HUT KOTA TANGERANG Ke-27 : Kaleidoskop Kota Tangerang Satu Tahun Terakhir

Hari ini Kota Tangerang berumur 27 tahun. Banyak peristiwa penting yang terjadi dalam satu tahun terakhir. Saya, sebagai warga, merangkum beberapa peristiwa yang sempat menjadi perbincangan yang hangat oleh banyak orang.

  1. Banjir di Kota Tangerang

Kita awali kaleidoskop dari banjir yang kian parah di Kota Tangerang. Di tahun ini banjir kian parah di beberapa titik di Kota Tangerang: Ciledug Indah, Jembatan Total Persada, Pondok Bahar dan masih banyak lagi.

Banjir memang menjadi langganan setiap tahun di beberapa titik. Tapi untuk akhir tahun 2019 hingga awal tahun 2020 dianggap menjadi banjir yang terparah. Memang banyak faktor menjadi penyebab banjir di Tangerang, namun saya pikir Pak Walikota, Arief Wismansyah, harus lebih peduli dengan banjir kali ini.

Dampaknya tidak main-main. Banyak kerugian yang dialami warga, dari mobil yang terendam dan terseret arus, rumah yang terendam bahkan hancur di hantam banjir, belum lagi barang elektronik dan perabotan lainya yang rusak serta aktifitas yang terhambat. Mulai dari sekolah yang diliburkan hingga aktifitas produksi pabrik yang terhenti.

Pemerintah diharapkan dapat memberi solusi atas permasalahan ini. Semoga di tahun selanjutnya titik banjir di Kota Tangerang dapat berkurang.

  1. Arief Vs Kemenkumham

Pemkot Tangerang sempat diberitakan berseteru dengan Kemenkumham, Yasonna Laoly. Berawal dari sindiran Pak Menteri terhadap Pemkot Tangerang soal perizinan yang sulit dalam pembangunan di Kota Tangerang, mereka diberitakan bersitegang terkait aset lahan Kemenkumham di Kota Tangerang.

Beritanya sempat memanas. Arief diberitakan telah memanfaatkan jabatanya sebagai Walikota Tangerang dengan memberhentikan layanan publik di beberapa kawasan Kemenkumham seperti di komplek Pengayoman. Fasilitas seperti listrik, penerangan dan drainase sempat diberhentikan oleh Pak Walikota dan berimbas kepada warga yang ada di sekitar komplek tersebut.

Keduanya sempat diberitakan saling melaporkan ke pihak kepolisian, namun akhirnya berujung damai di kantor Mendagri. Kedua pihak sepakat untuk mencabut laporan masing-masing. Sebagai public figure, masalah seperti itu seharusnya dikomunikasikan dengan baik dan memberi contoh yang baik bagi warganya.

  1. Truk Tanah yang Beroperasi Di Luar Jam Oprrasional

Bagi warga Kota Tangerang pasti sering merasa kesal dengan truk tanah yang sering beroperasi di luar jam oprasional. Selain mengganggu pengendara umum dengan bekas tanahnya di aspal, truk tanah juga membahayakan bagi pengendara lain.

Masih ingat mobil yang tertimpah truk tanah di depan hotel Olive Karawaci? Atau anak SMP yang terlindas kakinya hingga patah? Itu hanya bagian kecil dari masalah yang dimunculkan truk tanah yang sering sekali beroperasi di luar jam oprasional. Puncak masalahnya adalah keluarga korban anak SMP mendemo dan mendesak Pemkot Tangerang untuk menghentikan oprasional truk tanah.

Lepas kejadian itu pun Pak Arief selaku Walikota Tangerang mengeluarkan surat edaran tentang Pelarangan Operasional bagi Angkutan Tanah/Pasir di Wilayah Kota Tangerang. Larangan tersebut dibuat berdasarkan Perda Nomor 8 Tahun 2018 tentang Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat.

Aturan tersebut hanyalah aturan, menurut warga masih ada truk yang beroprasi di jam ramai. Jadi, pemerintah perlu menyediakan pengawas dan lebih tegas dengan aturan ini.

  1. King of The King, Kerajaan Halu yang Berasal Dari Banten Menghebohkan Warga Tangerang

Fenomena kerajaan-kerajaan halu sempat mengegerkan warga Indonesia. Tak mau kalah, Tangerang pun ikut digegerkan oleh King of The King, kerajaan baru dari Banten. Warga Poris sempat dikagetkan dengan adanya banner yang berisi kerajaan King of The King.

Seolah tak mau kalah viral, kerajaan ini banyak menuai kontroversi. Sang Raja menyebutkan bahwa kerajaan tersebut memiliki kekayaan 60.000 Triliun di Union Bank Switzerland (UBS). Dia juga menyebutkan bahwa Prabowo Subianto sebagai bagian dari King of The King yang diperintahkan untuk membeli alutsista berupa 3.000 pesawat tempur baru buatan eropa.

Untungnya warga Tangerang tak terlalu termakan oleh isu murahan macam ini. Kurang dari dua pekan isu kerajaan King of The King hilang ditelan bumi menyusul kerajaan-kerajaan fiktif lainnya.


Saya sebagai warga Kota Tangerang bolehlah berharap sedikit, semoga pemerintah terus berbenah dalam segi apapun terutama kesejahteraan warga Tangerang, pelayanan public yang terus ditingkatkan. Kinerja pemerintah yang apik harus dibarengi oleh kesadaran masyarakat dalam menjaga kota ini.

Selamat Hari Jadi Kota Tangerang, selamat dan sejahtera untuk kita semua.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *