5 Rekomendasi Buku Untuk Menemani Aktivitas Di Rumah Aja

Wabah Virus Corona sedang menyebar dan Indonesia sudah merasakan dampaknya. Virus yang telah mengakibatkan puluhan ribu korban jiwa ini membuat aktivitas warga Indonesia menjadi terbatas. Hal ini dilakukan mengingat penyebaran virus yang cepat antar manusia. Di Indonesia sendiri sudah ada ratusan orang terjangkit virus ini. Masih sedikit sih dibandingkan Italia. Tapi persentase korban dari virus di Indonesia terbilang cukup tinggi hingga 9 persen.

Beberapa pemerintah daerah meliburkan aktivitas pendidikan di sekolah. Banyak perusahaan juga menerapkan kerja dari rumah bagi karyawannya untuk mencegah penyebaran virus ini. Mereka menganjurkan agar aktivitas di luar rumah dikurangi. Hal ini diperlukan agar orang yang membawa virus tidak dapat menularkan, dan orang yang bersih tidak tertular.

Nah, agar aktivitas berdiam diri di rumah tidak membosankan, berikut adalah beberapa buku yang saya rekomendasikan untuk dibaca sambil menemani hari-hari karantina melawan Covid 19 ini.

Mindset – Carol S. Dweck

Buku Mindset bisa mengubah pola pikirmu dari mindset tetap (fixedmindset) kepada mindset tumbuh (growthmindset). Saya tidak menganggap bahwa buku ini sebagai buku motivasi. Tetapi lebih dari itu, dari buku ini kita bisa merancang pola pikir dengan baik.

Dalam buku Mindset, kita juga akan dikenalkan dengan beberapa kisah orang-orang yang memiliki mindset tumbuh. Mengajarkan kepada kita bagaimana menyikapi masalah dan menghadapi masalah.

Saat karantina diri di rumah saja, buku ini cukup tepat menemani kekosonganmu. Siapa tahu buku ini bisa membuat kita melakukan sesuatu ke arah yang lebih positif.

Sekolah Itu Candu – Roem Topatimasang

Karena Virus Corona, banyak sekolah diliburkan. Inilah saatnya untuk membaca buku Sekolah Itu Candu karya Roem Topatimasang. Sebuah buku yang akan mengubah pandanganmu mengenai sekolah.

Buku ini berbicara banyak tentang bagaimana sekolah bekerja. Banyak tulisan yang mengkritik pandangan publik mengenai sekolah, dan bagaimana sekolah sekarang bukanlah satu-satunya tempat untuk belajar. Walaupun ini adalah buku kumpulan esai, tapi selalu menarik untuk dibaca dari bab ke bab.

Yang perlu diingat, Sekolah Itu Candu bukanlah buku panduan yang memberi ajakan untuk keluar dari sekolah. Justru buku ini mengajarkan kita untuk bisa berpikir kritis dan membuang jauh stigma bahwa sekolah adalah segalanya. Inti dari buku ini mengajari kita bahwa semua tempat adalah sekolah, semua orang adalah guru dan semua buku adalah ilmu.

Baca Juga : Ketika Masyarakat Baduy Tidak Menolak Literasi

Para Bajingan yang Menyenangkan – Puthut EA

Jika kamu membutuhkan sesuatu yang humoris, buku Para Bajingan yang Menyenangkan karya Puthut EA ini menjadi rekomendasi utama dari saya. Buku ini dijamin membuatmu terkekeh-kekeh oleh tingkah laku para tokoh.

Dari awal hingga akhir buku ini tersaji momen lucu yang akan mengisi kekosonganmu di rumah. Sesuai dengan judulnya, cerita-cerita yang ditulis Puthut EA selalu menyenangkan. Terlepas dari konotasi ‘Bajingan’ dalam judul, para tokoh dalam buku ini adalah sekumpulan anak muda yang ingin selalu bersenang-senang dengan caranya sendiri.

Monster Kepala Seribu – Laura Santullo

Monster Kepala Seribu adalah novel yang menegangkan. Saat kesehatan menjadi sorotan masyarakat sekarang ini, asuransi kesehatan menawarkan jaminan kesehatan dengan manis. Tentu banyak orang tergiur dengan jaminan kesehatan. Tapi dalam novel ini berkata lain.

Novel ini sarat akan makna tentang bobroknya perusahaan asuransi. Sebuah perusahaan yang seharusnya melindungi pelanggannya malah terkesan cuci tangan dari permasalahan. Dalam novel ini, negara belum mampu melakukan tugasnya dan tidak mampu mengawasi perusahaan asuransi.

Karena Jurnalisme Bukan Monopoli Wartawan – Rusdi Mathari

Virus Corona menjadi isu nasional, bahkan dunia. Banyak pemberitaan mengenai wabah ini dan banyak juga berita bohong tersiar. Kita harus pintar memilah berita dan jurnalis, sebagai produsen berita, harus memegang teguh keasliannya.

Hal seperti ini dibahas di buku Rusdi Mathari, Karena Jurnalisme Bukan Monopoli Wartawan. Memang, buku ini bukanlah buku panduan menghindari berita bohong (hoax). Tapi setidaknya, dengan membaca buku ini kita bisa lebih paham memilah berita atau lebih bijak dalam menyebarluaskan.

Itulah kelima buku yang saya rekomendasikan untuk dibaca ketika melakukan karantina mandiri di rumah aja. Ingat, yang namanya virus Corona ini berbahaya, dan tidak bisa dipandang remeh. Selain jika tidak mau tertular, kalian harus mengurangi aktivitas luar ruang agar tidak membuat orang-orang yang kalian sayangi tertular virus ini. Perlawanan paling utama terhadap virus ini adalah dengan pembatasan pertemuan fisik antar manusia, jadi, ayo di rumah aja.

Baca Juga : RUU Omnibus Law Tebar Kesejahteraan, Sebenarnya Untuk Buruh Atau Investor ?

Komentar

Bergembira sebelum negara api menyerang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *