teknik membaca

4 Teknik Membaca Yang Efektif

Beberapa orang melakukan aktifitas membaca yaitu untuk sekedar mengisi waktu luang—misalnya: sedang di kereta, menunggu pesawat, atau sebagai teman meminum kopi. Ada pula yang sudah mulai dijadikan suatu kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupannya—misalnya: ada target capaian buku dalam seminggu. Namun sebagian besar dari mereka masih menggunakan cara membaca pada umumnya yaitu membaca kata per-kata, halaman per-halaman, bab per-bab.

Tapi ternyata ada cara efektif yang dapat mempermudah proses membaca, dengan kondisi bahwa sudah mengetahui terlebih dahulu kebutuhan apa yang ingin didapat dalam membaca. Yang memang tak dapat ditampik setiap orang menfungsikan membaca bacaan berbeda-beda.

Misal ada yang ingin menamatkan buku bacaan dengan cepat, ada yang hanya mencari informasi tertentu untuk keperluan tugas atau pekerjaan, bahkan mungkin membaca bacaan karena ingin mencari fakta-fakta menariknya saja. Itu tidak jadi soal, selagi kita paham tentang isi bacaan yang dimaksud. Terlebih jika sampai memakai teknik-tekniknya.

Nah, berikut ini adalah teknik membaca yang dapat digunakan sesuai kebutuhanmu.

SKIMMING

Skimming atau yang biasa disebut baca-layap merupakan teknik membaca dengan mengambil intisari atau ide pokok tentang suatu hal. Tujuannya, mempermudah mengetahui secara cepat isi buku dengan hanya melacak informasi yang sekiranya menarik dan ingin diketahui secara mendalam.

Yang terpenting runutkan tahapan membaca, yakni dari mulai daftar isi hingga pada akhir halaman yang memuat kesimpulan. Kalau pada buku bacaan tentunya ada di cover belakang yang memuat sedikit gambaran tentang yang ada di isi buku. Dalam melakukan proses membaca dengan teknik skimming yang perlu digaris bawahi disini adalah 4 hal, diantaranya:

  • Mengenali topik buku
  • Mengetahui pendapat atau opini orang tentang buku
  • Mendapatkan bagian penting buku
  • Mengetahui cara berpikir penulis, organisasi penulisan, urutan ide pokok dll

SCANNING

Scanning atau disebut juga dengan membaca-tatap atau memindai, merupakan teknik membaca cepat dan teliti. Jenis teknik membaca ini bertujuan untuk memperoleh fakta atau informasi tertentu.

Tekniknya adalah membaca cepat dengan cara meloncat-loncat pada bagian yang dirasa penting. Nah, disini yang mestinya ditekankan bahwa membaca scanning disamping dituntut membaca cepat—mencari hal terpenting, libatkan daya kemampuan berimajinasi sehingga pembaca tetap dalam kondisi memahami isi bacaan.

Membaca scanning tidak diminta wajib untuk membaca seluruh kata/kalimat. Cukup kata kunci pentingnya saja yang menjadi perhatian. Membaca scanning biasa dipakai oleh orang yang gemar membaca koran atau buku.

SELECTING

Biasa disebut juga teknik baca-pilih. jenis teknik membaca yang satu ini cukup terbilang sangat mengutamakan kebutuhan, artinya memilih teks dan bagiannya yang dibaca berdasar pada kebutuhan. Teknik ini biasanya dilakukan sebelum kegiatan membaca, misalnya saat membaca judul berita di surat kabar. Selecting biasanya digunakan oleh orang yang ingin mengembangkan tulisannya hingga menjadi menarik. Dalam mengembangkan tulisan dibutuhkan setidaknya banyak monitoring berita yang memuat informasi sama dengan yang ingin si penulis kembangkan.

SKIPPING

Skipping adalah teknik membaca yang mengabaikan atau melompati bagian yang tidak diperlukan atau bagian yang sudah dimengerti. Simpelnya, jika tullisan yang dibaca sudah tidak relevan dengan keinginan maka abaikan atau lompati saja. Teknik membaca skipping dapat digunakan di semua jenis bacaan.

Kita sebagai pembaca sudah saatnya menanamkan pemahaman teknik-teknik membaca tersebut ke dalam diri. Jika kelak kita sudah memahami maka ke depan akan dirasa mudah, membaca bacaan sesuai dengan kebutuhan.

Akan sangat mengasyikkan jika sudah tau teknik-teknik membaca. Sehingga setiap orang akan gemar membaca, dari setiap orang terbangun simpul-simpul budaya membaca dan pada akhirnya membaca dapat menjadi nilai jual dalam meningkatkan literasi masyarakat. Semoga kedepan upaya semangat dan kemahiran membaca kita meningkat.

Baca juga: Senyap Yang Lebih Nyaring: Membaca Eka Kurniawan Dengan Lebih Sederhana

Komentar

Benci feodal namun juga bukan patriotik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *