3 Tahun Baca Tangerang: Menjaga Semangat Agar Tetap Ada dan Semoga Berlipat Ganda

30 September adalah tanggal yang spesial bagi kami. Pada tanggal yang identik dengan film sejarah palsu serta bahas-bahasan soal kuminis, ikut berdiri sebuah komunitas yang menjadi rumah kami hingga hari ini. Ya, pada tanggal ini, 3 tahun yang lalu, Komunitas Baca Tangerang berdiri di atas kakinya sendiri.

Meski telah tiga tahun berdiri, kami menyadari bahwa komunitas ini hanyalah organisasi kecil belaka. Tak banyak karya tercipta, hanya menjadi tempat pembelajaran setidaknya  bagi kami para anggota. Namun, setidaknya, hingga hari ini kami dan semangat berliterasi komunitas ini masih ada dan semoga bisa berlipat ganda.

Toh sejak awal, komunitas ini berdiri dengan hanya dengan tiga tujuan sederhana; bisa menyediakan buku untuk kami dan teman-teman kami, menjadi tempat untuk kami belajar, dan yang paling penting adalah menjadi tempat untuk kami bersenang-senang. Sederhana saja tidak perlu muluk.

Meski begitu tentu kami juga punya bayangan untuk menumbuhkan minat baca masyarakat Indonesia, setidaknya di lingkungan kami sendiri. Membantu kawan-kawan gerakan literasi setidaknya di sekitar kami, dan yang paling penting adalah bermanfaat bagi orang-orang di sekitar kami.

Menjadi simpul pergerakan literasi memang bukan hal yang mudah, tanggung jawab serta harapan sebagai pegiat litersi dipikul bersama. Persoalanya adalah dimana kita bisa mewujudkan tujuan dari komunitas ini sendiri, sehingga komunitas ini bisa bermanfaat setidaknya untuk masyarakat di sekitar kita.

Jatuh bangunya komunitas ini tentu menjadi cerita sendiri bagi para anggotanya. Sekaligus menjadi pembelajaran yang tak kalah penting. Sebuah proses pendewasaan diri, dimana setiap masalah harus tetap kita hadapi dengan bersama. Karena proses menjadi salah satu hal yang sangat penting bagi kami.

Terlebih di tahun ke tiga ini dirasa sangat tidak mudah, dengan adanya pandemi seperti membuat gerakan kita terbatas. Masa new normal seperti sekarang, membuat kita tidak bisa melakukan banyak hal.

Jujur saja, kami rindu gelaran di Car Free Day di Jalan Veteran setiap minggu pagi. Melihat anak kecil serta beberapa anak muda yang mampir membaca buku. Tak jarang juga, orang tua yang masih semangat membaca mampir di gelaran kita. Itu adalah suatu kebahagiaan sendiri untuk kami, melihat masyarakat Tangerang membaca di lapak buku kami.

Kami juga rindu menggelar diskusi mengenai isu-isu yang sedang jadi perbincangan masyarakat. Tentu kami juga sangat rindu melihat banyaknya pengunjung datang ke perpusatakan kami. Namun sekarang hal-hal seperti itu sulit kami dapatkan.

Ditengah kondisi seperti ini juga kami dituntut untuk lebih kreatif dan melek teknologi. Dengan pandemi corona yang tak kunjung hilang, tentu semangat literasi kita juga tak akan padam. Kita terus mencari cara, agar terus bisa membuat kegiatan-kegiatan yang bisa kami lakukan untuk dunia literasi.

Baca Juga: Mem-Baca Tangerang

Tentu di tahun ketiga ini, Komunitas ini semoga bisa semakin dewasa dan bisa terus bermanfaat untuk dunia literasi Indonesia. Komunitas ini tentu bisa berdiri kokoh hingga detik ini, itu karena kita masih melihat semangat membaca di Tangerang masih tinggi. Kita akan terus berinovasi, agar memberikan akses bacaan yang lebih mudah untuk masyarakat.

Komunitas ini harus tetap ada, bukan persoalan menumbuhkan minat baca masyarakat lagi. Jauh lebih dari itu, Komunitas Baca Tangerang ingin terus menyalakan semangat literasi di tengah masyarakat Tangerang. Serta berkontribusi untuk meningkatkan SDM masyarakat, agar masyarakat kita setidaknya tidak mudah dibodohi oleh pemerintah kita sendiri.

Selamat ulang tahun Komunitas Baca Tangerang. Terus tumbuh, berkembang dan bahagia bersama.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *