Apa yang Bisa Dilakukan Komunitas Baca Tangerang Ke Depan?

Menurut saya anggapan bahwa Komunitas Baca Tangerang bertujuan untuk meningkatkan minat baca atau meningkatkan literasi di Tangerang itu berlebihan. Komunitas kecil ini tidak menggantungkan tujuan setinggi dan semulia itu. Sederhana nya, komunitas ini dibentuk sebagai wadah belajar bagi siapapun. Just it.

Berawal dari keinginan saya dan teman-teman untuk belajar mengenai buku dan dunia kepenulisan, Komunitas Baca Tangerang terbentuk dengan cara yang sederhana dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja. Hal lain mengenai peran komunitas mendistribusikan buku untuk masyarakat merupakan cara kami untuk berbahagia.

Komunitas ini mengedepankan kedisiplinan dan konsistensi anggotanya. Bagaimana kerja-kerja sederhana dapat berjalan, baik kerja online maupun offline. Terbukti dalam satu tahun terakhir kami masih ada dan dinamika organisasi masih berjalan walaupun semangat mengalami pasang surut.

Satu tahun adalah umur yang masih sangat belia untuk ukuran organisasi. Kata orang, berkembang atau terpuruknya organisasi dilihat di tahun kedua, ketiga dan keempat. Begitulah umumnya yang saya dengar dari pengalaman-pengalaman organisasi lain. Tapi apalah umur itu, ada komunitas yang berhasil mengukir prestasi di tahun pertama, ada juga yang berhasil di tahun kelima. Hal itu hanya perkara waktu saja.

Namun, sebagai salah satu anggota, saya pribadi memupuk harapan yang bisa dilakukan oleh komunitas kecil ini untuk masyarakat di tahun kedua umur komunitas ini:

 

Mengadakan Workshop Menulis ke Sekolah-sekolah di Tangerang

Anggota Komunitas Baca Tangerang sudah mengikuti workshop menulis beberapa kali dalam satu tahun terakhir. Bahkan sebelum komunitas ini terbentuk, para anggotanya mengikuti workshop terlebih dahulu demi mengurus website komunitas. Ya, walaupun masih dalam tahap belajar, komunitas ini mampu mengelola sebuah website dengan cukup baik. Hal itulah yang mendasari saya berfikir untuk menyalurkan ilmu yang didapat kepada masyarakat luas, walau hanya sebesar biji jagung, namun itu sangatlah berarti.

Sekolah adalah target utama.  Saya kira siswa-siswa di Tangerang perlu mendapat bimbingan menulis agar Tangerang mencetak penulis-penulis muda. Harapan lain, minimal ada tulisan-tulisaan yang nyangkut ke bacatangerang.com dari siswa-siswa Tangerang.

Tapi kami tidak menutup kemungkinan untuk mengadakan workshop menulis kepada mahasiswa atau komunitas yang ingin belajar. Dan harap dimaklumi, ilmu kami tentang menulis masih cetek.

 

Membuat Website Peminjaman Buku

Saya amati masyarakat kita sedang dimanjakan oleh teknologi. Di jaman smartphone, banyak masyarakat yang berbelanja melalui online karena banyak kemudahan yang mereka dapatkan. Mulai dari alasan efesiensi waktu hingga biaya.

Saya berangan-angan untuk membuat sebuah website untuk peminjaman buku yang tersedia di komunitas ini. Koordinator saya pernah menceritakan ada sebuah komunitas literasai di Tangerang yang ingin membuat aplikasi android untuk bertukar buku. Aplikasi tersebut kurang lebih seperti OLX dan aplikasi jual-beli lainnya. Namun dalam hal ini, aplikasi yang dibicarakan lebih fokus kepada tukar-menukar buku.

Saya kira rencana untuk membuat aplikasi android untuk memudahkan masyarakat meminjam buku adalah ide yang cemerlang. Masalahnya, sampai sekarang ide tersebut baru sebatas obrolan. Belum ada upaya untuk merealisasikan keinginan tersebut.

Untuk itu, pembuatan aplikasi android jenis ini perlu ditindaklanjuti demi mempermudah masyarakat mengakses buku. Ya, minimal membuat sebuah website peminjaman buku karena membuat aplikasi android seperti itu membutuhkan biaya yang lumayan banyak.

 

 

 

Mengadakan Festival Literasi di Tangerang

Saya jarang sekali menemui acara-acara literasi di Tangerang atau memang saya yang kurang mengeksplorasi ke sekitaran Tangerang. Tapi jika kita berkaca dengan Jogja, Malang dan Bandung. Tangerang masih jauh tertinggal, jika berbicara literasi. Salah satu tolak ukur berkembangnya literasi adalah acara-acara literasi yang mempertemukan penulis, pembaca, hingga penerbit buku. Dan salah satu cara untuk mewujudkannya adalah festival literasi. Acara seperti ini mungkin terlalu besar untuk diwujudkan komunitas kecil. Tapi namanya harapan, pasti ada kemungkinan terwujud. Semoga saja. Doakan~

Perlu saya tekankan lagi, tiga hal di atas adalah renungan saya pribadi. Keinginan tersebut baru sebatas obrolan dua-tiga dari pengurus. Komunitas ini belum membicarakannya secara serius. Cepat atau lambat hal itu akan segera terobrolkan.

Semoga tepat pada perayaan ulang tahun ke-1 yang jatuh di hari ini, 30 September 2018, Baca Tangerang dapat menggapai beberapa mimpi tadi ke depannya. Dan mungkin lebih bahkan sangat-sangat dahsyat.

Bung Karno pernah bilang, “Gantungkan cita-citamu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau jatuh di antara bintang-bintang” dan saya menginginkan bintang bagai bintang di surga, dan seluruh warna, dan kasih yang setia, dan cahaya nyata (nyanyi Peterpan). Uyeyeyeahhhh–

 

Sekian
Tim pengurus Baca Tangerang, jelek gapapa yang penting gaya

 

Komentar

Wadah belajar bersama bagi teman-teman Tangerang yang punya ketertarikan pada dunia literasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *