Bisa Rutin Membaca, Sebuah Resolusi Para Pecinta Buku

Tahun baru akhirnya tiba, kini 2019 telah berganti 2020. Ada begitu banyak hal yang terjadi di tahun lalu, baik dan buruk semua sudah dihadapi. Kini, menghadapi tahun yang baru, tentu sebuah resolusi baru harus dicanangkan. Dan, biasanya, salah satu resolusi yang kerap hadir bagi para pecinta buku adalah: bisa rutin membaca.

Ya, entah kenapa semakin lama hidup dan semakin tua usia bertambah, waktu untuk membaca kok rasanya semakin sedikit. Mungkin ya semua ini terjadi karena efek menjadi budak korporat yang mau nggak mau harus menghabiskan waktu dan hidup untuk bekerja. Habis mau bagaimana lagi, kalau nggak kerja nanti kita nggak bisa makan, euy.

Jika kita mengingat kembali kejadian di masa lalu, sepertinya kita punya cukup banyak waktu untuk menghabiskan banyak buku dalam sebulan. Malah ada yang bisa habis lebih dari 10 buku. Sekarang mah, jangankan puluhan, bisa habis buku 2 dalam sebulan saja sudah bagus. Eh, satu saja sudah syukur deh.

Saya sendiri merasakan itu. Dulu, di fase kuliah waktu masih muda, saya bisa melahap puluhan judul buku dalam satu bulan. Kebutuhan saya akan membaca sangat tinggi. Tapi ya itu dulu, sekarang mah bisa dua bulan habis satu buku saja sudah bagus.

Pernah saya berpikir bahwa kesibukan akan pekerjaan menjadi faktor utama penyebab saya tidak lagi mampu banyak membaca buku. Walau kemudian saya sadar, itu memang menjadi satu faktor tapi bukanlah penyebab utama. Setelah berulang kali berpikir, akhirnya saya sadar kalau akar dari semua persoalan ini adalah kemalasan. Ya, saya menjadi malas membaca buku.

Baca Juga:  Penyebab Mengantuk Saat Membaca

Kalau dipikir-pikir, sebenarnya dulu saya ya juga malas membaca buku. Setidaknya saya malas membaca banyak buku. Kalaupun membaca, ya hanya buku-buku yang saya gemari saja. Itu pun biasanya hanya sebulan dua buku. Dan itu pun novel atau teenlit belaka.

Barulah kemudian, ketika SMA, saya mulai memaksakan diri untuk rutin membaca. Ya ada alasannya sih, pertama suka sama perempuan suka baca, kedua mau membuktikan diri sama guru-guru kalau saya ya nggak bego-bego amat. Minimal, kalau saya nggak bisa matematika, bukan berarti saya tidak mengerti apapun yang ada di dunia ini.

Setelah itu, saya mencoba mendisiplinkan diri untuk rutin membaca. Ya, kata kuncinya adalah mendisiplinkan diri. Sehari minimal saya harus membaca 50 halaman, selelah apapun hari yang telah saya jalani. Dengan upaya mendisiplinkan diri inilah kemudian makin hari saya makin terbiasa membaca banyak buku.

Ingat, sekali lagi, saya bukannya tidak suka membaca buku. Sejak SD ya saya suka membaca buku. Namun, ya hanya sebatas suka dan membaca buku yang saya suka saja. Tapi dengan mendisiplinkan diri untuk rutin membaca, tubuh saya jadi terbiasa untuk tidak cepat lelah dalam membaca. Setelahnya, akhirnya saya menemukan kenikmatan tersendiri dalam membaca banyak buku.

Kini, setelah melewati fase doyan membaca banyak buku, di usia yang semakin tua, saya pada akhirnya membuat sebuah resolusi untuk kembali mendisiplinkan diri guna rutin membaca. Ya saya buat target yang nggak berat-berat amat dulu, membaca minimal 50 halaman sehari. Kalau bisa lebih bagus, kalau sudah mulai terbiasa nantinya target akan saya naikkan.

Pada akhirnya saya sadar, tidak membaca banyak buku dalam beberapa tahun terakhir ini telah membuat saya menjadi semakin bodoh dan semakin seperti robot. Hidup yang hanya bangun untuk bekerja kembali setelah terlelap tidur karena lelah bekerja. Dan karena itu, saya harus membaca lebih banyak buku agar tidak menjadi manusia yang bodoh-bodoh amat.

Baca Juga:  Si Buta Dari Gua Hantu: Sebuah Karya Yang Diciptakan Oleh Komikus Asal Tangerang

Komentar

Bukan siapa-siapa, bukan apa-apa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *