Gitanjali : Makna Sebenarnya dalam Mendaki Gunung

Semua orang mempunyai cara tersendiri dalam menikmati alam. Keindahan alam yang terhampar di bawah ataupun di perbukitan. Keduanya itu masing-masing mempunyai magnet daya tarik yang dapat membuat orang lain dapat berkunjung.

Dari kebanyakan orang saat ini sering sekali menjelajah ke atas, bukit ataupun pegunungan. Orang-orang yang mendaki gunung tentu memiliki tujuan masing-masing, ada yang ingin kenal lebih dekat dengan alam, olahraga, hobi, penelitian, ibadah, pengenalan jati diri, menilai sikap temannya, dan lain sebagainya. Dengan jalan petualang yang beragam itu, kita dapat memetik sebuah pembelajaran ketika mendaki gunung.

Hal inilah yang terjadi dengan Mas Ed dalam kisahnya. Dia adalah seorang lelaki yang ingin melakukan perjalanan pendakian the seven summits Indonesia, dengan harap tujuannya itulah yang ingin ia persembahkan kepada sang kekasih, Ine. Meski tak mudah, hal itu ia mesti lakukan. Berbagai macam hal yang tidak diduga, selalu menghampirinya. Mulai dari yang membuat ia merasa sedih, terpuruk, hingga ke perasaan sangat bahagia yang tak karuan. Itulah yang membuat ia harus berpikir jernih dan sangat matang dalam setiap mengambil keputusan. Tak hanya perjalanannya yang diuji. Isi hati Mas Ed pun ikut teruji. Selain kecintaannya terhadap alam, ia juga diberikan pembelajaran untuk mencintai sesuatu hal yang terjadi padanya, manusia dan Sang Pencipta.

Awal mula saya tau buku ini, dari sebuah akun Instagram bernama @edelweisbasah. Menurut sang pemilik akun memang ada kenangan yang ia simpan di balik penggunaan nama itu. Nama akun itu juga kebetulan tidak sengaja ia buat dengan nama yang cukup menarik.

Di dalam akun tersebut terlihat buku Gitanjali. Bisa dibilang buku itu nampaknya sudah biasa didengar di para kuping pendaki. Lantas saya mulai mengulik buku Gitanjali sedikit demi-sedikit dari mulai beberapa kutipannya terlebih dahulu, dan ternyata sangat inspiratif. Mulai dari situlah saya tertarik ingin membaca bukunya dan segera membelinya di toko buku yang saya cintai.

Buku Gitanjali dikarang oleh Febrialdi R. — tidak banyak yang tahu tentang identitas sang penulis buku. Namun di lain hal, ia lebih terkenal dalam menulis quotes dengan rangkaian kata-kata yang indah hingga mengenai hati pembaca. Selain buku Gitanjali, ia juga menerbitkan buku yang berjudul Bara.

Dalam buku ini terdapat 34 bagian, di tiap awal bagian lembarannya bertuliskan quotes. Dan menariknya dari quotes tersebut ialah kata yang digunakan mengalurkan pada irama yang seakan membuat para pembaca terenyuh atau juga serasa dicintai.

Untuk bagian Isi dari setiap bagian cerita tersebut selalu menghadirkan kesan yang yang membuat kita takjub saat membacanya. Di saat membacanya pun saya terkadang ikut merasakan sedih maupun senang, merasakan layaknya benar terjadi sesuai atas apa yang ada di dalam alur cerita tersebut.

Apa artinya melakukan pendakian ke berbagai puncak dunia, namun tidak menjadi pencerahan bagi manusia lainnya? Apa artinya mendaki gunung-gunung tinggi, tapi tidak membuat orang bersyukur atas ciptaan Allah. Apa artinya kisah-kisah petualangan itu diriwayatkan, namun tidak membuat pembacanya mengambil pesan tersirat akan makna perjalanan itu sendiri (h.291).

Dari sepenggal kalimat dalam novel Gitanjali ini, dapat sedikit saya simpulkan bahwa ada makna tersirat yang sebenarnya dalam mendaki gunung. Seperti ini kiranya, Jikalau naik gunung hanya sebatas untuk berfoto-foto ria dan membuang sampah digunung pun masih sembarangan, sepertinya itu tak berarti apa-apa. Mendaki gunung yang sebenarnya ialah kita mampu mengambil sebuah pembelajaran dan hikmah disetiap langkahnya, dan yang paling berkesannya lagi, kita mampu lebih dekat kepada Sang Pencipta.

Gitanjali bisa menjadi alternatif acuan bagi para pencinta pendaki gunung dalam urusan mendaki. Sepantasnya wajib kalian masukan ke dalam ransel ketika ingin mendaki, dibaca pelan-pelan dan resapi makna yang terkandung di dalamnya. Bayangkan, duduk sembari membaca Gitanjali dan menikmati pemandangan indah yang terpancar di pendakian tertinggi. Sungguh damai, nikmat yang aduhai kan?

Terakhir, tidak usah risau untuk bagaimana mendapatkan buku ini. Buku Gitanjali bisa didapatkan melalui toko buku online ataupun toko-toko buku besar. Soal harga, aman masih bisa terjangkau oleh semua kalangan.

 

 

 

Judul buku     : Gitanjali

Penulis            : Febrialdi R.

Penerbit          : Mediakita

Cetakan          : 2018

Halaman         : X + 302 hlm. ; 14,5 x 21 cm

ISBN               : 978-979-794-560-2

Tahun Terbit   : 2018

 

 

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *