4 Film Terbaik yang Diadaptasi Dari Novel

Sudah lumrah jika film yang diadaptasi dari novel fiksi hadir di bioskop-bioskop kesayangan kita. Ketika novel tersebut penjualannya bagus dan laris manis di hadapan pasar, maka kemungkinan novel tersebut diadaptasi akan bertambah besar. Ini sebuah rumus sederhana yang membuat produser film berbondong-bondong mengadaptasi novel tersebut menjadi film.

Selain itu, popularitas dan kredibilitas penulis juga memengaruhi apakah sebuah novel layak diadaptasi atau tidak. Maklum, film adalah sebuah produk yang memakan biaya banyak. Ada banyak faktor yang harus diperhitungkan sebelum proses produksi dimulai. Soalnya kalau nggak laku, ya kerugian besar bakal menghampiri rumah produksi.

Berikut adalah beberapa film yang diadaptasi dari novel dan berhasil di pasar film Indonesia:

  1. Dilan 1990

Berlatar belakang anak SMA yang nakal pada zamannya, novel ini sukses menjadi novel best seller di hampir semua toko buku. Penayangannya di layar lebar juga menjadi ramai diperbincangkan oleh khalayak luas karena tingkah Dilan Yang Nakal Dan Istimewa Di Hati penggemar. Seperti halnya kisah romansa masa SMA, tingkah Dilan yang manis kepada Milea, membuat penggemar kembali membuka memori masa lalu, masa indah saat SMA dulu.

Malah terkadang saya kerap berpas-pasan dengan anak SMP dan tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka, harpan yang diucap oleh mereka adalah ingin cepat lulus, sehingga bisa merasakan manisnya masa-masa SMA.

  1. Laskar Pelangi

Sebuah karya yang luar biasa karena kisah ini datang dari pelosok negeri. Keterbatasan akan hal yang substansial, dapat dikemas menjadi cerita yang apik. Tentang harapan yang tidak boleh pupus walaupun sekolah hanya mengandalkan satu guru yang mengajar. Romansa percintaan yang aneh menurut saya, karena salah satu tokoh utama, mmeiliki rasa kagum yang teramat dalam kepada seorang gadis, bukan karena perawakan, watak atau paras dari gadis itu, melainkan ujung jemarinya. Kuku jari lebih tepatnya. Haha jatuh hati sesederhana itu.

  1. Ayat-Ayat Cinta

Film yang rilis pada tahun 2008 ini telah menyedot banyak perhatian khalayak umum. Di mana-mana terdengar soundtrack (lagu pengiring dalam film) yang banyak dinyanyikan oleh bnayak orang. Film yang sungguh menyentuh kaum perempuan. Kerelaan seorang perempuan dalam mahligai rumah tangga untuk dapat dipoligami bukanlah hal yang mudah. Sosok Aisha yang tegar dan meminta suami yang amat dicintainya untuk menikah lagi adalah hal yang tidak mungkin dapat dilakukan oleh semua orang. Sedangkan Fahri, suami dari Aisha adalah sosok yang sangat taat agama. Sempat bimbang saat diminta untuk berpoligami oleh istrinya sendiri.

  1. Bumi Manusia

Ini adalah satu novel yang saya tunggu-tunggu sejak pertama kali saya baca tetraloginya. Saya begitu jatuh hati kepada sosok Minke, Ia yang terlihat sempurna sebagai pribadi membuat saya iri hati sekaligus. Pram teramat lihai mengisahkan cerita, menjungkir balikan kisah tokoh tanpa terbaca akhir ceritanya oleh pembaca. Minke yang sangat menjunjung tinggi pemikiran dan ilmu pengetahuan Eropa, tapi Ia membenci segala sistem kehidupan yang diatur oleh pemerintah yang tunduk akan kekuasaan penjajah. Ia yang tak rela disembah sebagaimana Raden Mas dan keturunan bangsawan yang lainnya.

Sosoknya yang begitu sempurna dalam khayalanku, tak sampai hati melihat sosok itu diperankan oleh Iqbal Ramadhan, karena wajahnya masih mengingatkan saya akan sosok Dilan yang dimainkannya pada film yang lalu. Saya tau Iqbal sudah berusaha keras menghilangkan image nya yang melekat kuat.

Komentar

Engga suka digigit nyamuk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *