Sebuah Seni Untuk Memahami Kekasih

Cerita Sisi Lain Kalis Mardiasih Pada Buku “Sebuah Seni Untuk Memahami Kekasih”

Tahun 2020 adalah tahun cetakan kedua dari buku terbaru karya Agus Mulyadi berjudul “Sebuah Seni Untuk Memahami Kekasih”. Buku ini nggak tebal, cuma 98 halaman saja. Diterbitkan oleh Shira Media. Namun membaca judul buku ini sekilas mengingatkan dengan buku kumpulan cerita karya Agus lainnya; “Lambe Akrobat.”

Sama dengan “Lambe Akrobat”, buku “Sebuah Seni Untuk Memahami Kekasih” ini juga tematik. Bedanya, kalau “Lambe Akrobat” menceritakan tentang bapaknya Agus, sementara “Sebuah Seni Untuk Memahami Kekasih” menceritakan tentang kekasihnya Agus yang kini sudah sah menjadi istrinya, Kalis Mardiasih.

Dalam buku ini kita bisa melihat lebih dalam tentang sisi lain dari seorang Kalis. Biasanya saya melihat, Kalis pada saat angkat bicara di depan kamera yang identik penuh semangat dan tegas. Argumen-argumennya pun sangatlah kokoh. Namun dalam buku ini, ternyata Kalis juga punya sisi lain. Yakni sisi yang lucu. Hal-hal lucu tentang Kalis ditulis oleh Agus Mulyadi dengan gaya menulisnya yang khas.

Misalnya nih ya, dalam tulisan yang berjudul “Video Call”, diceritakan Agus dan Kalis sedang mengobrol lewat video call WhatsApp. Meskipun obrolan panjang sudah selesai, mereka berdua hanya saling menatap satu sama lain.

Sesekali diam lalu senyam-senyum sendiri. Kemudian setelah lima belas menit, panggilan video call mereka tiba-tiba mati. Terus Kalis mengirim teks WhatsApp kayak gini ke Agus, “Mas, Maaf kuotaku mau habis, gantian Mas yang nelpon video call, ya?”

Membaca hal itu saya jadi ikut senyam-senyum sendiri karena terbayang Agus dan Kalis menjalani kisah cintanya penuh dengan candaan. Dari 39 cerita cinta Agus-Kalis yang tersaji dalam buku ini, ada satu part yang terbaik buat saya. Yakni cerita yang berjudul “Pesawat”.

Baca Juga : Kebun Latte: Tempat Nongkrong Asik Bernuansa Perkebunan

Di cerita itu, Kalis selalu mengalami masalah soal pesawat. Ia terlambat sampai bandara, salah pilih rute saat beli tiket, dan meskipun sudah berada di Bandara Kalis masih bisa ketinggalan pesawat yang jadwal penerbangannya dimajukan. Sementara Agus nampak kesal sekali saat Kalis selalu menceritakan semua masalah itu kepadanya.

Saya cukup terhibur dengan cara Agus menulis di cerita itu. Meskipun ini sebuah cerita konflik, Agus selalu pandai menarasikannya dengan jenaka. Masih banyak cerita sisi lain Kalis dalam buku “Sebuah Seni Untuk Memahami Kekasih.” Dan dari buku ini saya menemukan satu kutipan yang apik banget.

Kayak gini: “Kamu memandang pecel lele hanya dari prespektif lidah, sedangkan aku memandangnya dari perspektif sedekah dan ibadah.”

Kutipan ini ngena banget buat saya. Cukup related. Sering kali saya kalau beli makan selalu memperkarakan enak atau enggak, sementara istri saya, ya makan mah makan aja. Soal enak itu bonus. Kalau nggak enak, sedekah ke penjualnya. Asik banget deh kutipan Agus yang satu ini. Heheheee

Secara garis besar cerita dalam buku “Sebuah Seni Untuk Memahami Kekasih” ini sudah pernah diunggah di media sosial Agus Mulyadi. Kalau saya sih, bacanya di Facebook. Oh iya, mungkin kalau ada yang pernah baca cerita Agus yang nggak sengaja ninggalin Kalis di pasar Malam? Nah, cerita itu juga ada di buku ini.

Secara keseluruhan isi buku ini cukup bagus. Akan tetapi ada satu hal yang kurang sreg di hati saya, yakni perkara judul. Mungkin judul buku ini diangkat mengikuti buku-buku populer lain yang ada kata “seni”-nya. Kalau ini sebuah artikel, cukup mengumpan klik. Tapi setelah membaca buku ini, kok saya nggak dapat hal-hal yang bisa bikin saya buat memahami kekasih.

Terlepas dari itu, tetap saja saya salut dan kagum kepada Agus. Dia bisa menuliskan kekasih hatinya itu dari sisi yang lain. Namun rasanya tetap aja romantis. Saya cukup puas dan sangat berkesan ketika selesai membaca buku ini. Saking berkesannya, kok ya, saya sampai terinspirasi.

Rasanya jadi kepingin menuliskan cerita tentang istri saya dan kemudian menjadikannya sebuah buku. Persis yang dilakukan oleh Agus. Saya baru sadar ternyata di sini lah letak seninya. Ada hal-hal lain yang saya dapat, seperti rasa tergugah untuk menuliskan cerita versi saya sendiri

***

Judul Buku: Sebuah Seni Untuk Memahami Kekasih

Penulis: Agus Mulyadi

Penerbit: Shira Media

ISBN : 978-602-5868-90-0

Dimensi : 13 x 19 cm ISBN

Jumlah halaman: xviii + 98 halaman

Cetakan kedua : 2020

Komentar
Allan Maullana

Suka terbangun pada pukul 04:12am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *