Kampung Batik Kembang Mayang sebagai Khas Batik Identitas Kini di Tangerang

Batik, sebuah kebudayaan yang diwariskan secara turun-temurun dari leluhur, menghasilkan karya yang begitu indah dan enak dipandang oleh setiap kalangan. Batik merupakan bukti khas asli kebudayaan nusantara yang kini keberadaannya telah diakui sebagai budaya warisan dunia.

“Panasnya lilin malam tidak akan membuat tangan melepuh”. Atau, “Rasakan panasnya lilin malam dengan cinta”. Slogan yang biasa dikatakan oleh para pembatik.

Indonesia memiliki banyak sekali beragam model dan motif batik. Tiap daerah di Indonesia memiliki ciri dan keunikan tersendiri. Misalnya, batik di kota Semarang menonjolkan warna terang dengan beragam motif kontemporer, Pekalongan dengan beragam warna dan motif adat, Banten dengan ciri warna abu-abu, atau Cirebon yang terkenal dengan batik mega mendung.

Nah, dari beberapa daerah tersebut, pastinya  memililki kampung batik. Pada dasarnya bertujuan sama, kampung batik sebagai pusat proses pembuatan sekaligus penjualan batik.

Kini di Tangerang, belum lama ini berdiri kampung batik, dengan nama Kampung Batik Kembang Mayang. Nama itu dipilih karena berlokasi di Kompleks Kembang Larangan, dan berada di Jalan Mayang. Persisnya, berada di Jalan Mayang RT 02 RW XI Larangan Selatan, Kota Tangerang.

Kampung batik ini resmi didirikan tahun lalu oleh beberapa penggagas yang berasal dari warga setempat. Salah satu penggagas nya yang bernama Farah menerangkan, “Awalnya keinginan saya tanpa sengaja dan berkat saran dari Rt, membuka pelatihan membatik bersama ibu-ibu komplek di lingkungan ini, kami disini berupaya ingin membuka potensi keterampilan di bidang membatik.”

Farah dan kawan-kawan menimba ilmu membatik di Rumah Batik Palbatu. Berkat dukungan warga dan instansi dinas setempat, mereka seringkali membuka pelatihan membatik dan akhirnya menjadi kegiatan rutin yang dilakukan hingga sekarang.

Hebatnya, warga lama kelamaan telah berhasil menemukan corak khusus dengan motif kembang mayang yang sesuai dengan nama kampung tersebut.

Farah juga mengatakan, “Motif batik bukan cuma sekadar seperti yang etniknya tradisional saja. Begitu juga dengan pewarnaan yang lebih kontras dan pilihan warna mencolok. Istilahnya, batiknya kini disesuaikan juga dengan jaman, dibuat dengan motif kekinian,” Ungkap Farah.

Di lingkungan itu sudah banyak lukisan motif batik yang menghiasi beberapa tempat, seperti bagian kantor kecamatan, kantor kelurahan, dan sudah pasti tembok-tembok rumah warga serta beberapa tempat publik lainnya.

Anda bisa berkunjung lalu berswafoto dengan berpose candid, atau kayang juga boleh. Asal tak lupa menilik proses pembuatan batik ya. Karena boleh dibilang tempat ini merupakan sarana edukasi yang baik, menarik dan bermanfaat.

Selain itu, di kampung ini terdapat juga sanggar batik yang dipergunakan bagi siapapun yang ingin mencoba belajar membatik, dengan melihat bagaimana proses produksi batik mulai dari proses canting, pewarnaan, pelapisan warna hingga ngelorot atau merebus kain batik.

Kampung Batik Kembang Mayang merupakan transformasi baru tempat wisata yang layak dikunjungi setelah sebelumnya ada Kampung Bekelir dengan kampung yang penuh warna. Sebuah terobosan tempat wisata seru yang menarik dikunjungi oleh pengunjung lokal maupun wisatawan mancanegara. Kampung Batik semakin menambah pilihan destinasi alternatif wisata baru di Kota Tangerang.

Dengan membawa nama batik kembang Mayang sebagai identitas batik Tangerang, harapan saya kedepannya pemerintah mau mematenkan dan turut gencar bantu mempromosikan ke masyarakat luas dalam berbagai event maupun pameran.

 

Komentar

Benci feodal namun juga bukan patriotik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *