3 Hal Utama Dalam Membuat Artikel

Jika kita pernah diminta untuk membuat karangan tulisan oleh guru, nah itu dia sebetulnya kita sedang membuat artikel. Singkatnya menurut hemat yang kebanyakan orang katakan sih seperti itu. Atau memang ada dari kita yang masih telaten membuat karangan tulisan, baik di buku diary atau memosting tulisan panjang tentang apapun itu di media sosial.

Artikel yang menarik salah satunya adalah yang dapat memberi inspirasi kepada banyak orang. Artikel punya ragam tujuan yang berbeda-beda; informatif, mengedukasi atau yang sebatas sifatnya lucu-lucuan saja. Tentu semuanya ditunjukkan kepada pembaca, tinggal bagaimana si pembaca menganalisa tulisan dari artikel tersebut, mau dari gaya tulisan ataupun makna yang tersirat.

Menciptakan artikel yang berkualitas tidaklah mudah, tidak segampang membalikan kedua telapak tangan.  Dibutukan proses panjang dalam membuat artikel, dengan narasi kata berkisar antara 300 hingga 1000 kata. Juga pada artikel terdapat banyak sekali jenis-jenisnya, seperti deskripsi, narasi, argumentasi dan lain sebagainya.

Artikel bisa dikemas sedemikian rupa oleh si penulis, membuat tahapan demi tahapan dalam membangun kerangka tulisannya. Secara prosedural, singkatnya diurutkan mulai dengan menentukan tema yang didapat, tujuan atau sasaran pembaca, ide pokok permasalahan hingga menarik kesimpulan.

Baca Juga: Silat Beksi: Seni Beladiri Dengan Pertahanan Empat Penjuru Dari Tangerang

Dengan adanya urutan tersebut, tetap saja bagi para penulis kadang kerap mendapat berbagai kendala yang salah satunya adalah kesulitan dalam menuangkan ide. Menghambat kegiatan menulis artikel lantaran kehabisan ide dan ujung-ujungnya bikin penulis jadi dilema.

Nah, supaya tidak mendapat ganjalan masalah seperti itu perlu kiranya mengetahui beberapa hal utama yang harus dipersiapkan, berikut diantaranya:

Terbiasa Menulis

Jika kita ingin mudah mendapat ide dalam menulis artikel, incar dengan cara rutin menulis, mau di medium apapun boleh, di buku ataupun di gawai dan bahkan sah-sah saja bila pakai akun media sosial kita sendiri untuk mengasah seberapa baik tulisan yang sudah ditulis. Sebab ide bisa datang darimana saja dan dengan cara apa saja. Ide terkadang muncul disaat kegiatan yang tak diduga seperti saat bangun tidur, membaca buku, mendengarkan musik atau mungkin saat sedang patah hati.

Adapun sebagian orang juga melakukan cara lain agar ide bisa muncul seperti membaca buku,nonton televisi dan ada pula melakukan kegiatan yang tak biasa. Semata-mata dilakukan supaya pikiran dapat fresh kembali.

Mencari Inspirasi

Sebelum memulai kegiatan menulis artikel, sebagian penulis mungkin ada yang mempersiapkan beberapa hal yang pokonya harus ia lakukan, bisa jadi semacam ritual, berharap supaya menulis bisa lancar tidak kena hambatan. Yang salah satunya adalah ritualitas mencari inspirasi, dapat dilakukan dengan cara nongkrong di tempat kopi, jalan-jalan sehat atau kegiatan unik lainnya yang terpenting bisa membawa kemudahan untuk menulis

Baca Juga: Berliterasi Dengan Edi Bonetski

Cara lain yang sederhana mencari inspirasi dalam menulis adalah dengan mengunjungi blog atau website milik orang lain. Cara ini bisa memberi inspirasi dalam mencari ide tulisan yang ingin ditulis. Dengan sering-sering kunjungi website atau blog milik orang lain dan membaca tulisan-tulisan di dalamnya, menjadikan pengetahuan makin bertambah. Atau dengan membaca berita-berita terkini yang sedang trending topik bahkan marak saat ini di media online juga membuat wawasan kita makin luas.

Suasana Hati dan Pikiran

Sangatlah penting mengetahui kondisi suasana hati dan pikiran kita sebelum memulai rutinitas menulis artikel. Untuk lebih mudahnya kondisi ini biasa disebut dengan istilah mood. Ketika sedang tidak mood, besar jadinya kita akan sangat malas sekali untuk menulis dan pada akhirnya hanya akan berbuah alasan saja. Apalagi kalau alasannya sampai nunggu mood balik, yang entah kapan, tak kunjung datang.

Memulai menulis tidak berarti menunggu mood harus datang, melainkan menciptakan mood itu sendiri. Menciptakan mood menulis memang tidaklah gampang. Mood menulis bisa kembali muncul ketika psikologis sudah tenang bila fisik segar dengan istirahat sejenak. Istirahat sementara dari ritunitas menulis dengan membaca buku atau browsing di internet melihat perkembangan informasi terkini bisa menjadi inspirasi dalam mencari ide untuk menulis artikel.

Itulah beberapa hal menarik dan pasti sangat simpel untuk dapat kita lakukan sebelum memulai menulis artikel. Terakhir, pesan untuk kita semua jikalau esok atau lusa telah berhasil menulis artikel, janganlah mudah puas.

Coba asah terus kemampuan menulis, karena semakin berani kita mengekspresikan apa yang ada di benak hati dan pikiran, lambat laun akan memudahkan kita untuk mengukur peningkatan kualitas menulis.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *