Bersiap Menyambut Perpustakaan Digital di Tangerang LIVE

Selama ini banyak orang Tangerang menganggap walikotanya itu gila taman. Makanya julukan Wagiman, Walikota Gila Taman, disematkan kepada walikota yang memimpin di periode keduanya ini. Terhampar di tiap-tiap titik Kota Tangerang yang lumayan padat penduduknya. Tercatat ada puluhan taman tematik yang ia bangun selama kepemimpinan di periode pertamanya itu. Mulai Taman Potret, Taman Kelinci hingga Taman Burung telah menghiasi kota industri ini. Suka atau tidak, taman-taman itu telah menjadi alternatif wisata untuk warga Tangerang.

Kini, anggapan seperti itu sepertinya kita bisa geser dahulu. Soalnya, untuk periode kedua ini, perhatian Arief R Wismansyah bukan lagi terfokus di dunia pertamanan saja, melainkan sudah merambah ke dunia literasi. Dikutip dari antaranews.com, Pemerintah Kota Tangerang membuat E-Library setelah disahkannya Raperda Perpustakaan oleh DPRD. Pemerintah kota bersama DPRD Kota Tangerang telah menyepakati Perda tersebut pada tanggal 16 November kemarin.

Di jaman teknologi ini, E-Library menjadi salah satu alternatif untuk memudahkan masyarakat mendapatkan literatur. E-Library atau perpustakaan digital ini dapat menampung banyak buku dalam bentuk digital yang dimana dapat diakses lewat gawai. Perpustakaan digital ini tentunya berbeda dengan perpustakaan seperti biasanya.

Perpustakaan digital merupakan perkembangan modern dari bentuk perpustakaan tradisional walaupun mungkin suatu perpustakaan digital masih mempunyai bentuk fisik dalam proses pelaksanaannya seperti: ada kantornya, ada koleksi buku-buku, dan ada pelayanan langsungnya. Tujuan adanya perpustakaan digital antara lain: penyimpanan informasi, dokumen, audiovisual, dan materi grafis yang tersimpan dalam berbagai jenis media.

Di banding perpustakaan yang menyimpan berbagai buku cetak dan menghabiskan banyak ruang, perpustakaan digital dapat menampung banyak buku dalam satu server(wadah). Dalam pelaksanaannya, perpustakaan digital ini nantinya dapat diakses melalui aplikasi Tangerang LIVE, sebuah aplikasi pelayanan dari Pemkot Tangerang.

Walikota Tangerang berharap masyarakat Tangerang dapat lebih mudah untuk mengakses literatur dan menambah minat baca. Soalnya, E-Library ini akan mengacu pada Perpustakaan Nasional. Keunggulannya, literatur-literatur yang ada di perpustakaan digital ini tidak hanya berasal dari Indonesia namun juga dari luar negeri. Jadi, untuk kita yang ingin mencari referensi dengan sumber-sumber yang lebih lengkap dapat mengakses E-Library ini.

Tangerang bukanlah kota pertama yang memfasilitasi buku lewat E-Library ini. Pemerintah Kota Yogyakarta sudah melakukannya lebih dulu, dirintis sejak tahun 2017. Hal yang sama juga dilakukan oleh Pemerintah Kota Manado. Tujuannya sama, memberi kemudahan kepada masyarakat ‘kutu buku’.

Di era digital ini, tantangan perpustakaan konvensional semakin banyak. Era digital mau tidak mau telah membawa perubahan di berbagai bidang, termasuk perpustakaan. Dengan adanya E-Library akan membawa kemudahan. Untuk pemustaka tidak selalu harus ke perpustakaan untuk mendapatkan buku yang mereka inginkan. Buku-buku dapat diakses memalui gawainya dengan duduk manis di rumah.

Mau tidak mau baik masyarakat ataupun pemerintah harus mengikuti perkembangan teknologi. Perpustakaan Tangerang sudah selayaknya tidak lagi bangga dengan tumpukan koleksi buku yang ada di raknya. Karena perilaku masyarakat dalam memperoleh informasi sudah mengalami perubahan ke arah digital. Dengan adanya E-Library pelayanan literasi dari pemerintah kota ini akan tetap eksis dan diminati oleh semua kalangan, baik tua maupun muda.

Komentar

Bergembira sebelum negara api menyerang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *