Kehadiran Optimus Prime Ditempat Yang Pas

“My name is Optimus Prime. We are autonomous robotic organisms from the planet Cybertron.” Begitulah ungkap pemimpin autobots tersebut dengan ciri khas truk yang mempuyai hidung panjang, berwarna biru dengan sisi depan ditutupi api warna merah.

Dikisahkan di dalam film Transformers, para autobots yang mencoba melindungi bumi agar peradaban umat manusia tidak musnah oleh serangan Decepticons. Dari mulai kekacauan spektakuler yang berisi pergulatan antar robot yang saling hantam satu sama lain, pesawat yang berseliweran, gedung-gedung hancur, sampai ledakan masif, entah apapun penyebabnya. Itu semua tersaji di dalam film serial itu yang membuat saya berdecak kagum.

Selain Optimus Prime, rekan setim seperti Bumblebee, Ratchet, Bulkhead, Archee dan yang lain turut membantu berperang melawan Decepticons. Mereka hadir di bumi dengan gaya khas mobilnya masing-masing yang keren. Saya sendiri mengaku fans berat Bumblebee dengan tampilan yang elegan ketika berubah menjadi mobil sport.

Optimus Prime, bagi saya, ia adalah sosok pemimpin yang hebat, berjiwa besar dan berani meski hanya bersenjata ion blaster dan kapak energon. Ditambah lagi gaya kepemimpinan yang kharismatik tertanam dalam matrix tubuhnya. Jiwa besarnya sangat pas tergambar sesuai ukuran truk sang panglima perang tersebut. Singkatnya seperti itu. Kalo dibahas semua bakalan panjang, mending nonton sendiri ya filmnya.

Nah, beranjak dari film tersebut, salah satu daerah di Tangerang kebetulan baru-baru ini membuat replika robot raksasa, persis seperti Optimus Prime. Replika robot tersebut dibangun di dalam The Golden Stone, Jalan Diklat Pemda, Curug, Kabupaten Tangerang.

Dengan tinggi kurang lebih mencapai 18 meter, replika Optimus Prime ini menjadi karakter Transformer pertama di Indonesia. Di Taiwan juga ada replika seperti ini. Namun di sana hanya enam meter, kalah tinggi dengan yang ada di Tangerang.

Bahan yang dibuat berasal dari bahan barang bekas yang tidak terpakai, seperti besi-besi, bagian bus metromini, pesawat helikopter, ban roda mobil dan crane dari pelabuhan Tanjungpriok. Bahan-bahan rongsokan tersebut disulap menjadi suatu karya yang menakjubkan oleh hasil tangan-tangan kreatif .

Menariknya replika robot Optimus Prime sekarang menjadi tempat bermain anak-anak dan ikon perumahan disitu. Ada yang sengaja datang dari luar kota untuk mencoba menghilangkan rasa penasaran, karena robot ini terlihat dari segi bentuk yang luar biasa besar. Tapi kalau mau foto-foto atau selfie di dekatnya tentu perlu diawasi oleh petugas yang berjaga ditempat itu, dikhawatirkan optimus prime bangkit kembali dan berinstruksi “autobot roll out” seperti jargonan dalam filmnya yang bertujuan untuk menyerang musuh. Haha.

Bukan itu yang dimaksud, karena bangunannya baru rampung dan berbahan berat, dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Nanti siapa yang bertanggungjawab coba.

Di sana kerap dijumpai beberapa pesawat kecil sengaja berputar-putar diatas patung metal. Bayangkan seandainya pesawat itu musuh-musuh dari autobots. Ngeri juga kan, kalau tiba-tiba ada pertempuran hebat. Jangan khawatir, pesawat-pesawat itu sebenarnya milik mahasiswa STPI yang seringkali uji coba menerbangkan pesawat.

Di sana truk-truk besar juga sering melintas, bisa jadi mereka itu adalah rekan seperjuangan atau bahkan mungkin rival dari Optimus Prime yang sedang menunggu kebangkitan sang pemimpin perjuangan dari partai autobots.

Di Indonesia, khususnya di Tangerang ini merupakan sebuah terobosan baru untuk memikat para pelancong yang bingung mencari destinasi wisata monumen menarik. Terutama bagi para penggemar karakter fiksi ilmiah ini yang sudah banyak ditonton dalam serial filmnya. Pembuatan replika ini sangat cocok. Terutama untuk menggambarkan banyaknya truk-truk besar seperti Optimus Prime yang melintas di wilayah Tangerang sebagai penguasa jalanan yang sering memakan korban.

Komentar

Benci feodal namun juga bukan patriotik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *