Jatuh Cinta Adalah Upaya Bunuh Diri: Sisi Gelap dari Manisnya Jatuh Cinta

Jatuh Cinta Adalah Upaya Bunuh Diri, sebuah buku yang berisi kumpulan cerita pendek karya Bernard Batubara. Ragam cerita di sini mengisahkan bahwa cinta tidak melulu punya sisi yang manis, tapi cinta juga punya sisi getir. Kita harus mengakui bahwa manusia terkadang terlalu mahir untuk menyakiti satu sama lain.

Jika kebanyakan buku yang pernah kita temui kalau jatuh cinta itu manis, waktu paling indah saat menghabiskan waktu dengan orang tercinta, Maka kalian tidak akan menemukan kisah-kisah indah saat jatuh cinta dalam buku ini.

Seperti dalam cerita “Hamidah Tidak Boleh Keluar Rumah”. Dikisahkan seorang perempuan yang buruk parasnya hanya hidup bersama ayahnya karena ibunya wafat ketika melahirkannya. Layaknya manusia pada umumnya, dia menginginkan hidup dengan paras rupawan tapi kenyataan berkata lain. Namun suatu ketika seekor kunang-kunang mengajaknya bicara, dia mengaku sebagai jelmaan ibunya dan mengabulkan permintaannya untuk bisa hidup sebagai perempuan cantik. Hidup Hamidah berubah sejak malam itu, esoknya ia menjadi perempuan paling cantik di kampungya dan disunting seorang pemuda tidak lama kemudian.

Dia bahagia bisa menikah dan menjalani kehidupan normal sebagai seorang istri. Tapi kemudian hal aneh terjadi di pernikahannya. Suaminya melarangnya untuk keluar rumah dengan alasan takut orang lain bisa menikmati kecantikan Hamidah. Suaminya hanya ingin itu dimiliki olehnya seorang. Manusia memang egois, kita memang egois. Hamidah yang pada awalnya mencoba menerima karena ingin menjadi istri yang baik, lama-lama bosan dan jengah. Hingga akhirnya ia melakukan hal gila.

Lalu di cerita lainnya, yakni “Menjelang Kematian Mustafa”. Menceritakan tentang seorang pembunuh bayaran yang akan melakukan tugasnya. Apalagi kalau bukan mengakhiri nyawa orang lain. Tapi kali ini ia mengalami kejadian berbeda. Ketika hendak melakukan eksekusi, calon korbannya memberikan beberapa pertanyaan lalu kemudian mereka akhirnya berbincang cukup lama. Hingga Mustafa, manusia yang nyawanya tinggal beberapa menit lagi mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai jelmaan malaikat maut di hadapannya yang masih ada hubungan dengan masa lalunya.

Pada cerita “Seribu Matahari untuk Aryani” juga mencertikan tentang sisi gelap manusia yang lain. Seorang anak laki-laki dengan segala kekurangannya yang berteman dengan gadis baik bernama Aryani. Kebaikannya bagaikan matahari kedua d hidup anak lelaki tadi. Hanya Aryani yang mau berteman dengannya ketika seluruh siswa di sekolah enggan berteman dengannya bhakan untuk sekedar menganggapnya sebagai sesama manusia. Ternyata orang baik seperti Aryani sekalipun tidak luput dari tindakan jahat manusia lain. Dasar manusia, sekali lagi saya bilang mahir menyakiti sesamanya.

Di kisah yang agak berbeda dapat ditemukan di cerita “Nyanyian Kuntilanak”. Bukan, ini bukan sebuah thread horror di twitter pada malam jumat. Cerita ini mengisahkan tentang kuntilanak yang jatuh cinta pada seorang pangeran. Aneh ya? Tapi tidak ada aturan kongkrit yang mengikat jika makhluk halus tidak boleh mencintai manusia dari jagat kasar bukan?

Tapi malang sekali nasib si kuntilanak. Ini lebih malang dari cerita cintamu yang buruk. Sang pangeran tidak sadar bahwa seseorang(?) dari dunia lain jatuh cinta kepadanya. Dan yang lebih parah, tindakan-tindakan yang kuntilanak lakukan untuk menarik perhatian dari Sang Pangeran malah dianggap sebagai gangguan makhluk astral olehnya. Sehingga ia diburu. Apa yang lebih buruk dari orang yang kau cintai berusaha mencarimu untuk memusnahkanmu?

Dan ada banyak cerita pendek lainnya yang mengisahkan bahwa jatuh cinta tidak selamanya menyenangkan. Ada sisi gelap yang mungkin pernah atau sering kau alami juga. Sekali lagi saya katakan, manusia paling mahir untuk menyakiti sesamanya.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *