5 Ikon Terpopuler Di Tangerang

Ketika menyebut nama Jogja, hal pertama yang ada di benak kita adalah Keraton Jogja. Dan Jakarta, kita langsung terbesit memikirkan kata Monas. Begitu juga dengan kota-kota lain yang mempunyai landmark, atau bisa kita sebut ikon, seperti Surabaya dengan Tugu Sura dan Buaya, Pontianak dengan Tugu Khatulistiwa, dan Aceh dengan Masjid Baiturrahman.

Yah, adanya ikon di suatu kota bisa meninggalkan kesan terhadap wisatawan yang berkunjung di kota tersebut. Di samping itu, ikon menjadi hal yang patut dibanggakan oleh warganya.

Seperti kota besar lain di Indonesia, Kota Tangerang mempunyai ikon yang patut dibanggakan. Dengan segudang ikon mentereng yang tak kalah menarik dibanding kota-kota lain

Jam Gede Jasa

Dari namanya saja sudah mencirikan Kota Tangerang. Jasa, kosakata ini akrab dipakai warga Tangerang yang berarti banget atau sangat. Jadi, Jam Gede Jasa itu artinya Jam Gede Banget. Di sisi lain, penamaannya juga mengacu pada Situ Gitu (danau Gitu) di dekat tugu tersebut.

Design tugu jam ini cukup unik dengan tema ‘gear’ penggerak mesin. Hal ini bermaksud menggambarkan bahwa Kota Tangerang adalah kota industri. Tugu ini menjulang setinggi 17 meter dan berdiameter 2 meter.

Tugu Adipura

Sebenarnya, Tugu Adipura sudah ada di beberapa kota seperti Bandar Lampung, Tasik dan Jakarta. Namun, Kota Tangerang memberikan identitas yang berbeda dengan prestasi yang didapatnya. Tugu menjadi saksi Kota Tangerang dalam mendapatkan penghargaan Adipura selama tujuh tahun berturut-turut. Untuk predikat kota yang bersih dan layak huni.

Tugu ini cukup menarik dengan design bola bulat di atas dan lafadz Allah. Design ini sejalan dengan tagline Kota Tangerang: Akhlakul Karimah.

Masjid Al A’zhom

Selanjutnya, Masjid Al A’zhom menjadi ikon kota Tangerang karena bangunannya yang cukup megah. Selain itu, masjid ini terkenal di Indonesia dengan kubah terbesar di Asia Tenggara.

Banyak wisatawan yang mengunjungi Kota Tangerang untuk sekedar melihat dan adapun yang sekaligus untuk beribadah di masjid ini. Karena letaknya yang strategis, masjid ini adalah tempat yang wajib dikunjungi wisatawan jika datang ke Tangerang.

Bendungan Pintu Air Sepuluh

Sungai Cisadane memang sudah dikenal banyak orang, namun ikon dari sungai ini adalah Bendungan Pintu Air Sepuluh. Bendungan ini berfungsi untuk mengatur aliran sungai Cisadane yang tersebar di Tangerang. Dibangun pada masa kolonial, bendungan ini masih kokoh dan beroperasi sampai sekarang. Pintu airnya pun tetap berfungsi dengan baik dalam mengatur debit air yang datang. Dari aliran air bendungan ini, petani di Tangerang dapat mengairi areal persawahan untuk bercocok tanam dan sekaligus guna menjadi sumber air bersih warga Tangerang.

Jembatan Berendeng (Benteng-Grendeng)

Terakhir ada Jembatan Berendeng yang menghubungkan antara Jalan Benteng Makasar dan Gerendeng. Jembatan ini merupakan ikon terbaru Kota Tangerang, diresmikan pada 4 Februari 2018. Jembatan ini turut mendapat perhatian dari warganya. Sebab, memiliki keunikan pada lantai kaca yang dapat dijadikan spot untuk berselfie ria bagi pengunjung.

Kota Tangerang mempunyai banyak ikon yang patut dibanggakan. Dengan umur yang masih tergolong muda, Kota Tangerang masih punya banyak kesempatan untuk membuat ikon-ikon baru terutama untuk memberikan ciri khas pada kota ini.

“Layaknya gadis yang baru tumbuh dewasa, Kota Tangerang akan terus mencoba berdanan dengan berbagai macam gaya. Hingga akhirnya menemukan dandanan yang pas untuknya.” celetukan teman saya.

Komentar

Bergembira sebelum negara api menyerang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *