corona

Istilah Kata Yang Sering Dipakai Saat Wabah Virus Corona

Kian hari jumlah pasien pengidap Corona semakin bertambah. Seakan tak ada kata kompromi, semua orang punya kemungkinan terjangkit. Tapi kita bisa menghindar agar tak tejangkit, lewat cara rajin cuci tangan, atur pola konsumsi makanan hingga ikuti intruksi himbauan pemerintah untuk stay di rumah masing-masing. Ingat, jangan keras kepala! Ikuti protokol yang ada.

Setiap wabah baru, membawa malapetaka. Di tengah wabah ini pula, muncul ragam istilah yang populer kembali, baik itu istilah medis maupun istilah dalam bidang lainnya. Sangat penting untuk kita sebagai masyarakat mengetahui istilah yang ada tersebut. Berikut ini, istilah-istilah kata yang sering muncul saat wabah virus corona:

COVID-19

Istilah kata ini berisi singkatan yaitu Corona Virus Disease 2019 yang dinamakan sebagai sebuah penyakit dari Sars-Cov-2 (severe acute respiratory syndrome coronavirus 2). Jadi Sars-Cov-2 adalah nama virus baru corona yang menyebabkan COVID-19.  Angka yang terdapat di belakangnya itu menunjukan waktu adanya virus ini, yang pertama kali bersumber dari negara Cina di tahun 2019.

ODP (Orang Dalam Pengawasan)

Kata-kata ini mungkin sering atau pernah terlintas di laman media sosial kamu yang memberitakan informasi seputar corona. Tetapi belum memahami sepenuhnya arti dari orang dalam pengawasan itu seperti apa. Jadi, menurut keterangan dari Tirto.id adalah orang yang masih dalam tahap pemantauan, namun sebelumnya tidak ada kontak erat dengan penderita positif. Hanya saja ODP ini sebatas dicurigai, dikarenakan memiliki gejala ringan seperti batuk, sakit tenggorokan hingga demam.

Lalu yang dimaksud dari segi pengawasan adalah, mereka diberi keleluasaan untuk tetap berada di luar, namun dalam tanda kutip perlu melakukan isolasi secara mandiri di rumah setidaknya selama 14 hari hingga kondisi sembuh.

PDP (Pasien Dalam Pengawasan)

Dalam kasus pasien dalam pengawasan ini hampir mirip-mirip dengan ODP.  Pasien diidentifikasikan lewat gejala yang sama, pembedanya adalah terjadi kontak erat dengan penderita positif atau dari daerah yang terjangkit. Sehingga perlu penanganan observasi melalui proses cek laboratorium yang hasilnya nanti dilaporkan kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes RI.

Suspect

Isitilah kata ini sebetulnya merujuk pada pemaknaan yang sama dengan PDP. Baik dari segi indikasi gejala maupun kontak langsung dengan penderita positif. Tetapi  yang jadi pembeda dan sering dipergunakan oleh banyak orang adalah ia pernah melakukan perjalanan ke daerah yang menjadi lokasi pesebaran. Seperti warga asing atau warga lokal yang datang ke Indonesia, bahwa sebelumnya pernah menetap di negara yang terjangkit COVID-19.

Lockdown

Belakangan ini kita telah melihat dua negara yang sudah menerapkan sistem lockdown demi mencegah persebaran virus corona, yaitu Cina dan Italia. Terbukti angka persebaran menurun drastis karena warga dipaksa untuk stay atau berdiam diri di rumah, tidak boleh ada kegiatan di luar ruangan, terlebih membuat keramaian, serta negara melakukan pengawasan ketat di semua wilayah termasuk mengunci portal masuk dari orang luar untuk tidak punya akses masuk ke negara tersebut. Itulah yang dimaksud dengan lockdown lewat analogi sederhananya.

Social Distancing

Secara harafiah, social distancing adalah bentuk imbauan yang dilakukan kepada masyarakat untuk menjauhi perkumpulan, menjaga jarak antar satu sama lain serta menghindari banyak pertemuan yang melibatkan banyak orang. Di beberapa daerah tanah air pemberlakuan social distancing sudah banyak diterapkan, termasuk pada sejumlah fasilitas publik

Walau tulisan ini berisi beberapa istilah kata saja yang buat anda terkesan agak receh, saya harap anda mengerti bahwa kondisi sekarang ini adalah sebuah cobaan berat bagi setiap manusia. Kita yang tetap bertahan harus selalu waspada, iringi semangat selalu kepada teman-teman yang sedang berjuang untuk sembuh dari corona. Kita kuat, kita bisa perangi virus corona bersama-sama.

Baca juga:  Jaga Jarak, Jaga Diri Melalui Social Media Distancing

Komentar
Dhani Arief Wicaksono

Benci feodal namun juga bukan patriotik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *