3 Alasan, kenapa kita harus membaca buku sebelum menonton filmnya

Beberapa waktu lalu, terdengar kabar bahwa novel karya Pramoedya Ananta Toer yang berjudul “Bumi Manusia” akan dijadikan sebuah film. Beragam antusias dari kalangan anak-anak remaja, dewasa sampai yang sudah berumur senja tak sabar melihat karya dari penulis terbaik.  Hanum Bramantyo yang bertugas sebagai sutradara, memilih Iqbal sebagai pemeran utama dari buku itu. Banyak pro dan kontra saat terpilihnya Si pemeran Dilan menjadi tokoh Minke.

Adaptasi film yang diambil dari buku memang bagus, tergantung bagaimana imajinasi serta harapan pembaca yang sekaligus menjadi penonton . Jika tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, pasti akan kecewa. Tetapi, jika sesuai dengan apa yang dibayangkan, tentu menjadi suatu hal yang sangat keren. Apalagi dengan artis, yang bisa menarik penggemarnya menjadi penonton. Film akan laku keras sesuai target.

Tapi, tunggu dulu BT Lovers. Sebelum kalian menonton film Bumi Manusia atau film lain yang diadaptasi dari novel, saya akan memberikan tiga alasan kenapa kita harus membaca bukunya terlebih dahulu sebelum menonton filmnya. Mari disimak ya, Lur.

  1. Membuat kita mengenal tokoh-tokohnya

Alasan pertama, membaca buku novelnya terlebih dahulu mampu membuat kita lebih mengenal tokohnya. Penggambaran alurnya juga lebih jelas, karena jika sudah difilmkan ada beberapa adegan yang tak dimuat dalam film tersebut. Maklum, durasi film. Jalan ceritanya dipersingkat. Nah, untuk menghindari hal itu, kiranya BT Lovers harus baca bukunya dulu agar paham alur filmnya akan kemana. Bisa juga kalian membaca resensi bukunya, akan tetapi menurut saya itu kurang mantap. Seperti makan tapi tanpa sambel, kurang Joss.

  1. Imajinasi kita lebih hidup

Alasan yang kedua, saat kita membaca buku, tentu saja imajinasi kita akan lebih mengesankan. Secara spontan, pikiran kita dibawa dari lembar per lembar melalui adegan yang diceritakan oleh penulis. Jadi pas nonton film, kita bisa menunggu part terbaik dalam buku atau dialog yang penuh pemaknaannya . Saat adegan itu tayang, ulala perasaan kita akan diselimuti rasa senang tiada tara.

Berimajinasi melalui membaca bukunya, juga akan membuat kita lebih cermat dalam menonton filmnya. Kita tahu dialog mana saja yang dihilangkan. Saat sedang menunggu adegan yang kita inginkan, namun dihilangkan di filmnya, maka hati kita harus siap patah. Makanya, membacanya terlebih dahulu novelnya, karena dari situ sebuah karya lebih lengkap dan tentu saja orisinil.

Novel Favorit saya yang difilmkan adalah Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Nah, saat dialog yang sangat saya suka ternyata dimuat dalam adegan, senangnya luar biasa. Kalian juga seperti itu?

  1. Sebagai bentuk menghargai ide penulis

Seperti yang sudah saya jelaskan diawal, membaca terlebih dahulu membuat kita mengenal segala tokoh, alur hingga bagian yang amat kita suka. Lebih baik jika kita membaca bukunya secara lengkap dan jelas, rasanya seperti sedang menonton sebebas imajinasi kita sendiri. Saat menonton film yang diadaptasi dari buku, saya kira kita tidak hanya terpaku karena aktor dan aktris yang kita suka saja, tetapi juga menonton karena memang kita sangat suka dengan bukunya, dan kita mencintai karya dan ide penulis.

Nah, itulah tiga alasan kenapa kita harus membaca bukunya dahulu saat ingin menonton filmnya. Oh iya BT Lovers, saya lupa. Nilai tambahan jika kita sudah membaca bukunya terlebih dahulu tentu saja bisa mengajak teman-teman kita untuk juga membaca, tidak langsung menonton. Kalian bisa memberitahu bahwa ini adalah buku yang sangat keren supaya teman kita juga mau membaca. Bisa saling menebarkan pentingnya membaca. Jadi, kalian masih yakin mau langsung menonton tanpa membaca bukunya?

 

Komentar

Nggak bisa tidur kalau belum diucapin selamat malam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *