Keramas Merang: Tradisi Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Dalam menyambut bulan suci ramadhan, berbagai daerah di Indonesia kerap biasa melakukan tradisinya masing-masing. Hal ini dipercaya oleh umat muslim tanah air sebagai suatu wujud rasa syukur akan datanganya bulan yang penuh barokah dan ampunan.

Adapun tradisi ini dijadikan sebagai sebuah ajang bersilaturahmi lewat momen berkumpul bersama di suatu tempat. Dari mulai tradisi membuat masakan, makan bersama, perayaan karnaval, ziarah ke makam leluhur atau sanak saudara hingga ada yang sampai melakukan ritual tradisi ke pinggiran sungai dan laut. Dan semua ini punya istilah sebutannya masing-masing. Di daerah Sumatera Barat, khususnya masyarakat Minangkabau dikenal dengan tradisi Balimau. Tradisi mandi menggunakan jeruk nipis ini sudah menjadi tradisi secara turun menurun yang dipercaya sudah berlangsung berabad-abad lamanya. Tak lain, bertujuan untuk membersihkan diri secara lahir dan batin.

Tak hanya di tanah Sumatera saja yang punya tradisi datang ke pinggiran sungai dan melakukan seremonial sakral. Tangerang juga punya tradisi unik dalam menyambut bulan suci ramadhan. Aktivitas warga kota Tangerang, tepatnya di kawasan sekitaran babakan, puluhan warga datang beramai-ramai ke sungai cisadane untuk melakukan ritual. Ritual tradisi ini bernama Keramas Merang. Ritual ini sudah pasti bersih dari unsur mistis artinya tidak ada panutan untuk mempercayakan ke suatu hal yang ke luar arah konteks keagamaan. Toh, tradisi ini hanya sebatas keramas.

Baca juga: 5 Tempat Ngabuburit Yang Asyik Di Tangerang

Untuk warga Kota Tangerang, ritual ini sudah menjadi tradisi turun temurun dan hanya bisa dijumpai satu kali dalam setahun. Tepatnya dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Ritual Keramas Merang sudah menjadi tradisi yang tidak bisa dilepaskan oleh warga Babakan Kota Tangerang, tak hanya orang tua dan lansia yang terlibat dalam melakukan ritual Keramas Merang, anak-anak dan para remaja pun turut ikut meramaikan kegiatan mengasyikkan dan penuh kegembiraan ini.

Kegiatan Keramas Merang, dahulu dilakukan dengan menggunakan merang untuk dijadikan sebagai alat untuk membersihkan badan dari kotoran. Merang adalah tangkai padi yang sudah di bakar, di di rendam di dalam air lalu di lumuri ke badan layaknya sabun mandi, setelahnya tinggal dibilas. Namun, seiring berkembangnya jaman, beberapa warga beralih menggunakan sampo dan sabun sebagai alat membersihkan badan. Meski ada sebagian warga juga yang mempertahankan kebiasaan lama—datang ke sungai untuk keramas menggunakan merang. Kita semua tentu sepakat, bahwa kebiasaan terdahulu adalah hal yang terus dilestarikan. Itu sama hal nya dengan yang dilakukan sebagian warga yang masih bertahan menggunakan merang.

Kegiatan Keramas Merang tentunya memiliki makna mendalam, dianggap sebagai agenda mensucikan diri dari kotoran yang melekat dalam diri, di hati dan pikiran agar dapat dengan khusyuk melaksanakan ibadah di bulan ramadhan. Selain itu, digunakan sebagai agenda untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT agar dijauhi dari mara bahaya dan didekatkan selalu dengan kesehatan serta umur yang panjang.

Baca Juga: Sebuah Usaha Menulis Surat Cinta : Luka, Bahagia Dalam Jenak Hidup Manusia

Tradisi turun temurun ini selalu dipegang dan terus diwariskan kepada anak cucu yang membuat tradisi ini tak pernah sepi dari masyarakat yang ingin keramas dan membersihkan diri di sungai Cisadane. Bahkan tradisi Keramas Merang, kini menjadi daya tarik para wisatawan lokal untuk melihat lebih dekat kegiatan keramas berjamaah.

Disamping itu, ritual Keramas Merang terkesan menarik karena sembari keramas, masyarakat akan diperdengarkan lewat lantunan lagu-lagu islami dari beragam alat musik yang dimainkan sebagai pertanda bulan Ramadhan akan tiba, keseruan ini memang selalu menjadi magnet tak terkecuali sang walikota Tangerang Arief Wismansyah yang turut mengungkapkan bahwa tradisi ini sudah dilakukan lamanya sejak tahun puluhan tahun yang lalu.

Banyaknya tradisi dalam menyambut bulan suci Ramadhan di Indonesia, menunjukkan bahwa rasa antusiasme yang tinggi dalam menyambut bulan suci sangatlah besar, kita semua bersuka-cita menyambut malam yang penuh dengan jajanan menyenangkan, tarawih, ngabuburit bersama—mencari ta’jil hingga berkeliling membangunkan sahur, semunya hanya terjadi dibulan yang suci dan penuh rahmat serta ampunan ini.

Selamat menyambut bulan suci Ramadhan untuk semua umat muslim di tanah air. Semoga kita semua dilancarkan berpuasa.

Komentar

Penyuka karya Dewi Lestari dan berhasrat ingin bertemu sang Supernova

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *