3 CARA MERAYAKAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL

“Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng merah putih. Akan tetap hidup, tetap menuntun bela, siapapun lawan yang aku hadapi” -Jendral Sudirman.

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Hari yang menjadi momentum perjuangan bangsa Indonesia yang ditandai dengan kelahiran Organisasi Boedi Oetomo (Budi Utomo). Organisasi ini didirikan oleh para pelajar School Tot Opleiding Van Inlands Artsen (STOVIA) di tahun 1908.

Kebangkitan Nasional merupakan bangkitnya semangat Nasionalisme, persatuan, kesatuan, dan kesadaran bangsa untuk memajukan diri melalui gerakan organisasi yang tidak pernah ada selama penjajahan. Dan setelah empat puluh tahun berselang, Sukarno menetapkan 20 Mei sebagai hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas).

Momentum hari Kebangkitan Nasional ini harus kita sikapi sebagai perubahan revolusi mental menuju Indonesia yang lebih baik. Setra memupuk semangat cinta tanah air pada generasi muda. Seperti yang kita ketahui bahwa setiap tanggal 20 Mei sekolah-sekolah melakukan upacara untuk mengenang semangat dan perjuangan para pahlawan. Tidak hanya para siswa saja yang merayakan momentum hari Kebangkitan Nasional, para mahasiswa juga melakukan hal yang sama yaitu dengan mengikuti seminar seputar hari Kebangkitan Nasional.

Dari beberapa cara merayakan hari Kebangkitan Nasional, masih ada cara lain untuk ikut serta merayakannya. Dan saya telah merangkum beberapa bentuk perayaan yang menarik, berikut 3 cara merayakannya :

Mengunjungi Museum

Banyak cara untuk terus mengenang jasa para pahlawan. Diantaranya adalah dengan mengunjungi museum sejarah. Di sana kita dapat melihat bagaimana para pendahulu kita memperjuangkan bangsa ini agar terlepas dari penjajah. Serta dapat melihat semangat cinta tanah air yang terus bergejolak di berbagai daerah di nusantara.

Banyak museum – meseum sejarah yang bisa kita kunjungi untuk mengenang jasa para pahlawan kita. Salah satunya adalah Museum Kebangkitan Nasional yang terletak di Jakarta. Gedung ini bekas sekolah dan asrama STOVIA, memiliki berbagai koleksi, mulai dari alat kesehatan hingga beberapa koleksi buku perpustakaan. Dan dari gedung ini pula-lah berdiri organisasi Budi Utomo yang menjadi cikal bakal adanya hari Kebangkitan Nasional.

Mengikuti Lomba di Kancah Internasional

Siapa yang tidak pernah mengikuti lomba ?. Rasa-rasanya kita semua pernah melakukannya. Mulai dari lomba antar desa, atau bahkan antar negara. Mengikuti lomba-lomba secara internasional memang menjadi kebanggaan tersendiri, baik di sektor pendidikan, olahraga, hingga ilmu teknologi.

Berhasil menyanyikan lagu Indonesia Raya di kancah internasional menjadi pilihan lain untuk memupuk semangat cinta tanah air. Memberikan yang terbaik untuk bangsa dengan prestasi adalah suatu keindahan yang tiada tara. Dan kalian bisa memulai itu dari sekarang !

Belajar, Berbakti, dan Mengabdi

Inilah yang paling dekat untuk kita yang masih pelajar. Giat belajar dan memberikan yang terbaik untuk negeri ini. Dengan giat belaja, dapat meningkatkan rasa nasionalisme dalam diri.

Tak hanya berhenti sampai di tahap belajar, mengabdikan ilmu yang didapat kepada masyarakat, serta dapat memajukan daerah tempat tinggal menjadi lebih baik adalah tujuan dari pendidikan sendiri. Dengan terus ikut membangun negeri dari hal yang terkecil, berarti kita telah menunjukkan rasa cinta akan bangsa ini.

Menyemarakkan hari Kebangkitan Nasional bisa dari berbagai cara, asalkan semuanya berdampak positif dan semakin memupuk jiwa nasionalis. Sebagai anak muda yang memiliki semangat yang tinggi, maka mulailah sedini mungkin berkarya untuk terus mengharumkan nama Indonesia.

 

Komentar

Penyuka karya Dewi Lestari dan berhasrat ingin bertemu sang Supernova

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *