3 Penulis Berpenghasilan Tertinggi Di Indonesia

Bagi sebagian orang, kegiatan menulis dianggap sebagai sebuah hal yang membosankan bahkan tidak menarik. Urusan merangkai kata menjadi kendala utama , merasa kurang yakin dengan kualitas tulisan diri sendiri sehingga menutupi kesederhanaan dalam menulis. Memang menulis bukan perkara mudah, namun sebagai pemula kalian bisa menulis tentang apa yang kalian rasakan dan apa yang ada di benak kalian.

Kalian juga bisa menulis pengalaman pribadi yang pernah kalian rasakan sendiri, sesederhana mungkin sehingga seluruh emosi yang kalian rasakan bisa tertuang di dalamnya. Tak perlu memikirkan terlebih dahulu perihal berbagai macam teori dan teknik penulisan. Karena kalian bisa learning by doing, sehingga pelan-pelan tulisan kalian bisa menjadi lebih baik lagi. Dan kalian bisa menulis dengan baik dan benar.

Nah, berbicara soal menulis pada kesempatan kali ini saya ingin membahas mengenai dunia tulis menulis.  Lebih tepatnya tentang seorang penulis, mungkin kalian punya penulis favorit? Yang mungkin karya-karyanya sering kalian nikmati, dan menjadi salah satu alasan kenapa kalian suka membaca.

Para penulis yang melahirkan sebuah buku, tidak sepenuhnya dari mereka sumber pencaharianya dari menulis sebuah buku. Melainkan, sebagian dari mereka ada yang tertarik karena sebagai hobi maupun kesenangan semata, mampu mengeksplorasi keresahan serta mencurahkan isi hatinya melalui menulis hingga dimuat dalam bentuk buku.

Terkadang ada beberapa penulis yang tak berharap pada royalti yang ia dapatkan. Yang mungkin tujuan mereka hanyalah agar orang-orang tau tentang isi buku tersebut dan pesan-pesan yang disampaikan penulis, bisa sampai kepada para pembaca setianya.

Namun, tahukah anda kalau ternyata ada sederet penulis tanah air yang karyanya cukup terkenal? Kesuksesan mereka lahir bukan semata karena sosoknya sudah ternama, tetapi karena memang bermula dari sebuah kegemaran mereka menulis. Tak disangka, keberhasilan mereka ternyata mampu membawa pendapatan luar biasa banyak dari menulis. Dan ini adalah tiga penulis yang berpenghasilan tinggi di Indonesia

Andrea Hirata

Kalau kalian kenal dengan buku berjudul Laskar Pelangi, maka dia adalah Andrea Hirata sang pencipta buku tersebut. Novelis yang sangat fenomenal di tahun 2008, pria yang telah berjasa membantu merevolusi sastra Indonesia dan seketika menggebrak jagat dunia perbukuan. Buku novel perdananya itu tak disangka mampu memberi warna baru bagi dunia pendidikan di Indonesia. Saking populernya buku tersebut, sudah banyak diterjemahkan ke dalam berbagai versi bahasa.

Itu hanya baru satu buku miliknya, ada belasan novel best seller lain yang juga sudah ia terbitkan dan tak kalah banyak diminati oleh pembaca, seperti Sirkus Pohon, Padang Bulan, Sang Pemimpi, Edensor dan lain-lain. Dilansir dari Sastrawan.com bahwa Andrea Hirata terhitung bisa meraup keuntungan hingga 3,6 miliar rupiah hanya dari satu judul novel. Jadi, tinggal dikalikan saja dengan novelnya yang lain. 

Dewi Lestari

Perempuan kelahiran Bandung yang satu ini juga tak kalah menarik jika diangkat dari sisi pendapatannya dari menulis buku. Dewi Lestari atau yang biasa akrab disapa dengan nama Dee tentu juga bukan sembarang penulis biasa. 

Ia sukses tercatat sebagai sosok penulis papan atas yang telah berhasil menjaring pembaca tanah air dengan menerbitkan tetralogi novel fenomenalnya berjudul Supernova: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh di tahun 2001. Menyusul di tahun berikutnya, ia pun menerbitkan seri Akar dan Petir. Dan di tahun 2012 ia kembali menerbitakan Supernova berjudul Partikel.

Tak hanya seri Supernova-nya saja yang laris di pasaran, ada buku miliknya juga yang tak kalah terkenal, yaitu FIlosofi Kopi dan Perahu Kertas. Terhitung dari seluruh novel yang ia terbitkan Dee berhasil mendapat keuntungan sebanyak 1,5 miliar rupiah. 

Meskipun begitu, Dee selalu mengikuti arus dunia perbukuan, hingga di satu waktu ia pernah menyuarakan tentang nasib penulis yang tercekik lantaran pajak penghasilan dibanding proses lamanya membuat tulisan. Ia mempertanyakan kejelasan mengenai Norma Penghitungan Penghasilan Neto (NPPN) bagi profesi penulis yang disamakan dengan pekerja seni lainnya.

Raditya Dika

Bernama lengkap Dika Angkasa Putra Moerwani atau yang lebih sering dikenal dengan nama Raditya Dika juga salah satu penulis yang memiliki banyak pendapatan dari hasil menulis buku. Pria yang dulu gemar menulis di blog pribadinya, tak disangka berhasil menciptakan banyak buku. Buku pertama yang ditulisnya berjudul Kambing Jantan ternyata masuk ke dalam jajaran kategori buku Best Seller.

Kebanyakan dari bukunya tersebut berisikan buku-buku jenaka, dan bagi kalian yang mungkin sudah membaca buku Raditya Dika tentu sangat familiar dengan ciri khas judul bukunya yang selalu diselipkan nama-nama hewan. Seperti Cinta Brontosaurus, Manusia Setengah Salmon, Babi Ngesot, Cinta Brontosaurus serta Marmut Merah Jambu.

Royalti yang didapat dari Raditya Dika juga tak kalah luar biasa fantastis, meski ia kini sudah menggeluti di banyak bidang lain, seperti salah satunya menjadi youtuber. Menurut analisa penghitungan dari situs Mojok bahwa Raditya Dika seringkali mencetak ulang buku-bukunya. Satu kali cetak bisa diproduksi 10 ribu eksemplar, per tahun ia bisa mencetak ulang sampai 5 kali.

Penghitungan rata-rata royalti penulis sebesar 10% dari harga buku. Jika satu buku berharga dikisaran 50 ribu, maka royaltinya sebesar 5 ribu. Dalam setahun ada 2 bukunya yang dicetak ulang. Tinggal dikalikan saja dengan rumus seperti ini (royalti x jumlah cetak x jumlah eksemplar x jumlah buku). Kesimpulannya, Raditya Dika dapat mengantongi pendapatan dari dua buku yang dicetak ulang sebesar 500 juta. Belum lagi ditambah dengan keuntungannya, dari semua buku-buku yang sudah ludes dibeli duluan.

Meski yang dicantumkan hanya tiga sosok penulis, saya percaya di luaran sana masih ada banyak penulis terkenal lain yang pendapatannya tak kalah jauh banyak dengan mereka. Bahkan memiliki karya buku yang luar biasa menarik dan selalu mempunyai ruang di hati pembacanya.

Tiga penulis tersebut semoga bisa menginspirasi kalian dalam menulis, bahwa dari sekedar hobi menulis bisa menjadi penulis hebat dan bisa dikenal karya-karyanya. Menjadi penulis memang susah, apa lagi menjadi penulis yang kaya raya. Namun ada yang jauh lebih susah, yaitu menjadi penulis dengan mutu yang baik dengna karya-karya yang mampu mencuri perhatian para penggemarnya.

Sebagai pembaca mesti dituntut sadar bahwa dibalik kesuksesan penulis tersimpan jerih payah dan pengorbanan dalam dirinya. Maka dari itu, untuk menghargai kerja keras dalam sebuah karyanya, kita harus menghindari membeli buku bajakan. Meskipun membeli buku bajakan itu murah, namun kita telah merampas haknya dan tidak menghargai karya seseorang maka dari itu jangan lupa beli buku original dari sang penulis tersebut untuk tetap menghargai karyanya.

Komentar
Dhani Arief Wicaksono

Benci feodal namun juga bukan patriotik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *