3 Hal yang Harus Diketahui Mengenai Demo Buruh

Akhir Oktober ini, Serikat Buruh se-Tangerang Raya diberitakan akan menggelar audiensi dengan Kadisnaker Pemprov Banten dan Kepala Daerah seperti Bupati serta Wali Kota.

Hal itu terkait dengan hasil dari survei Kehidupan Hidup Layak (KHL) yang dilakukan serikat buruh untuk mengetahui 60 item komponen dan jenis kebutuhan. Hasil survei yang dilakukan di tiga pasar Kota Tangerang misalnya, menunjukkan KHL dengan jumlah rata-rata Rp 4.481.905, 25 persen lebih tinggi dari UMK Kota Tangerang saat ini. Survei tersebut dilakukan di Pasar Anyar, Pasar Malabar dan Pasar Ciledug.

Audiensi dari serikat buruh akan terus berlanjut hingga 21 November. Buruh akan turun ke jalan jika upah masih murah.

Berita mengenai audiensi buruh untuk tuntutan kenaikan UMK diberitakan oleh beberapa media daring seperti Instagram. Sayangnya dalam berita yang ditayangkan di media sosial, banyak warganet berkomentar bahwa demo buruh sebagai hal yang negatif.

Beberapa orang menganggap demo yang dilakukan buruh hanya untuk kepentingan kantong mereka sendiri dan tidak bersyukur dengan UMK saat ini. Ada orang yang menganggap buruh bersikap anarkis karena aksi mereka (kadang) memblokir jalan. Ada orang yang menganggap buruh ttidak mau bersyukur karena selalu menuntut kenaikan upah. Ada pula orang yang menyebut buruh sebagai pengganggu ketertiban umum, atau penghasil sampah hanya karena aksi demonstrasi yang mereka gelar. Padahal mereka tidak tahu apa yang buruh perjuangkan. Berikut adalah 3 hal yang harus diketahui mengenai demo buruh.

  1. Tuntutan Utama Adalah Kesejahteraan

Jika buruh sudah bekerja, menghabiskan waktu untuk perusahaan tapi belum mendapat kesejahteraan, mereka berhak menuntutnya. Dan salah satu cara untuk mendapatkan kesejahteraan tersebut adalah demo. Hal itu dilakukan jika kebijakan belum memihak kepada mereka.

Yang perlu digarisbawahi, kesejahteraan buruh bukan sekadar masalah upah. Tapi bagaimana keluarga buruh bisa mendapatkan pendidikan, pelayanan kesehatan, hunian yang layak dan hal-hal yang dibutuhkan buruh serta keluarganya.

Jika hal-hal tersebut belum didapatkan buruh, berarti buruh belum sejahtera. Karena idealnya buruh dan perusahaan itu saling menguntungkan.

  1. Kalau Tidak Ada Demo Buruh, Tidak Ada Hak-hak Normatif yang Terpenuhi

Demo menjadi salah satu jalan untuk mendapatkan hak-hak buruh. Demo buruh bukan sekadar meminta kenaikan gaji, namun lebih dari pada itu, hak-hak normatif buruh juga harus diperjuangkan. Hak-hak normatif tersebut seperti hak berserikat, hak jaminan keselamatan dan kesehatan kerja, cuti melahirkan hingga cuti hari raya.

Satu hal yang didapatkan oleh buruh adalah peringatan Hari Buruh setiap tanggal 1 Mei menjadi Hari Libur Nasional. Hari itu dianggap juga sebagai Hari Raya Buruh. Bagaimana tidak, buruh bisa turun ke jalan bersama-sama untuk mengeluarkan aspirasinya, ya, pada tanggal tersebut.

Hal-hal di atas menunjukkan bahwa kebijakan-kebijakan normatif yang dituntut buruh melalui kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah agar koorperasi bisa memanusiakan buruh.

  1. Buruh Butuh Kesejahteraan

Salah satu tujauan kita bekerja adalah mendapatkan kesejahteraan. Mulai dari terpenuhinya kebutuhan sehari-hari, kebutuhan pendidikan anak hingga tabungan masa tua.

Jika buruh sudah menguntungkan perusahaan, buruh juga butuh kesejahteraan. Beberapa orang nyinyir jika buruh yang sering menuntut kenaikan gaji itu karena merasa kurang dan banyak gaya. Mereka melihat banyak buruh malah bergaya memakai ninja. Hingga akhirnya mereka menyarankan agar buruh hidup prihatin dan tak usah banyak gaya.

Dari pikiran tersebut timbul pertanyaan apakah buruh tidak boleh gaya? Apakah buruh tidak boleh pakai ninja? Apakah buruh tidak boleh menikmati hasil kerja kerasnya?

Perlu dipahami bahwa gerakan buruh bukan sekadar untuk menaikkan upah dan membela kepentingan mereka saja. Lebih dari itu, gerakan mereka adalah upaya untuk hidup sejahtera terutama untuk mendapatkan hak-hak normative yang akan berdampak ke masyarakat yang lebih luas.

 

Komentar

Bergembira sebelum negara api menyerang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *