CINTA LAMA : Setumpuk Kenangan dan Perasaan Yang Harus Dipastikan

Akhir-akhir ini aku sedang merasakan hadirnya ingatan-ingatan cinta lama. Seakan mendapat pecahan kenangan yang bertebaran di kepala. Kenangan demi kenangan dari cinta lama berhasil teringat berkat bantuan buku yang berhasil kubaca, tak butuh waktu lama buku novel berjudul Cinta Lama berhasil kutamatkan hanya dalam waktu hitungan jam saja.

Buku novel Cinta Lama ini merupakan sekuel lanjutan dari Novel Cinta Tak Pernah Tepat Waktu karya mas Puthut EA. Di novel Cinta Tak Pernah Tepat Waktu, menceritakan tentang kegagalan demi kegagalan kisah cinta sang penulis. Diceritakan bahwa dirinya sulit sekali melupakan mantan kekasih sewaktu kuliah dulu. Dia terus dihantui kenangan tentang mantan kekasihnya itu, bahkan dia selalu menghindari tempat-tempat yang sering mereka datangi, supaya dia tidak bertemu dengan mantan kekasihnya yang hingga saat ini sulit untuk dilupakan.

Sesuai dugaanku, di novel Cinta Lama, sang penulis kembali bercerita tentang mantan kekasihnya yang pernah membuatnya mengalami patah hati yang cukup hebat. Sang penulis menawarkan konsep berbeda dengan novel sebelumnya. Di novel ini penulis menyertakan ilustrasi-ilustrasi didalamnya supaya dapat dengan mudah memvisualisasikan ke pembaca.

Novel ini berisi percakapan Sang penulis dengan cinta lamanya. Mantan kekasih yang 20 tahun lalu pergi meninggalkannya dengan alasan yang cukup klasik dan kisah cinta mereka berakhir tak baik-baik saja. Juga tentang keberanian diri sang penulis untuk menemui mantan kekasihnya itu. Sekedar untuk memastikan apakah ternyata dia masih memendam perasaan cinta, atau hanya ilusi perasaan belaka?

Di bulan Desember, tepat 20 tahun mereka terakhir bertemu akhirnya keduanya memutuskan untuk bertemu di sebuah restoran di salah satu hotel. Sore itu, sang penulis datang lebih awal untuk mempersiapkan mental dan menenangkan dirinya. Karena dia seringkali salah tingkah ketika menghadapi perempuan yang dulu ia cintai tersebut.

Baca Juga : 5 Genre Buku Fiksi Yang Menarik Untuk Dibaca

Sedang berusaha menenangkan diri sambil mengenang setumpuk masa lalu, dirinya dikagetkan dengan langkah seseorang yang berjalan di belakangnya, wangi parfum yang begitu dia kenal dan benar saja perempuan itu tiba-tiba duduk di depannya. Dia begitu kaget karena perempuan itu datang lebih awal dari janji yang ditentukan.

Dan hal tersebut persis terjadi pada kehidupanku dan merasa jauh lebih kikuk dibanding Sang penulis. Bayangkan saja 20 tahun tidak bertemu dengan setumpukan kenangan yang selama ini bersarang di dalam pikiran tiba-tiba hadir dan duduk dengan manis di hadapannya. Entah harus senang atau sedih.

Wanita tersebut lebih dahulu memulai percakapan, dan seolah ingin menyerang mantan kekasihnya tersebut dengan beribu pertanyaan telak yang dia lontarkan. Sang penulis merasa speechless dan seringkali salah tingkah ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan wanita tersebut. Tak jarang saat menjawab atau bahkan ingin menyerangnya balik malah terlihat makin konyol. Dan sialnya wanita tersebut tampak begitu tenang.

Suasana makin tegang namun mengasyikan, keduanya sibuk membahas masa lalu mereka, sang wanita mengulas tentang hubungannya dulu yang merasa tak terima dianggap meninggalkan. Sebaliknya dia merasa tidak pernah diyakinkan oleh kekasihnya tersebut. Dia menganggap mantan kekasihnya itu tidak benar-benar mencintainya.

Sang wanita merasa kurang yakin akan keinginan mantan kekasihnya itu untuk menjadi seorang penulis. Dan menyalahkan mantan kekasihnya tersebut kenapa dulu tidak coba menjelaskan dan meyakinkan kepada dirinya soal keinginan untuk menjadi penulis.

Sang penulis pun nampaknya tak mau hanya jadi sasaran tembak saja, dia balas memberikan pertanyaan demi pertanyaan yang tak jarang membuat wanita tersebut terdiam dan tersipu malu. “Menyebalkan” ucap si wanita. Ada satu pertanyaan yang sangat mengejutkan yang dilontarkan sang penulis yang kira-kira begini “Berarti kamu sulit melupakanku, sampai berapa tahun?” Ternayata penulis mendapat kepastian bahwa si perempuan yang sudah mempunyai suami dan dua anak ini nyatanya benar-benar belum bisa melupakan mantan kekasihnya itu hingga sekarang.

Keduanya memang sudah saling berkeluarga, namun ada cinta yang belum selesai yang mungkin butuh diselesaikan oleh keduanya. Bahwa sang penulis merasa pada titik tertentu. Dia harus menemuinya agar semua jelas. Apakah kenangannya yang terus tumbuh hanya semacam ilusi kenangan atau memang benar adanya, masih ada perasaan semacam cinta.

Baca Juga : Predator Seksual Di Tangerang Dan Pentingnya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Segera

Dan pada akhirnya dia bisa memastikan, memang masih mengenangnya, tapi sudah tidak mencintainya. Dapat disimpulkan bahwa perasaan memang tidak baik terus dipendam sendirian. Yang hanya membuat diri kita semakin resah memikirkanya. Cinta lama Yang belum selesai harus segera diselesaikan. Agar tidak menghambat tumbuhnya cinta-cinta baru yang harusnya tumbuh dan berkembang. Menyimpan sebuah kenangan bukanlah hal yang salah, namun setelah jauh berpetualang mengenang masalalu jangan lupa untuk bangkit dan bilang pada cinta lamamu “kau memang boleh untuk dikenang, tapi bukan untuk diperjuangkan lagi”.

Saya sangat menganjurkan kalian yang mempunyai kisah cinta lama yang belum tuntas, mungkin saja kejadian di novel ini relate atau dekat dengan kalian. Sehingga bisa memetik pelajaran dari kisah yang dihadirkan penulis.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *