4 Gangguan Belajar Yang Sering Dialami Anak

“Rajin belajar dan membaca, jangan ditelan sendiri. Berbagilah dengan teman-teman yang tak dapat pendidikan”

Dari kutipan Wiji Thukul ini kita menyadari bahwa belajar tidak hanya menyoal menjadi cerdas saja, tetapi belajar lebih daripada itu. Dengan belajar, tentunya setiap orang akan memiliki pengetahuan yang baru sehingga otak terus terawat. Ingin sukses, menggapai sebuah cita-cita? Semua itu harus dilewati dengan proses panjang yaitu belajar.

Kemudian menanamkan pentingnya belajar sejak usia dini pun haruslah dilakukan. Dimana seorang anak perlu diajarkan beragam pengetahuan. Sebab, memori anak di usia dini sedang mengalami masa-masa terbaiknya sehingga sangat penting untuk mengenalkan banyak pembelajaran kepada mereka.

Namun, anak terkadang memiliki hambatan dalam proses belajar, problem ini dapat dilihat dari seorang anak yang tidak mampu menyerap segala pembelajaran yang telah diajarkan. Bukan karena faktor malas atau bodoh, melainkan mereka mengalami suatu gangguan belajar. Mereka tidak mampu menangkap dengan cepat segala pembelajaran yang telah diberikan. Dan berikut inilah beberapa gangguan belajar yang sering dialami anak:

1. Disleksia

Disleksia merupakan gangguan belajar anak terhadap kemampuan bagaimana ia membaca. Gangguan seperti ini biasa hadir ketika seorang anak kesulitan dalam menggabungkan sebuah kata dengan suara. Gangguan belajar ini juga bisa menyebabkan anak menjadi sulit memahami buku-buku bacaan.

Tapi gangguan belajar Disleksia bukanlah akhir dari petaka untuk anak, masih bisa diatasi dengan beragam terapis dari para tenaga pengajar. Selain dari itu juga orangtua harus berperan terlibat aktif dalam bentuk pengajaran kepada anaknya yang mengalami gangguan disleksia. Jadi, tumbuh kembang anak dalam belajar tidak terhambat pada gangguan belajar Disleksia ini.

Baca Juga : Peran Anak Dalam Kemajuan Literasi Dan Masa Depan

2. Diskalkulia

Selanjutnya ada gangguan belajar Diskalkulia yang merupakan gangguan belajar anak terhadap kemampuan menghitung. Gangguan belajar ini ditandai dengan seorang anak yang tidak mampu melakukan hitungan matematis berupa penambahan, pengurangan, perkalian serta pembagian.

Pelajaran berhitung sangatlah penting dalam tahap pembelajaran anak. Pasalnya, menghitung akan membawa ke berbagai aspek dalam kehidupannya sehari-hari hingga tumbuh besar. Jika anak mengalami gangguan belajar semacam ini atasi lewat bimbingan tenaga pengajar, usahakan untuk mengajarkan anak mengenali setiap angka serta hitungan matematis dan kaitkan dalam rutinitas kesehariannya.

3. Disgrafia

Disgrafia merupakan gangguan belajar anak terhadap kemampuan menulis. Anak yang mengalami gangguan belajar Disgrafia biasanya dicirikan sulit dalam menyusun sebuah kalimat, mengatur paragraf, menggunakan tanda baca serta ejaan yang benar dalam menulis.

Gangguan belajar seperti ini tidak boleh dibiarkan. Seorang anak harus benar-benar dibimbing dan diajarkan dengan baik. Karena bisa saja apabila anak tersebut sudah dewasa akan kesusahan menulis dengan benar, sesuai dengan kaidah EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Jadi, sangat penting memang untuk rutin mengajarkan anak sejak kecil perihal menulis.

4. Dyspraxia

Terakhir ada gangguan belajar Dyspraxia yang merupakan gangguan belajar anak yang mengganggu sistem motorik. Gangguan belajar ini seringkali disepelekan oleh orangtua, namun ternyata bisa saja menyebabkan gangguan belajar yang berdampak ke segala hal yang signifikan.

Seperti misalnya, seorang anak tidak peka terhadap cahaya padahal area terdekat tersebut terdapat api panas yang dapat melukainya, juga aroma bau serta terburuknya adalah bingung dalam menggerakkan anggota tubuh.

Itulah beberapa gangguan belajar yang bisa dialami anak. Jangan sampai ada orangtua dan orang disekelilingnya tidak sadar bahwa ada gangguan semacam itu. Karena seperti yang sudah saya jelaskan di atas bahwa gangguan ini akan berimbas pada proses belajar anak.

Di sini jadi tugas besar para tenaga pengajar serta orangtua lah yang harus pandai mengenali sang anak. Tak hanya mereka saja, akan tetapi kita semua haruslah terlibat mengenali gangguan belajar ini. Sehingga dengan mengetahuinya, persoalan semacam gangguan belajar anak dapat teratasi, dan pengajaran yang dilakukan kepada anak bisa berjalan maksimal.

Baca Juga : Masjid Kalipasir: Saksi Toleransi Di Tangerang

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *