musisi

3 Musisi Yang Berhasil Menerbitkan Buku

Musisi dikenal sebagai profesi yang piawai menghasilkan karya, menyempatkan waktu untuk melakukan hal produktif, yang beberapa diantaranya adalah mencipta atau mengaransemen sebuah lagu. Di sisi lain, musisi tak selamanya berkutat dengan dunia permusikan. Ada sebagian yang menaruh kesukaan pada hal lain, seperti gemar berolahraga atau tertarik dalam merangkai kata hingga menjadi sebuah kalimat, bahkan dari rentetan kalimat tersebut yang disalurkan, ada beberapa musisi yang justru mampu melahirkan karya hebat sekelas buku. Topik yang dibahas dibukunya pun tak seputar musik belaka, mereka bisa mencipta buku dengan genre novel grafis, science fiction, biografi, dan masih banyak lagi.

Dibalik lahirnya sebuah buku dari para musisi, juga tak jarang kerap ditemui bahwa berkat dedikasi orang-orang dibelakangnya yang mampu membuat mereka memunculkan niat untuk menulis. Mulai dari sanak saudara hingga fans yang tak pernah kunjung berakhir masanya. Bahkan juga ada musisi yang justru mampu menciptakan buku karena tak memandang dari segi apapun, murni karena hanya sebatas meneruskan kegemaran menulisnya.

Berikut inilah 3 musisi yang menerbitkan buku dengan bekal rasa dedikasi penuh maupun lahir berkat bakat menulisnya.

Tom DeLonge 

Dikenal publik berkat karirnya bersama Blink-182, yang walau kini sudah tak lagi sepanggung karena suatu perseteruan. Hal tersebut tak membuatnya berhenti berkarir dan berkarya. Beragam kesibukan ia terus lakukan, dari mulai bersolo karir hingga terus menerus menerbitkan buku. Urusan aktivitas menulisnya ini telah ia garap sejak 6 tahun silam dan telah menghasilkan kurang lebih total 8 buku yang diantaranya; Sequel The Lonely Astronaut on Christmas Eve, Poet Anderson: The Dream Walker, Chasing Shadows. Tom sejauh ini punya frame kegemaran urusan menulis seputar novel, komik, cerita anak-anak, bahkan hingga pernah menulis perjalanannya membesarkan Blink-182 bersama Mark Hoppus dan Travis Barker (tahun 2001).

Buku-buku tersebut ada diantaranya yang berisikan tentang alien, astronot, serta kepercayaan pada hal-hal supranatural, sampai-sampai mengantarkan Tom mendirikan organisasi ilmiah yang didedikasikan untuk mempelajari kehidupan alien dan luar angkasa.

John Lennon

Kita mungkin sering mendengar nama John Lennon, walau raganya sudah tak ada namun masih banyak orang berbincang tentang dirinya. Menyandang status sebagai seorang musisi intelektual dari salah satu band legendaris The Beatles yang penuh kontroversial. Ia sebetulnya piawai dalam urusan menulis. Terbukti, sebelum ia wafat karena sebuah insiden penembakan pada dirinya. John sudah lebih dulu mengalirkan karya abadi miliknya, yaitu buku. Tercatat sudah ada 3 buku yang telah ia ciptakan; A Spaniard in the Works (1965), A Spaniard in the Works (1965), Skywriting by Word of Mouth (1986). Dari ketiga buku tersebut hampir semuanya berisikan mengenai cerita, sajak, puisi, dan gambar-gambar kartun mengenai alam. Nah, dari beberapa unsur inilah maka tak heran kalau John Lennon seringkali menyerukan keharmonisan, ketenangan dan perdamaian.

Piyu

“Sesuatu Yang Indah Akan Musnah Apabila Kau Tidak Mampu Menjaganya”

Itulah kutipan fenomenal yang tersirat di dalam buku Sesuatu Yang Indah. Didedikasikan kepada orang yang pernah merasa kehilangan sosok yang dicintai. Buku milik pria yang bernama lengkap Satrio Yudi Wahono atau biasa akrab dengan sapaan Piyu sebetulnya masih ada keterkaitan dengan ciptaan karya lagu-lagu yang telah dikeluarkan semasa ia bernaung dalam grup band kenamaan Padi. Maka dari itu Piyu menulis berdasarkan lagu-lagu hits yang merupakan hasil karyanya sendiri. Walau tercetak sebatas 200 ribu eksemplar bukan menjadi alasan kalau ia akan berhenti menerbitkan buku tersebut. Bahkan, Ia ingin suatu saat akan mencetak ulang.

Tak banyak mungkin orang yang tau bahwa gitaris Padi ini ternyata memiliki sisi lain dengan ketertarikannya menulis dan menciptakan sebuah buku, bahkan digadang-gadang akan jadi seorang novelis. Tentu kita semua tidak ada yang tau, doakan saja ke depan semoga jalan karirnya tetap mengantarkannya sukses dan terus dicintai seluruh penggemar, sejauh seperti ia membalut kata-kata indah pada lagu-lagunya.

Sebelum meliris buku tersebut, di tahun 2011 Piyu terlebih dahulu juga pernah merilis buku mengenai biografi hidupnya. Meniti karir dari bantu-bantu di bengkel hingga jadi cleaning service, semua pekerjaan itu ia lakoni demi dapat mencapai karir di industi musik.

Ide awal Piyu tergerak hati untuk menuliskan biografi hidupnya tak lain tercetus dari sebuah pencarian ajang-ajang band baru bahwa Ia perlu menuangkan banyak inspirasi dan motivasi kepada para anak muda yang ingin memiliki mimpi menjadi musisi yang sama seperti nya. Pada intinya dalam buku tesebut banyak sisi perjuangan yang yang ia selipkan.

Baca juga: Arif Wismansyah, Menkumham Dan Peran Serta Media Online Lokal Tangerang

Komentar

Benci feodal namun juga bukan patriotik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *