Bazar Buku Online, Sebuah Usaha Penyelamat Untuk Para Penulis Dan Penerbit

Mungkin sebagian dari banyaknya penulis dan penerbit yang ada di Indonesia sedang mengalami masa-masa kesulitan secara finansial, lagi-lagi karena pandemi virus corona di Indonesia yang makin hari makin  tinggi angka penularanya.  Untuk itu perlu langkah atau usaha yang realistis untuk menghadapi situasi kesulitan ini.

Beberapa penulis dan penerbit yang notabene nya masih membutuhkan dana untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, nyatanya sekarang sedang mengalami fase dimana ekonomi kian memburuk. Hal ini memang bukan hanya terjadi pada para pelaku yang berkecimpung di dunia literasi. Pegiat Seni, Atlet, Aktor ataupun Aktris setidaknya di Indonesia mengalami permasalahan yang serupa.

Kegelisahan-kegelisahan ini pun turut bercampur aduk seiring dengan aturan-aturan yang diberlakukan oleh pemerintah Indonesia yang sebenarnya tidak jelas arahnya. Mulai  Psychal Distancing hingga  PSBB nyatanya tidak memberikan dampak signifikan dalam mengatasi pandemi ini. Belum lagi permasalahan bantuan sosial yang diberikan, tentu tidak akan merata pembagian bantuan sosial dari pemerintah tersebut.

Lantas bagaimana nasib beberapa penulis atau penerbit yang memiliki kategori Indie. Tentu sulit banget untuk menghasilkan karya dan juga bertahan hidup di masa-masa pandemi seperti ini. Kebutuhan tak tercukupi, lantaran penghasilan tak menentu, dan belum tentu cukup untuk kebutuhan sehari-haru.

Baca juga : PMI DOOR TO DOOR : Menyiasati Kebutuhan Darah di Tengah Wabah

Namun, beberapa pegiat literasi turut berinisiatif untuk menyelamatkan perekonomian dari beberapa penulis dan penerbit Indie. Salah satunya lewat usaha mengadakan sebuah Bazar Buku Online.

Sebenarnya, Bazar Buku Online bukan suatu hal yang baru lagi. Sebelum pandemi mulai menyebar, segala transaksi-transaksi online bisa dilakukan untuk membeli sebuah buku. Namun ada satu hal yang perlu digarisbawahi. Yaitu tingkat konsumtif masyarakat akan bahan bacaan masih bisa dilakukan secara normal. Berbeda jika melihat kondisi sekarang ini, banyak toko buku yang mulai tutup dan kehilangan pendapatan mereka.

Hal ini jelas menjadi dilema, karena mata pencaharian yang bisa dilakukan satu-satunya hanya menulis. Memang alur perputaran uang yang bisa dihasilkan dari menjual sebuah buku akan berdampak pada penulis, penerbit, pemilik usaha toko buku dan para karyawan yang bekerja. Memang tak mudah menghadapi krisis ekonomi disaat pandemi berlangsung.

Untuk itu, lewat Bazar Buku Online, semua perputaran uang yang bisa didapatkan oleh para pelaku yang berkecimpung di dunia literasi setidaknya dapat menambah  pendapatan mereka  untuk keberlangsungan hidup.

Beberapa Bazar Buku Online yang turut meramaikan untuk membantu para penulis dan penerbit ini diantaranya ialah Big Bad Wolf x Tokopedia, Berdikari Book dengan #RadicalMay Book Fair, Mizan, Fajar Merah, Gramedia dan masih banyak lainnya.

Ketika ingin membeli sebuah buku lewat bazar buku online yang hadir, jelas saja harga-harga yang diberikan kepada pembeli akan terlampau jauh lebih murah dibandingkan dengan berbelanja secara offline.

Jika misalkan kalian membeli suatu buku di kisaran harga 70 ribu, maka apabila kalian membeli buku lewat bazar buku online, kalian bisa mendapatkan sebuah buku dengan kisaran harga 45 ribu saja.  Ini sangat menarik.,apalagi  keadaan seperti ini memaksa kita untuk dirumah aja, membaca buku jadi salah satu alternatif bagus untuk mengisi kegiatan dirumah.

Selain bisa menjadi alternatif ketika #dirumahaja, kalian bisa loh menyelamatkan nasib beberapa penulis atau penerbit yang terancam gulung tikar gegara pandemi virus corona ini. Tentu kalian tidak menginginkan bukan, penulis favorit kalian, tidak lagi menulis atau menerbitkan buku-buku baru untuk kalian baca.

Untuk itu, mari dukung usaha-usaha yang telah dilakukan oleh beberapa pegiat literasi ini dengan cara membeli salah satu bukunya ya. Jangan lupa untuk terus berpikir positif di kala  pandemi ini dan mengisi kegiatan positif selama di rumah aja, tetap patuhi peotok pemerintah mari rakyat bantu rakyat.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *