Sebuah Kado Ala Pemkot Di Perayaan HUT ke-26 Kota Tangerang

Di perayaan HUT ke-26 Kota Tangerang, yang jatuh pada akhir bulan ini banyak sekali pembaruan baik secara kebijakan ataupun himbauan. Layaknya perayaan ulang tahun, mungkin Pemerintah Kota Tangerang memberikan sebuah kado dengan mengeluarkan berbagai program yang menguntungkan untuk warga nya.

Mulai dari penghapusan denda Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak Perkotaan dan Pedesaan (P2), pemberian penghargaan (bonus) kepada para Atlet, mengadakan acara nikah massal, hingga imbauan untuk memasang bendera merah putih setiap hari bagi setiap rumah dan instansi sampai dengan tanggal 28 Februari.

Tapi apakah perayaannya ditahun ini dengan berbagai program tersebut mempunyai manfaat besar bagi warga Tangerang?, atau ini hanya jadi euforia semata, karena Pemerintah Kota Tangerang supaya dianggap punya kinerja?. Maka dari itu, marilah kita ulas satu persatu program dan acara yang diadakan Pemkot dalam menyambut HUT ke-26 Kota Tangerang dan manfaat yang dirasakan oleh kita sebagai masyarakat Kota Tangerang.

 

1. Penghapusan denda Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Pajak Perkotaan dan Pedesaan (P2)

“Khusus di ulang tahun kali ini, kami melucurkan program penghapusan denda atau sanksi administratif bagi wajib pajak yang menunggak PBB-P2,” ucap Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Herman Suwarman  (dikutip dari wartakota.tribunnews.com).

Tentu menurut saya ini sebuah kebijakan bagus yang dicanangkan Pemkot ‘asal harus tepat sasaran’. Sasaran dari kebijakan tersebut harus mengarah pada masyarakat kecil dan menengah.

Tapi, apabila hal tersebut tidak tertuju dengan baik, khawatirnya akan menimbulkan polemik besar. Misal, apabila kebijakan tersebut lebih dimanfaatkan kaum elite, tentu hal ini bisa jadi melemahkan administrasi perpajakan dan mengurangi penerimaan negara dari pajak. Bahkan bisa menimbulkan kecemburuan sosial dan rasial karena adanya persepsi bahwa kelompok elite-lah yang lebih menikmati pengampunan pajak.

 

2. Pemberian penghargaan (bonus) kepada para Atlet Kota Tangerang

”Ini bentuk apresiasi dan perhatian Pemkot Tangerang kepada mereka yang telah berjasa membawa nama Kota Tangerang di Banten,” Ungkap Kabid Olahraga Agus Prasetyo (dikutip dari bantenhits.com).

Bagi saya ini adalah bagian terbaik, karena Atlet memang harus diapresiasi atas perjuangannya karena mengharumkan nama Tangerang.

Menelisik beberapa tahun kebelakang, kita dihadapkan pada realita bahwa para atlet di apresiasi hanya sebatas pada era ke-emasannya, setelah era itu usai mereka begitu saja dilupakan.

Dengan dicanangkannya program ini (jelas) sangat bermanfaaat sekali, apalagi jika yang mendapatkan penghargaan tidak hanya atlet yang masih aktif tapi juga untuk para pensiunan atlet yang dulunya berhasil mengharumkan nama Tangerang.

 

3. Acara Nikah Massal

“Sidang isbat nikah akan dilaksanakan serentak pada 15 Februari 2019 mendatang. Berdasarkan verifikasi dan pembuatan surat permohonan di Pengadilan Agama Kota Tangerang, ada 660 calon yang berhak mengikuti isbat nikah,” kata Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AP2KB Kota Tangerang Irna Rudiana (dikutip dari tangerang7.com)

Saya pikir ini sangat membantu para pasangan yang pernikahannya belum tercatat secara sah oleh negara atau masih dalam wujud pernikahan sirih. Dan yang pasti program ini membantu pasangan-pasangan yang ingin menikah secara sah namun terbentur kendala biaya.

Ditambah, pernikahan massal kali ini dibuat secara menarik, bernuansakan konsep yang meriah dan mengedepankan unsur kebudayaaan. Tentu, hal ini mengingatkan kita sebagai generasi milenial untuk lebih mengenal budaya yang dimiliki, salah satunya adalah budaya ‘bebesanan’ ala betawi.

 

4. Imbauan untuk memasang bendera merah putih

“Ini dalam rangka memeriahkan HUT, serta menggugah masyarakat untuk lebih peduli terhadap kotanya,” ujar Kabag Humas Kota Tangerang Felix Mulyawan (dikutip dari wartakota.tribunnews.com)

Dengan mengibarkan bendera merah putih diharap masyarakat Kota Tangerang bisa menjaga keutuhan persaudaraan di antara sesama anak bangsa yang berdomisili di Kota Tangerang.

Tidak hanya diimbau untuk memasang bendera, masyarakat juga diajak untuk melakukan doa bersama, baik itu pada tempat ibadah, di instansi pemerintah dan swasta, sekolah, serta pondok pesantren, semua demi kesejahteraan dan ungkapan rasa syukur atas apa yang telah diraih oleh Kota Tangerang.

Ini merupakan Imbauan baik, namun terkesan seperti dikait-kaitkan. Tak ada hubungannya menjaga keutuhan dan persaudaraan dengan mengibarkan bendera merah putih.

Kalau doa bersama, barulah pikir saya itu hal yang wajar. Karena usaha harus disertai dengan doa.

Program yang dicanangkan pemerintah dalam menyambut HUT ke-26 Kota Tangerang memang merupakan hal yang baik walau tak luput dari unsur pro dan kontra. Namun, kita sebagai warga sudah sepatutnya mendukung program tersebut terutama yang bermanfaat bagi masyarakat Kota Tangerang. Di ulang tahunnya yang ke-26 kita berharap ke depan semoga Kota Tangerang terus selalu menjadi kota kebanggaan, menjadi kota yang makmur, sejahtera dan maju, juga terhindar dari segala masalah yang dapat memecah belah rakyat bahkan bangsa. Amiinn.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *