Diskusi Buku Virtual, Yay or Nay?

Semenjak pandemi hadir pada pertengahan tahun 2020, terjadi pergesaran mobilisasi aktivitas masyarakat. Sekarang masyarakat dituntut memahami serta mengetahui beragam aplikasi digital. Zoom meeting dan Google Meet rasa-rasanya sekarang ini sudah menjadi asupan sehari-hari. Hal ini pun berimbas kepada dunia literasi kita. Tentu saja mungkin kalian sudah banyak menemukan diskusi buku atau diskusi literasi lainya yang dilaksanakan secara digital.

Perubahan perilaku manusia ini, akibat pandemi  yang tak kunjung usia. ya gak tau sih ini pandemi ataupun Plandemi. Dahulu diskusi buku dilakukan di tempat terbuka yang dihadiri puluhan orang. Sekarang, dengan keterbetasan mobilisasi masyarakat, diskusi buku harus dilakukan lewat cara virtual. Maka dari itu, penting memang memahami perihal literasi digital agar dapat beradaptasi dengan era digital seperti sekarang ini.

Diskusi buku virtual bisa saja mengangkat tema yang universal, misalnya tema yang menyangkut buku literasi keuangan. Namun, ada juga yang membahas hal mengerucut pada satu buku saja. Nah, patut diperhatikan hal ini ya sebelum memutuskan mengikuti diskusi buku secara virtual. Mengetahui tema itu tentu penting banget agar sesuai dengan benang merah arah pembahasan.

Tujuan diadakannya diskusi buku virtual tentu saja untuk mengenalkan serta membedah intisari dari suatu buku atau beberapa yang dibahas. Dengan mengikuti acara diskusi buku virtual kita akan bisa mendapatkan perspektif baru atau sudut pandang yang berbeda dari orang lain. Karena bisa jadi, adakala kita melewatkan suatu topik, intrik maupun konflik yang terjadi. Nah, dengan mengikuti acara diskusi buku secara virtual kita mengulas lebih dalam mengenai buku yang sedang dibahas.

Baca Juga : Rekomendasi Buku Bulan November

Selain mendapatkan perspektif baru, kita pun bisa membangun jejaring dengan kawan-kawan pembaca lainnya. Sebab dengan berjejaring, pengetahuan akan buku bacaan akan lebih meningkat serta akan ada rasa penasaran lagi kedepannya setelah bertukar pikiran. Rasa penasaran yang dimaksud ialah ketika saling memberikan rekomendasi bacaan, pastinya seseorang akan sangat bisa tertarik untuk membaca.

Dan jangan lupakan juga mengenai manfaat ketika bisa berjejaring dengan pembaca lainnya. Bisa jadi kita bisa mendapatkan informasi buku-buku baru yang akan terbit di beberapa minggu kedepan. Lalu bisa juga mendapatkan informasi mengenai toko buku yang sedang mengadakan suatu promo. Bisa menambah wawasan serta menghemat keuangan deh.

Tapi jangan salah ada beberapa hal yang patut diperhatikan ya ketika mengikuti acara diskusi buku virtual. Pertama, kalian harus bisa menjadwal aktivitas virtual kalian. Karena pastinya akan ada masa dimana kalian mengalami Virtual Meeting Fatigue yaitu bahaya kelelahan yang bermula dari seringnya menatap layar komputer setiap hari dalam waktu berjam-jam. Maka dari itu penting sekali menjadwal aktivitas virtual ya sebelumnya.

Karena bisa jadi, ketika kalian kelelahan maka diskusi buku virtual yang kalian lakukan tidak akan berarti apa-apa, kalian tidak akan mendapatkan pengetahuan atau informasi apa-apa. Lebih baik usahakan diri kalian istirahat terlebih dahulu sebelum mengikuti kegiatan diskusi buku virtual.

Ada beberapa tips juga nih sebelum kalian mengikuti diskusi buku virtual, yaitu kalian haruslah memilih diskusi buku sesuai minat dan genre buku kesukaan kalian. Kemudian setelah mengikuti acara, kalian harus melakukan evaluasi diri kalian lagi terkait bagaimana metode membaca yang efektif agar benar-benar mampu memahami keseluruhan isi buku tersebut.

Jadi, diskusi buku virtual itu sah-sah saja untuk diikuti ya, malahan baik untuk diikuti. Namun ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan agar diskusi buku virtual yang diikuti bisa mendapatkan hasil yang terbaik. Yang mesti diperhatikan ialah dari segi penjadwalan aktivitas lalu istirahat yang cukup juga harus dilakukan ya.

Selamat mengikuti acara diskusi buku virtual, dapatkan segala hal-hal baik disana.

Baca Juga : Yang Muda Yang Berkarya, Yang Muda Yang Tak Berdaya

Komentar
Dimas Wildani

You know my name, not my story

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *