DISLEKSIA BUKAN BENCANA BERLITERASI

Manusia tak hanya memiliki kelainan dalam berperilaku tapi juga ada kelainan dalam berpikir—itu hal mendasar yang perlu diketahui. Gangguan dalam berpikir memang sangat fatal, sebab akan berdampak pula pada terhambatnya proses belajar ataupun memahami sesuatu. Jenis gangguan ini disebut Disleksia. Semacam gangguan belajar yang ditandai dengan kesulitan membaca karena bermasalah mengidentifikasi huruf dan kata.

Disleksia menyerang manusia di segala umur, dan umumnya timbul di masa kanak-kanak.  Mereka akan sangat kesulitan dalam menulis dan membaca. Penderita disleksia juga turut menyerang pada orang dewasa, gejala yang kian perlahan menyerang saraf otak dan memperlambat proses berpikir. Hingga pada ujungnya akan di cap memiliki kemampuan di bawah rata-rata.

Mirisnya, penderita disleksia kerap mengalami ejekan, perundungan dan bahkan intimidasi. Hingga pada akhirnya para pengidap sering merasa bodoh, depresi dan terisolasi. Dapat dibayangkan bahwa sebanyak 5 juta orang Indonesia mengalami gejala gangguan disleksia dan hampir sebagian besar merasa tertekan dengan keadaan dan tuntutan untuk menjadi normal seperti yang lain. Jumlah yang tidak sedikit. Belum lagi di negara-negara lain yang mayoritas penduduknya jauh lebih banyak dibanding Indonesia.

Penyakit ini mulai banyak dikenal khalayak setelah beberapa pengidapnya merupakan orang-orang yang aktif di dunia entertainment. Salah satunya ialah anak laki-laki dari artis terkenal Deddy Corbuzier yang bernama Azka. Putra kecil nya itu merupakan gangguan disleksia sejak kecil dan mengalami proses yang amat sulit dan penuh perjuangan panjang untuk beradaptasi dengan lingkungan di tengah keterbelakangan nya.

Azka menepis anggapan buruk itu semua dengan bukti prestasi yang diraihnya sebagai lulusan terbaik. Dari sekian banyak hujatan yang deras mengenai dirinya, semua dijadikan sebagai pemicu semangat dalam belajar dan beradaptasi dengan lingkungan—tentu didorong pula dengan semangat dari orangtuanya.

Kita mesti pahami bahwa masalah disleksia tidak akan menghambat anak untuk berprestasi. Sebab, mereka tetap menjadi anak sempurna dengan indera pendengaran dan penglihatan yang tetap berfungsi dengan baik seperti pada manusia umumnya.

Hanya saja, mereka memiliki keterbatasan masalah dengan huruf dan kata, apabila dilatih lebih keras lagi untuk mempelajari huruf dan kata, semua dapat kembali normal. Karena semua penyakit tentu ada obat nya. Begitupun pada disleksia.

Kemudian juga, gangguan disleksia tidak mempengaruhi tingkat kecerdasan dan kreativitas seseorang untuk berkarya. Diantara banyaknya pengidap disleksia, banyak yang sampai saat ini terkenal berkat kehebatan yang dimiliki nya. Diantaranya, ialah Albert Einstein, Pablo Picasso, Tom Cruise dan masih banyak lagi. Mereka semua membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya—bahkan mereka bisa menjadi orang yang sangat berpengaruh di dunia.

Penyakit disleksia tidak pula mematikan seseorang dalam berliterasi—itu sama sekali bukan hambatan!. Bahkan ada beberapa tokoh pengidap disleksia yang akhirnya bergelut di dunia literasi. Hans Christian Andersen adalah salah satu pengidap disleksia yang akhirnya bisa membuktikan bahwa ia mampu untuk melawan anggapan orang awam tentang penyakit tersebut. Ia berhasil menjadi penulis cerita fantasi anak-anak. Hasil karya nya berhasil mengguncang dunia hingga diterjemahkan ke beberapa bahasa. Beberapa karya nya yaitu : “The Emperor’s New Clothes”, “The Princess and The Pea”, “Thumbelina”, “The Snow Queen”, “The Ugly Duckling” dan “The Little Mermaid”

Ini yang mesti kita sadari juga bahwa diseleksia bukanlah semata-mata hanya diidentikan pada kekurangan, akan tetapi ada suatu kelebihan yang secara perlahan dapat terdeteksi pada pengidap disleksia. Sudah sewajarnya juga, orang tua serta masyarakat lebih  memberikan perhatian khusus kepada penderitanya.

“Mereka sama seperti kita, mereka pun mampu berliterasi. Cuma butuh waktu dan perhatian lebih dari orang-orang sekeliling”.

Komentar

Benci feodal namun juga bukan patriotik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *