3 Hal yang Perlu Diperhatikan Agar Tidak Lelah Membaca

Saya pernah bertanya kepada salah satu teman mengapa ia jarang membaca buku. Ia menjawab bahwa membaca buku itu bikin ngantuk, matanya jadi pegal sampai menimbulkan pusing.

Hasil penelitian perpustakaan nasional tahun 2017 menerangkan bahwa rata-rata orang Indonesia hanya membaca buku 3-4 kali per minggu, dengan durasi waktu membaca per hari rata-rata 30-59 menit. Sebuah angka yang lumayan.

Mesti diakui, dulu saya sendiri juga merasakan hal yang sama. Boro-boro 30 menit, 5 menit saja susah. Namun itu hanya di awalnya saja. Setelah saya jatuh cinta dengan sebuah buku, saya jadi terbiasa membaca dan tertarik untuk membaca buku-buku lainnya. Maka benar kata Najwa Shihab bahwa cuma perlu satu buku untuk jatuh cinta pada membaca. Cari buku itu. Mari jatuh cinta.

Penyebab kantuk atau pusing saat membaca mungkin terjadi karena beberapa hal. Mulai dari ketertarikan pada buku bacaan hingga tempat dan suasana yang kurang mendukung. Nah, untuk menghindari rasa kantuk dan pusing saat membaca, alangkah baiknya kita perlu lakukan 3 hal di bawah ini.

Menentukan Tempat Yang Nyaman

Dalam urusan membaca buku, menentukan tempat dan posisi tubuh sangatlah penting agar pikiran menjadi tenang dan fokus. Tempat yang jauh dari keramaian akan lebih enak untuk membaca. Atau kita bisa membaca di kursi goyang yang membuat tubuh tambah relax.

Tentu saja tak semua orang nyaman dengan suasana seperti itu. setiap orang punya caranya menikmati bacaan. Punya tempatnya sendiri untuk merenungkan bacaannya. Intinya, ketika kita sudah menemukan tempat membaca yang nyaman, kita akan lebih tertarik untuk membaca.

Istirahat dan Regangkan Badan

Meluangkan waktu sejenak untuk berisitirahat sangat diperlukan karena otak yang digunakan disaat membaca buku sama seperti tubuh yang melakukan aktivitas setiap hari. Bikin capek. Jika memporsir terus menerus otak akan merasa lelah dan ujung-ujungnya pengin tidur. Jangan paksa untuk membaca terus menerus. Beristirahat dan regangkan badan agar bisa menghilangkan rasa kantuk dan lelah.

Niat

Satu hal terakhir ini memang terkesan agak sedikit unimportant, tapi ketahuilah di balik niat terdapat sebuah kekuatan yang besar pada diri kita. Karena ada pepatah yang mengatakan bahwa kalau sudah diiringi dengan niat, maka segala urusan akan dilancarkan. Berniat mengupayakan sepenuh hati untuk serius membaca buku.

Loh, kita kadang diganggu sama kantuk, godaan gawai, hingga ajakan main dengan teman. Jika tidak disertai dengan niat, ya, kita bisa lalai untuk membaca.

Niat yang kuat juga diiringi dengan niat yang baik. Sebenarnya hal ini yang paling penting. Ketika kita membaca kita perlu niat yang kuat juga baik. Ketika niat kita tidak baik, membaca hanya sebatas nggaya ingin dilihat baik di mata orang lain.

Percayalah, membaca buku memiliki segudang manfaat yang bisa kita petik. Dari mulai menambah wawasan, kosa kata serta membebaskan pikiran—berimajinasi secara liar. Itulah sederet manfaat kalau saja kita bisa cermati sejak dini. Makanya yang perlu diperhatikan adalah niat awalmu membaca buku. Berniatlah yang baik juga teguhkan hati.

 

Komentar

Benci feodal namun juga bukan patriotik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *