3 Tokoh yang Memilih Buku Sebagai Mahar Pernikahan

Ketika umur menginjak 20-an tahun ke atas, pemuda-pemudi akan sering ditanya kapan menikah. Ketika pertanyaan itu sering diterima, tak sedikit pemuda-pemudi yang tertekan batinnya. Menikah dianggap menjadi fase mulia dimana seorang pemuda menentukan pasangan hidupnya. Tak boleh asal memilih karena fase pernikahan akan menentukan masa depan mereka.

Banyak sekali pasangan yang mendambakan pernikahannya menjadi moment paling membahagiakan. Dengan prosesi adat dan agama yang sakral, sebuah pernikahan kerap didekorasi semegah-megahnya dengan mahar sebesar-besarnya. Tergantung kemampuan keuangan yang mereka punya.

Beberapa orang yang mempunyai uang, mungkin bisa memberikan mahar dengan nilai fantastis berupa uang jutaan rupiah hingga emas berkilogram.
Namun beberapa tokoh berikut memilih buku sebagai mahar pernikahannya. Mungkin inilah bukti kecintaan tokoh berikut kepada buku. Sehingga perihal pernikahan saja tidak bisa lepas dari buku. Berikut adalah 3 tokoh yang memilih buku sebagai mahar pernikahan :

Mohamad Hatta

Mohamad Hatta atau lebih akrab disapa “Bung Hatta” adalah salah satu tokoh penting dibalik kemerdekaan Indonesia ternyata mempunyai keunikaan tersendiri dalam persoalan cinta. Soal cinta beliau memang prinsipil. Bahkan beliau tidak ingin menikah sebelum indonesia merdeka. Namun cinta akhirnya mempertemukan Bung Hatta pada Bu Rahmi.

Saat itu usia Bung Hatta menginjak 43 tahun sedangkan usia Bu Rahmi baru menginjak 19 tahun. Namun hal yang unik dalam pernikahan mereka adalah mahar yang Bung Hatta berikan kepada Bu Rahma. Karna kecintaan Bung Hatta akan buku dan ilmu pengetahuan, ia memilih buku filsafat karyanya sendiri yang berjudul; Alam Pikiran Yunani sebagai mahar dalam pernikahannya. Menurutnya buku hasil pemikirannya sendiri lebih berharga dari apapun sebagai bukti cinta kepada istrinya. Ahh so sweet Bung~

Din Syamsudin

Prof. Dr. KH. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin atau biasa dipanggil Din Syamsudin yang merupakan Ketua Umum Muhammadiyah ke-14 menggelar pernikahannya yang kedua tepatnya pada tanggal 13 Maret 2011.

Novalinda Jonafrianty yang merupakan istri keduanya merupakan sepupu dari mendiang istrinya. Di pernikahannya ini ia memberikan mahar Mushab Al-quran dan satu set buku islam. Melalui apa yang Din Syamsudin berikan sebagai mahar menjadi bukti bahwa cinta itu sebenarnya sangat sederhana. Tidak percaya? Coba saja . Itu juga kalau calon mertuamu mau nerima.

Zen RS

Zen Rahmat Sugito atau kerap disapa Zen RS adalah penulis dan juga seorang jurnalis. Beberapa karya buku lahir dari tangannya. Namun salah satu yang paling berkesan dari karyanya adalah bukunya yang berjudul Traffic Blues: Saat Hujan Deras dan Jalanan Mulai Tergenang (2011).

Yang membuatnya menjadi berkesan adalah karena buku itu merupakan mahar dari pernikahannya bersama Galuh Pangestri. Bersama pasangannya sekarang, Zen RS telah dikaruniai seorang anak perempuan cantik bernama Serat Sati Dhyana. Sungguh bukti cinta yang amat romantis. Aku jadi pingiiin~


Mereka memilih sebuah buku sebagai mahar bukan karna ingin menjadi yang anti-mainstream di tengah manusia-manusia monoton macam kita yang kadangkala dibutakan oleh cinta. Bayangkan mungkin skala perbandingannya adalah satu banding sejuta orang yang berani dan memiliki prinsip cinta seperti tokoh diatas. Kebanyakan menurut apa kata mertua dan gengsi yang dibuatnya. Yanasiiib ~

Tapi ingatlah para pujangga-pujangga cinta diluar sana.jangan pernah berhenti berjuang demi sebuah cinta. Barangkali tokoh diatas bisa menjadi inspirasi kita-kita semua ketika ingin menikah dan memilih mahar. Walau terkendala modal

“Kadangkala buku dan cinta seperti sebuah jendela kecil untuk melihat dunia yang sangat luas”- Dea

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *