ataupun yang lainnya. Ia pun berharap ke depan agar setidaknya pegiat literasi terus semangat dan tetap bergandeng tangan.

Lalu juga terkait iklim pegiat literasi di sekitaran Tangerang, Anzaw pun berharap supaya para pegiat bisa rutin mengadakan pembahasan suatu hal bersama-sama. Karena yang selama ini dirasakan setiap semangat para pegiat literasi berbeda-beda, juga kendala egosentris setiap pegiat literasi. Dengan cara mengadakan agenda bersama setidaknya mampu meruntuhkan dinding dan sekat.

Komunitas Sayap Kata adalah komunitas dengan gerakan yang sangat fleksibel, dapat masuk ke dalam berbagai sisi atau terhadap ketertarikan apapun, menaruh ceruk sebagai segmen pasar anak-anak muda Kota Tangerang. Pada intinya, gerakan ini lahir bukan sebatas gerakan literasi biasa, tetapi wadah untuk setiap orang yang suka belajar, punya ketertarikan terhadap literasi dan mau berkembang bersama.

Komentar
Dhani Arief Wicaksono

Benci feodal namun juga bukan patriotik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *