Festival Cisadane Dengan Segala Kemeriahannya

Lewat perkataan teman saya yang mengatakan bahwa Festival Cisadane bukanlah sebuah agenda biasa. Tentu, membuat hati saya penasaran mendatanginya, dan ternyata memang benar adanya. Saya sangat terhibur dengan segala kemeriahaan dan pesonanya. Walau sedikit mengundang pertanyaan perihal tema, yang singkatnya memperkenalkan Sungai Cisadane, tapi pikir saya acara ini lebih layak disebut sebagai pestanya masyarakat Kota Tangerang.

Festival Cisadane sendiri bukan sembarang ajang yang mencari kehebohan semata dan akan redup akibat hilangnya euforia, namun Festival ini hebatnya mampu konsisten digelar dalam kurun waktu beberapa tahun yang berlangsung sejak tahun 1993.

Festival Cisadane menampilkan beragam kebudayaan yang ada di Kota Tangerang dengan berbagai macam kesenian dan hiburan. Festival Cisadane untuk tahun ini diawali dengan pembukaan yang amat spektakuler dengan diiringi oleh pagelaran budaya yang begitu memanjakan mata. Saking menariknya, hal ini menjadi magnet kenangan yang kuat untuk membuat masyarakat kembali mengenal budaya yang kian perlahan dilupakan.

Suasana ramai tentu saja hadir disana. Warga dari berbagai daerah pun turut datang untuk mengetahui acara ini. Selain itu, acara musik dari grup-grup dan solois band lokal tak kalah unjuk gigi. Apalagi ditambah dengan hadirnya Kotak dan Nidji sebagai bintang tamu. Semakin membuat pestanya meriah.

Tapi tunggu dulu, bukan cuma keberadaan band-band bintang tadi yang membuat acara ini menjadi meriah. Bahwa mereka turut memeriahkan, ya memang betul. Akan tetapi pusat dari segala keramaian acara ini menurut saya lebih tertuju pada konsep Festival Cisadane yang menghadirkan suasana baru dari sungainya yang seakan memberikan gambaran kepada masyarakat tentang pentingnya kesadaran dalam menjaga keasrian sungai.

Baca Juga: Perjuangan Mpok Ris Dan Kayu Plawad

Kalian mungkin akan tersadar, dengan menjelajahi Sungai Cisadane menaiki perahu yang tersedia disana. Perahu yang ada terbagi menjadi 2 yaitu perahu yang di dayung dan perahu yang memakai mesin. Untuk menaiki perahu yang didayung kalian cukup menyiapkan uang 5 ribu rupiah sedangkan untuk menaiki perahu yang memakai mesin kalian cukup membayar 10 rupiah. Kalau tips dari saya naiki perahu yang mana saja, asalkan bilang ke operatornya jika nanti mendapat spot foto yang bagus saat menjelajahi sungai cobalah meminta ijin untuk berhenti sejenak. Dan saran saya lainnya, coba untuk menaiki perahu di waktu sore hari karena memang cuaca sedang sejuk-sejuknya dan lagi langit sedang cocok untuk jadi objek berswafoto.

Jika malam hari telah tiba, waktunya panggung hiburan yang mengentak. Para musisi ambil bagian untuk mengajak para pengunjung berjingkrak dan berjoget. Tak usah khawatir, semua berjalan dengan begitu kondusif dan meriah.

Festival ini pun menggelar berbagai macam perlombaan menarik. Mulai dari lomba perahu naga, lomba perahu hias, lomba tinju hingga perlombaan lainnya yang sudah tentu bisa dinikmati secara cuma-cuma.

Selain dipenuhi perlombaan diatas, Festival Cisadane turut menampilkan 13 kecamatan yang ada di Kota Tangerang yang semuanya memiliki potensi UMKM masing-masing. Setelah itu terdapat juga berbagai macam pelayanan yang bisa kita jumpai disana dari berbagai macam kedinasan yang ada.

Jika lapar, tentu saja kalian bisa menikmati makanan yang mungkin awam kalian jumpai. Makanan macam Kerak Telor, Bir Pletok, dan kuliner khas tradisional Tangerang yang lain.

Dan yang patut dibanggakan pula adalah acara ini menjadi salah satu dari 100 Calendar of Event 2019 yang dirilis oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Setelah saya ulas beberapa macam hal yang ada dalam Festival Cisadane ini, maka saya berharap kalian juga akan berpikiran untuk tertarik mengunjungi sebelum acara ini usai pada tanggal 3 Agustus 2019.

Memang beginilah seharusnya sebuah festival berjalan. Ramai, penuh tangisan anak yang kehilangan orang tua, tawa bahagia karena bisa melepas penat setelah dibudaki oleh perusahaan di kota seribu industri serta mungkin ada yang barangkali diam-diam senang karena dapat berpapasan kembali dengan sang mantan.

Saya sendiri berharap dengan adanya acara ini kita bisa bersama–sama merawat dan melestarikan sungai Cisadane yang merupakan kebanggaan dari Kota Tangerang. Jadi, mari kita memulai dengan hal yang kecil dahulu yaitu jangan membuang sampah ke sungai Cisadane tercinta.

Baca Juga: ENDORPHIN: Tentang Hal Ketidakjelasan Jadi Sebuah Penghilang Rasa Sakit Terbaik

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *