Akademi Militer di Tangerang

Membangun Barisan Pertahanan Melalui Akademi Militer Pertama Indonesia di Tangerang

Siapa yang tidak bangga pada anaknya yang berhasil sukses masuk Akademi Militer, sudah tentu pastinya beribu-ribu pujian tersemai oleh orangtua, sahabat bahkan kekasih. Kiprah si anak kelak mempunyai masa depan yang gemilang dimata orang tua, bangsa dan negara

Sang anak sudah memperhitungkan  kedepan bahwa jika lolos maka akan dibebani tanggung jawab yang besar sebagai pemimpin dalam pasukan militer. Untuk itu jangan menyia-nyiakan pendidikan, banyak pelajaran penting yang didapat semasa pendidikan di Akademi Militer.

Akademi Militer dulunya terbentuk berkat upaya Markas Besar Tentara lewat kesadaran bahwa perlawanan terhadap Belanda yang terus mengadakan usaha menjajah kembali Indonesia akan berlangsung lama. Untuk itu diperlukan tenaga pimpinan yang dapat melanjutkan perjuangan melawan penjajah dalam jangka waktu yang lama dengan mendirikan Akademi Militer. Selain itu di akademi mililter yang ada di Tangerang pun bertekad sama, bertujuan untuk membentuk perwira-perwira yang menjalankan kepemimpinan Angkatan Perang.

Sekolah Militer atau dulunya disebut dengan Akademi Militer Tangerang, dibentuk pada bulan November 1945 pasca kemerdekaan oleh Daan Mogot. Melihat bahwa rakyat tidak ingin penjajah kembali menyusup kembali ke tanah air, terutama untuk datang ke Tangerang.

Adapun karena memang dulunya rakyat yang sudah terpaut berani dalam mengentaskan penjajah, mengusir jauh-jauh, melakukan perlawanan berbekal dengan sebilah bambu runcing.

Dalam misinya, sekolah militer di Tangerang menginginkan untuk meregenerasi kader dari yang sebelumnya sempat krisis akan kader TKR (Tentara Keamanan Rakyat)

Melihat kondisi tersebut munculah keinginan Daan Mogot untuk berpihak pada rakyat dibanding dengan sekutu, meski mulanya Daan Mogot sempat tergabung dalam PETA. Lantas ia bersama rekan seperjuangannya lebih memilih untuk memimpin akademi militer di Tangerang.

Banyak tokoh-tokoh yang setuju dan mendukung terhadap pembuatan sekolah tersebut, diantaranya para pahlawan perwira, Letkol Suroto, Letnan Polisi Militer Soebianto Djojohadikusumo, Letnan Sutopo, Mayor Daan Yahya, Mayor Singgih dan termasuk juga sang pengagas utamanya, yaitu Mayor Daan Mogot. Beberapa dari mereka ada yang terlebih gugur dalam medan perang, sampai pada akhirnya berakhir dalam pertempuran Lengkong.

Para tokoh tersebut memanfaatkan bekal ilmu yang didapat dari Jepang yang kala itu tergabung dalam barisan sekutu. Kemudian mereka terapkan pada sistem pendidikan di Akademi Militer Tangerang. Jumlah peserta yang tergabung mulanya berjumlah sedikit, namun para pemuda merasa sadar bahwa perlu andil besar terhadap perjuangan di Indonesia.

Atas dasar keinginan yang kuat itulah jumlah peserta kian waktu semakin bertambah hingga mencapai 200 pemuda, dari kalangan pendidikan sekolah menengah, buruh dan sebagainya. Juga pada proses penggemblengan terhitung lumayan memakan wakutu yang cukup lama.

Sebelumnya peserta diberi pelajaran mengenai recrutering  atau yang disebut dengan pengenalan akan pemahaman sebagai caper yang berdaya juang. Bertempat di Asrama Prapatan Jakarta yang kini masih beridiri kokoh, sebagai asrama brimob. Dulunya juga tempat ini sering dijadikan sebagai tempat nongkrong para aktivis bawah tanah.

Hingga tahapan tersebut selesai maka peserta akan mendapat pendidikan selama 3 bulan di Akademi Militer Tangerang. Lulusan dari Akademi itu dusebar ke berbagai wilayah yang utmanya ke daerah-daerah Jawa, seperti ditempatkan di Resimen V, Divisi SIiliwangi dan Inspektorat Infanteri di Yogyakarta.

Kita perlu berbangga atas jasa mereka semua, yang hari itu sudah mau berkorban terhadap kemajuan lini pertahanan militer. Untuk para prajurit muda yang saat ini sedang mengemban tugas, bawalah mandat tersebut dimanapun berada. Buktikan bahwa Anggota Militer sekarang ini masih memiliki semangat juang yang sama dengan para pahlawan angkatan dulu. Negara dan Bangsa Menunggu Dharma Baktimu.

Komentar

Benci feodal namun juga bukan patriotik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *