Harapan Baru Literasi Kota Tangerang

Gerakan literasi, baik itu secara individu maupun kelompok baiknya tidak melupakan untuk berjejaring antar pegiat literasi. Karena dengan berjejaring, gerakan literasi akan kuat dan bahu-membahu memperbaiki literasi bangsa.

Kita mungkin sudah bosan dengan penelitian beberapa lembaga asing yang menyebutkan bahwa minat membaca masyarakat kita rendah. Nyatanya tidak demikian adanya. Mengenyampingkan hasil penelitian dari Central Connecticut State University, fakta yang saya temukan di lapangan memperlihatkan bahwa minat baca masyarakat kita amatlah tidak rendah.

Para pegiat literasi yang pernah saya temui pun bercerita bahwa minat baca masyarakat kita sebenarnya cukup tinggi. Tapi memang karena beberapa faktor, banyak masyarakat kita yang tidak bisa mendapatkan literasi.

Dengan adanya gerakan literasi berupa taman bacaan masyarakat, komunitas literasi atau apapun sebutannya, diharapkan dapat menumbuhkan minat baca masyarakat kita. Hal ini bukan karena ingin terlihat baik di mata lembaga asing. Lebih daripada itu, bangsa yang maju adalah bangsa dengan literasi yang maju pula.

Di Tangerang, sudah banyak taman baca maupun komunitas yang ikut serta menumbuhkan minat baca. Puluhan pegiat literasi sudah tersebar di Tangerang Raya. Kebanyakan dari mereka masih bergerak sendiri-sendiri, dengan cara dan daya juang mereka sendiri. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan cara seperti itu. Tapi alangkah baiknya, memang, tujuan yang besar akan lebih mudah  dicapai jika bersama-sama. Hal itulah yang melatarbelakangi terbentuknya Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Kota Tangerang.

Seperti halnya Kabupaten Tangerang yang lebih dulu membentuk FTBM, masyarakat Kota Tangerang tidak mau ketinggalan untuk berperan aktif dalam menggerakan literasi. Bersama Dinas Perpustakaan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang, Pengurus FTBM Banten melantik pengurus FTBM Kota Tangerang pada Rabu, 12 Desember 2018.

Pelantikan pengurus FTBM ini dihadiri puluhan komunitas literasi dan taman baca. Ya, sekitar kurang lebih 50 orang yang duduk bareng di acara formal dan santai ini. Hadir pula sosok pegiat seni dan literasi, Edi Bonetski yang membuka acara dengan beberapa lagu santai yang membuat suasana menjadi lebih cair. Selebihnya, acara berlanjut seperti acara formal lainnya.

Namun dalam beberapa sambutan ada beberapa pesan yang saya dapat dari beberapa pembicara.  Ibu Hj. Meita Bachraeni, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Tangerang, menyebutkan bahwa beliau mengemban amanah dari pemerintah kota untuk ikut serta mencerdaskan bangsa. Kota Tangerang yang mempunyai visi Cerdas dan Berakhlaqul Karimah menargetkan program-program yang mana program tersebut dapat meningkatkan minat baca masyarakat.

Ibu Meita sendiri menyebutkan bahwa target Kota Tangerang dalam tiga tahun ke depan adalah mendirikan 1004 Taman Bacaan tingkat RW yang berada di 104 kelurahan. Ini adalah target yang luar biasa dari Pemerintah Kota Tangerang. Bukan target yang kecil dan mudah.

Seperti organisasi pada umumnya, FTBM Kota Tangerang ini memiliki Dewan Penasehat yang diamanatkan kepada Jazuli Abdillah. Dalam sambutannya beliau berpesan agar pelantikan Pengurus Daerah FTBM ini bukan hanya sebatas seremonial saja, namun harus ada program kerja yang konkret.

Arfan yang dilantik sebagai ketua, beserta puluhan pengurus yang sudah dibagi dalam beberapa divisi menyatakan bahwa siap untuk mengemban amanah, menggerakan literasi di Kota Tangerang.

Pelantikan dengan tema “ Budaya Membaca untuk Kesejahteraan Bangsa, Budaya Literasi untuk Memajukan Negeri” ini merancang harapan besar bagaimana pegiat literasi yang ada di Kota Tangerang ini dapat saling bersinergi baik dengan swasta maupun pemerintah. Di sisi lain, bersinergi dengan FTBM dari kota lain juga menjadi harapan seperti yang diucapkan oleh Andri Gunawan, Ketua FTBM Provinsi Banten di dalam forum tersebut.

Komentar

Bergembira sebelum negara api menyerang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *