Jaga Jarak, Jaga Diri Melalui Social Media Distancing

Pandemi Covid-19 semakin menjadi-jadi saja. Bagaimana tidak, di Indonesia sudah kurang lebih terkonfirmasi 2 ribu orang positif terjangkit,serta baru-baru ini diklaim bahwa angka kematiannya hampir menandingi Korea Selatan. Ini memperlihatkan bahwa betapa cepat virus tersebut menyebar ke setiap orang secara masif.

Beragam cara pun telah ditempuh seperti salah satunya adalah berdiam diri di rumah. Mulai dari kerja, belajar hingga ibadah di rumah. Tentunya juga menjalani segala aktivitas di rumah pasti akan sangat sering terlibat pada berbagai macam aktivitas-aktivitas daring.

Membuka sosial media, salah satunya. Akan tetapi niat hati ingin mendapatkan informasi yang berguna untuk menjaga diri dari virus, yang didapat malah berita-berita kurang valid, khususnya terkait dengan corona. Gelombang arus informasi mengenai virus tersebut akan datang setiap waktu, berbagai kabar yang masih simpang siur, rancu, maupun kurang akurat bercampur aduk, bahkan ada yang sampai hoaks.

Demi bisa mencegah penyebaran informasi yang tidak valid, kalian perlu menerapkan konsep Social Media Distancing. Secara sederhananya adalah kontrol kendali atau kontrol pribadi dalam menggunakan media sosial untuk berjarak dan mengurangi interaksi dengan hoaks Covid-19. Sehingga jika kalian sudah siap menerapkan social media distancing maka hasilnya informasi yang diterima di media sosial dapat membantu untuk menjaga diri agar tau cara terhindar dari virus COVID-19, serta dapat terus mengikuti info perekembangannya yang valid. Di sisi lain, sosial media distancing sangatlah perlu untuk dilakukan. Agar kalian tau bagaimana caranya, inilah tiga cara agar bisa melakukan social media distancing.

Baca Juga : 5 Rekomendasi Buku Untuk Menemani Aktivitas Di Rumah Aja

Pertama, janganlah menyebar pesan WhatsApp berantai yang tidak diketahui asal-usul sumbernya. Menjengkelkan sekali memang kebiasaan masyarakat Indonesia sekarang ini yang kerap melakukan hal semacam itu. Mulai dari sekarang jangan lakukan kegiatan sharing tanpa saring. Meneruskan sebuah pesan atau informasi yang didapat, baik dari orang yang kalian kenal sekalipun, perlu pastikan kembali bahwa info tersebut benar.

Grup WhatsApp keluarga, kelas dan kerja ditempatkan jadi media penyebaran informasi yang paling mudah. Sehingga dengan adanya pesan tersebut, bisa saja membuat seseorang menjadi panik dan bahkan egois. Seperti contoh kasusnya, orang pergi belanja memakai APD (Alat Pelindung Diri).

Kedua, memilih media berita mengenai corona yang sudah teruji kredibilitasnya. Media-media yang kredibel banyak kok, sebut saja Kompas, Detik, Tempo maupun Tirto atau melalui situs milik pemerintah yaitu covid19.go.id. Bahkan kalau memang ingin dengan celah yang sangat mudah, gunakan akun media social kalian, entah itu di platform instagram, twitter maupun facebook, ikuti beberapa akun media tersebut yang selalu mengapdet perkembangan berita terhangatnya, terutama terkait dengan Covid-19. Lewat cara seperti itu maka sistem algoritma pencarian di media sosial kalian akan selalu sesuai dengan akun media berita yang diikuti.

Ketiga, ketika memang merasa bahwa terus diasupi informasi di media sosial hingga buat jenuh. Coba untuk sementara jauhi media sosial dan mulai perbanyak baca buku. Bagi saya, buku adalah solusi tepat untuk mendapatkan informasi-informasi yang benar, karena sudah melalui tahapan penyaringan dan penyuntingan data. Terlebih dengan membaca sebuah buku, tentunya akan sangat bisa meringangkan kebosanan dari aktivitas-aktivitas daring yang tak karuan.

Konsep dari social media distancing sebetulnya adalah solusi baru di tengah gejolak permasalahan mengenai pandemi dan tingginya akses internet di era distruptif sekarang ini. Ia merupakan kunci dalam melakukan aktivitas-aktivitas daring selama menjalani masa self quarantine, yang bisa membantu cegah kepanikan serta mencari informasi valid.

Bukti keberhasilannya itu pula telah dibuktikan pada diri Walikota Bogor, Bima Arya. Beliau melakukan pembatasan informasi dari media sosial dan bangkit dengan terus mengatur pola hidup sehat demi bisa menaikkan kembali imunitasnya. Alhasil kondisinya telah membaik pasca 17 hari dirawat di Rumah Sakit.

Bagi kalian yang sejauh ini masih tetap di rumah dalam keadaan baik, pesan saya bijaklah dalam memilih informasi yang tersebar mengenai Covid-19 baik dari media sosial maupun media massa. Semoga, pandemi ini cepat berlalu, sehingga tidak ada lagi yang namanya aktivitas-aktivitas daring semacam kuliah online, kerja online dan masih banyak lainnya yang memberatkan. Sebab kita rindu hari-hari kemarin yang penuh bahagia, tertawa dan bercengkarama bersama dengan orang yang kita kasihi dan sayangi.

Baca Juga : Upaya Negara Membasmi Rambut Gondrong

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *