Kegemaran Membaca Pada Maudy Ayunda

Dunia pendidikan sangatlah berkaitan dengan buku. Karena memang sejatinya buku sudah sejak lama menjadi sarana utama dalam ilmu pengetahuan. Buku tak hanya jadi kegemaran masyarakat umum, sekelas artis publik figur kenamaan juga ternyata ada yang telah lama hidup dengan buku. Dialah Maudy Ayunda, artis berparas cantik dan multitalenta ini tentunya punya segudang prestasi dalam berkarir.

Tak hanya berpenampilan menarik, ia juga disebut sebagai artis yang pintar. Pelantun lagu “PerahuKertas” ini mampu mengarungi dunia pendidikan hingga berhasil menuntaskan pendidikan gelar sarjananya di Oxford University. Tak hanya itu saja, belakangan ini Maudy Ayunda juga tengah melanjutkan ke jenjang magister. Melabuhkan pilihan hatinya untuk berkuliah di Stanford University. Dari sini kita bisa tahu bahwa Maudy sangat serius terhadap dunia pendidikan.

Lantaran sangat serius pada dunia pendidikan, Maudy mengatakan bahwa semuanya ini berangkat dari kegemarannya membaca buku, sejak kecil ia diperkenalkan pada buku oleh orangtuanya. Dan berikut Inilah rekam perjalanan menariknya dengan buku.

                                                      

Mulai gemar membaca sejak umur 3 tahun

Selain gemar bermain seperti anak-anak kecil seusianya pada saat itu, ia juga gemar membaca buku. Kegemaran ini berawal sejak ia berusia 3 tahun. Dikarenakan, sejak kecil ia tak memiliki televisi di rumah. Maka dari itu, membaca adalah salah satu hiburannya.

Selain itu, memang budaya membaca sudah tertanam di keluarganya. Pernah pada suatu hari ayahnya pulang bertugas dari Singapore dan membawa satu koper berisikan buku-buku, semua itu hanya demi agar anak-anaknya dapat membaca beberapa buku yang belum dijual di Indonesia.

 

Baca juga :  Jason Ranti : Nyanyian Angsa, Dialog Kritis, Dan Kelucuan

 

Buku favorit Maudy Ayunda

Sebagai pembaca yang setia, pastinya Maudy memiliki daftar buku yang sangat disukai. Di urutan pertama, Melihat Api Bekerja karya Aan Mansyur. Buku kumpulan puisi ini berhasil menjadi bacaan favorit di kala bersantai. Kedua, Milk and Honey karya Rupi Kaur. Buku yang terlahir dengan bahasa inggris ini terselip kisah tentang wanita, cinta, dan kehilangan. Ketiga, 1Q84 karya Haruki Murakami. Buku fiksi penulis asal Jepang tak dipungkiri memang selalu jadi best seller. Wajar saja apabila Maudy sampai jatuh hati.

Buku yang keempat, Rumi : The Book of Love karya Coleman Barks. Buku penyair asal Amerika ini berkisah tentang Rumi dan segala misteri tentang cinta. Terakhir, Why We Sleep karya Matthew Walker. Buku ini menjelaskan mengenai dampak positif dan negatif dari tidur.

Buku-buku diatas mungkin  bisa jadi referensi kamu dalam membaca. Dan jika ditelisik lebih dalam lagi. Sepertinya seorang Maudy Ayunda lebih tertarik dengan buku berbau fiksi seperti novel, puisi, dan prosa.

 

Mengajak anak membaca sejak dini lewat Kina’s Story

Tak hanya membaca, sejak kecil Maudy juga gemar menulis. Ketertarikannya dalam hal penulisan berhasil membawa Maudy menerbitkan sebuah buku bergambar “Kina and Her Fluffy Bunny”. Tak disangka, buku ini ditulis sejak ia berusia 10 tahun. Walaupun beberapa ceritanya sudah ada yang berubah, akan tetapi nama tokoh di dalam buku ini tetap dipertahankan olehnya.

“Menurutku Kina adalah nama yang paling mudah untuk dilafalkan, simpel, dan Indonesia sekali. Makanya Kina ini, nama karakter original yang aku tulis dari kecil dan tidak mau aku ubah,” ujar Maudy.

Dalam proses pembuatan buku ini ia menggandeng Kathrin Honesta, illustrator muda yang karyanya sudah sampai ke taraf internasional. Kina and Her Fluffy Bunny adalah buku pertama dalam serial Kina’s Story yang akan dirilis dalam 4 judul pada tahun 2019 kini.

Bersama Kina’s Story, Maudy berharap bisa memberikan edukasi kepada anak-anak dalam hal membaca dan mengangkat pesan moral yang baik kepada anak-anak.

Itulah sederet pengalaman tentang membaca pada Maudy Ayunda. Ayo kita membiasakan membaca sejak dini. Agar bisa berlayar seperti Maudy Ayunda yang berhasil menggapai mimpi di dunia buku dan pendidikan.

Komentar
Arianto Darma Putra

Gua kece dari lahir, ya beginilah sudah takdir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *