Around the world in eighty days : ketika Jules Verne membuat karangan fiksi terbaiknya

Kalian ingin berkeliling dunia dalam 80 hari?  Jika tertarik mencoba perjalanan ini, tidak usah ambil pusing memikirkan caranya. Cukup membaca novel karya Jules Verne, maka kalian akan menikmati petualangan yang sangat luar biasa.

Jules Verne memang dikenal sebagai seorang penulis novel yang menceritakan berbagai macam petualangan. Beberapa karya tulisannya sudah sangat dikenal masyarakat dunia dan telah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa, termasuk Bahasa Indonesia. Atas berbagai karyanya, beliau dianggap sebagai “Bapak Cerita Fiksi Ilmiah”. pada abad ke-18 Jules Verne juga diibaratkan seorang penulis yang telah mendahului zamannya, karena dalam karya beliau bercerita bahwa manusia dapat berkeliling dunia dalam waktu 80 hari, hal yang mustahil pada zaman itu.

Salah satu karyanya berjudul “Around The World In Eighty Days” yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Menjadi novel klasik petualangan yang paling terkenal di dunia. Novel ini dibuat pada tahun 1873. Akan tetapi, Jules Verne bisa menyajikan kisah dan teknologi yang sudah modern pada massa tersbut. Hal ini pula yang membuat saya tetap mengikuti alur ceritanya, karena walaupun buku ini ditulis pada zaman teknologi belum maju, penggambaran teknologi yang Jules Verne kisahkan terbilang relevan dengan zaman sekarang. Dengan begitu, karya Jules Verne sendiri sudah terbukti telah menginspirasi ilmuan modern dan menemukan sejumlah temuan penting dalam peradaban manusia.

Dalam “Around The World In Eighty Days” Jules Verne menulis kisah hidup seorang pemimpin sebuah klub perkumpulan bernama Reform Club di London, yang menerima taruhan untuk berkeliling dunia dalam waktu 80 hari. Phileas Fogg, salah satu tokoh yang berperan dalam novel ini memiliki  kehidupan teratur, teliti dan disiplin. Begitu sangat telitinya, Fogg menghitung berapa langkah kaki yang ia tempuh dari rumahnya menuju Reform Club.

Perjalanan 80 hari dimulai ketika Fogg sedang berkumpul bersama rekan-reakanya di Reform Club, lalu terjadi perdebatan sengit mengenai waktu perjalanan yang diperlukan untuk dapat mengelilingi dunia. Perhitungan matematis Fogg menyatakan bahwa perjalanan dapat ditempuh dalam waktu 80 hari, termasuk semua kejadian  di dalamnya. Namun rekan-rekan Reform Club tidak mempercayai hal tersebut. Sehingga mereka bertaruh sebanyak 20.000 poundsterling dengan Fogg bahwa hal itu mustahil dilakukan.

Bagian cerita yang saya suka dari buku ini ialah, dalam perjalanannya mengilingi dunia Fogg ditemani oleh pelayan Perancis yang bernama Passepartout. Setiap perjalanan yang dilalui Fogg selalu dihadapkan dengan berbagai macam hambatan dan juga rintangan. Namun, akhirnya Fogg dapat kembali ke London dan memenangkan taruhannya itu. Ia juga berhasil membuktikan bahwa manusia bisa mengelilingi dunia hanya dalam waktu 80 hari.

Penulis sangat piawai dalam menceritakan bagian demi bagian ceritanya. Alur campuran yang digunakan dalam buku ini, membuat saya menebak-nebak alur cerita selanjutnya. Bahasa yang digunakannya pun, mudah dipahami. Sehingga banyak anak-anak muda mencari buku ini karena ingin merasakan perjalanan 80 hari mengelilingi dunia. Novel Jules Verne ini cocok untuk kalian yang menyukai cerita petualangan.

Pesan-pesan yang ingin disampaikan dalam novel karya Jules Verne menjadi daya Tarik bagi pembacanya. Sungguh, sebuah kisah petualangan dengan jalan cerita yang tak terdua. Kisah Fogg dalam novel tersebut memberikan kesan bahwa untuk mewujudkan sebuah impian diperlukan suatu perjuangan dan pengorbanan yang besar.

Komentar
Dimas Wildani

You know my name, not my story

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *