3 Novel Karya Dewi Lestari yang Difilmkan

Dewi lestari Simangunsong, penulis dan penyanyi asal Indonesia ini biasanya akrab dipanggil Dee. Wanita kelahiran Bandung ini, belum lama mengeluarkan karya terbarunya yang berjudul Aroma Karsa. Bukunya dapat kita jumpai di toko buku kesayangan kalian pada rak best seller.

Dee sudah banyak mengeluarkan karya, terhitung dari tahun 2001 saat buku pertamanya terbit yaitu seri Supernova, membuat namanya kini lebih dikenal oleh masyarakat luas. Supernova sendiri menjadi jalan pembuka  Dee menerbitkan karya-karya lain yang tak kalah bagusnya.

Banyak dunia perfilman yang mengadaptasi jalan ceritanya dari sebuah novel, dan meraih kesuksesan besar. Seperti pada film Hafalan Shalat Delisa, diadaptasi dari novel karangan Tere Liye, begitu pula dengan film yang berjudul Laskar Pelangi, diadaptasi dari novel karangan Andre Hirata. Adapun film barat yang diadaptasi dari sebuah novel seperti Harry Potter, karangannya J.K. Rowling. Dee pun mendapat kesempatan emas itu, beberapa karyanya dijadikan sebuah film.

Apa sajakah film yang diadaptasi dari karangan Dee?

Rectoverso

Film ini diangkat dari lima kisah yang tertuang rapi dalam lembaran-lembarannya. Novelnya terbit pada tahun 2008. Nama-nama pemeran kondang turut meramaikan film ini, seperti Lukman Sardi, Dwi Sasono, Sophia Latjuba, Yama Carlos, hingga Acha Septriasa berperan begitu luar biasa sehingga mampu menghidupkan karakter yang dibuat oleh Dee.

Film Omnibus atau antologi Indonesia yang bernuansa cinta ini, begitu unik dan berbeda dari kebanyakan film di Indonesia. Melibatkan lima sutradara sekaligus dan kelimanya mempunyai segmen masing-masing. Berikut segmen yang digarapnya: Malaikat Juga Tahu (Marcella Zalianty), Firasat (Rachel Maryam), Cicak di Dinding (Cathy Sharon), Curhat Buat Sahabat (Olga Lydia) dan Hanya Isyarat (Happy Salma).

Perahu Kertas

Siapa yang tak mengenal film ini?

Duet Maudy Ayunda dan Adipati Dolken begitu membuat para remaja jatuh hati dibuatnya. Maudy berperan sebagai Kugy dan Adipati berperan sebagai Keenan. Gejolak perasaan yang mengalir di dalamnya begitu kuat, Keduanya dipertemukan dengan jalan cerita yang membuat para penontonnya greget saat melihatnya.

Film ini berhasil merepresentasikan apa yang ingin disampaikan Dee melalui tulisannya. Para pembaca setia Dee pun merasa puas novel ini dijadian sebuah film. Perjalanan cinta yang dibuat oleh kedua seperti perahu kertas yang mengarungi sungai, bertahan dan sampai ke hilir atau hancur ditengah perjalanan karena terkikis air.

Filosofi kopi

Untuk kalian para penikmat kopi diseluruh Indonesia, bersiaplah mengenal bagaimana proses secangkir kopi yang diminum mulai dari pembibitan. Film Filosofi Kopi hadir memberikan aroma harum layaknya kopi panas saat film ini diputar di bioskop. Tokoh Ben yang berjuang mati-matian untuk mewujudkan impiannya memiliki sebuah kedai kopi. Ben sendiri diperankan oleh Chicco jerikho dan Rio Dewanto berperan sebagai Jody, mereka terus bekerja tanpa henti untuk menciptakan secangkir kopi yang begitu istimewa.

Pembuatan kopi dari awal sampai akhir, semuanya dihidangkan dalam film ini. Mulai dari terjun langsung menemui petani kopi, belajar merawat tanaman kopi, memetik, menjemur, hingga proses penggilingan semuanya ditampilkan. Begitu istimewa karena menampilkan sisi keindahan dari kopi itu sendiri, yang begitu banyak jenis dan macamnya di negeri yang subur ini.

Tak hanya itu saja karya Dee yang difilmkan, masih ada beberapa karyanya yang menuai kesuksesan besar dalam dunia perfilman adaptasi.  Dari ketiga film tadi, film mana yang menjadi favoritmu?  Atau kalian sedang menantikan karya terbaru Dee yang berjudul Aroma Karsa juga di filmkan? Aku sangat menantikan itu.

 

 

Komentar

Penyuka karya Dewi Lestari dan berhasrat ingin bertemu sang Supernova

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *