Ayah: Cerita cinta terbaik seorang Ayah pada Anaknya

Obrolan tak sengaja dengan teman soal buku-buku karya Andrea Hirata, buat saya penasaran dengan novel Ayah.

Penulis yang sukses dengan tetralogi Laskar Pelangi ini membuat saya selalu menunggu dengan karya-karyanya. Dalam novel Ayah, Andrea Hirata mendongengkan kisah cinta terbaik dari ayah untuk anaknya, dari suami pada istrinya dan cinta yang bertepuk sebelah tangan.

Selain itu, yang tak pernah terlepas dari Andrea adalah ia selalu mengisahkan soal persahabatan, pun yang terjadi di Novel Ayah ini. Penggambaran kekonyolan masa sekolah serta cinta yang mengubah seseorang menjadi gila menjadi gurih untuk dibaca. Menurut saya ini kisah cinta terbaik dari Belitong.

Novel ini mengajarkan tentang kisah persahabatan, kesetiaan cinta, dan sosok Ayah yang digambarkan penulis pada sosok Sabari. Saya kira Andrea Hirata tidak serta merta memberi nama tokoh utama dengan nam Sabari. Tokoh ini memang benar-benar sabar.

Dikisahkan, Sabari adalah siswa berprestasi, mengikuti banyak kegiatan di sekolah, dan tentu pandai berpuisi. Seorang yang tak pernah mengenal cinta, tapi setelah jatuh cinta rela melakukan apapun. Marlena, perempuan yang akhirnya jadi istri Sabari ini memiliki paras cantik, memikat dan sering ganti-ganti pasangan.

Konfliknya, Marlena hamil entah oleh siapa. Markoni, ayah Marlena marah. Kejadian ini mencoreng mukanya. Tapi Sabari tetap cinta menikahi Marlena, orang yang sejak lama amat ia cintai.

Sampai mereka mempunyai anak bernama Zorro yang dididik Sabari dengan puisi dan dongeng, cintanya tetap bertepuk sebelah tangan. Marlena menikah lagi dan membawa anaknya. Sabari menjadi gila. Bukan karena ditinggal istrinya, tapi karena anak yang sudah sangat ia cintai pergi.

Seperti singgungan saya di awal, Andrea menyelipkan kisah persahabatan. Sahabatnya, Ukun dan Tamat, mencari Zorro, menelusuri Sumatra. Berharap mampu membawa kembali pusat kehidupan sahabat mereka.

Ukun dan Sabari, berbekal surat-surat yang di kirim Marlena pada Zuraida, sahabat semasa SMA, mencari zorro dan berhasil.

Zorro, yang berganti-ganti rumah, kesana-kemari, bahkan punya banyak ayah karena Marlena menikah-cerai, akhirnya kembali pada ayah yang mengenalkannya pada puisi, yang membesarkannya dengan penuh cinta.

Kulalui sungai berliku

Jalan panjang sejauh pandang

Debur ombak yang menerjang

Kukejar bayangan sayap elang

Di situlah kutemukan jejak-jejak untuk pulang.

Ayahku, kini aku telah datang

Ayahku, lihatlah, aku sudah pulang

(Puisi pada Halaman 384)

Marlena yang berkali-berkali bertindak semaunya dan meyakiti tak membuat Sabari berpaling hati. Sabari, menuangkan puisi cinta yang sampai mati ia pegang teguh penggalan puisi yang di tulis pada nisan Sabari “Biarkan aku mati dalam keharuman cinta mu”. Kisah cinta itu akhirnya berbalas. Marlena yang menikah terakhir dengan Amirza, bilang kepada Amiru(Zorro) untuk memakamkannya di samping Sabari.

Pada lembaran awal Novel memang ada sebuah kalimat yang membuat saya percaya bahwa ini kisah nyata. Kalimat itu adalah “seperti yang amiru kisahkan padaku”. Jika memang ini nyata, ini adalah kisah cinta terbaik dari belitong, kisah Ayah terbaik yang pernah saya dengar sejauh ini.

Kita belajar bahwa cinta ternyata pengorbanan dan kesabaran.  Ayah, yang biasanya sangat jarang mengucapkan sayang atau cinta pada anak laki-lakinya, tapi di Novel ini, Ayah begitu menunjukan cintanya tanpa malu-malu.

Silahkan baca novel ini, lalu tenggelamlah dalam kisah cinta terbaik yang di tuturkan pendongeng khas melayu bernama Andrea Hirata ini agar kita memahami cinta dengan kesabaran ala Sabari.

Komentar

Nggak bisa tidur kalau belum diucapin selamat malam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *