4 Gerakan Literasi Menggunakan Perahu

Nenek moyangku seorang pelaut, gemar mengarung luas samudra. Menerjang ombak tiada takut, menempuh badai sudah biasa. Angin bertiup layar terkembang, ombak berdebur di tepi pantai. Pemuda b’rani bangkit sekarang, ke laut kita beramai-ramai.” Lirik lagu, Nenek Moyangku Seorang Pelaut.

Dari lirik lagu tersebut menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara maritim. 2/3 luas wilayah indonesia adalah laut sedangkan sisanya terdiri dari pulau-pulau. Maka tak heran jika ada lagu di atas. Menyampingkan teka-teki apakah nenek moyang kita seorang pelaut, masyarakat Indonesia yang dipisah oleh lautan memerlukan perahu sebagai alat transportasi.

Selain berfungsi sebagai moda transportasi, perahu juga bisa digunakan sebagai alat bantu menebarkan virus membaca. Sekiranya itulah yang saya temukan di beberapa berita jaringan pegiat literasi nasional maupun regional. Tidak hanya di laut sih, ada juga yang di danau dan sungai. Sekiranya ada empat Perahu Pustaka yang berperan menumbuhkan minat baca masyarakat:

Armada Pustaka, Sulawesi Barat

Armada Pustaka berlayar di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Perahu pustaka ini diinisiasi oleh Ridwan Alimuddin, seorang aktivis lingkungan sekaligus penulis lepas. Berawal dari diskusi singkat di Twitter dengan Nirwan Arsuka, Ridwan memilih perahu sebagai alat untuk menumbuhkan minat baca masyarakat. Perahu yang digunakan dimanai Karaeng Pattinggalloang, diambil dari nama Perdana Menteri Kerajaan Gowa Tallo.

Armada Pustaka ini berlayar pertama kali pada Mei 2016 lau pada acara Makassar International Writers Festival. Berlayar menyebrang lautan dari pulau ke pulau yang ada di Polewali Mandar dan sekitarnya. Hingga sekarang, Armada Pustaka sudah berlayar ke tiga provinsi; Sulawesi barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Perahu yang diguanakan adalah hasil dari donasi yang berasal dari teman dekat Ridwan hingga kenalan di media sosialnya.

Perahu Pustaka Bakauheni, Lampung

Perahu Pustaka Bakauheni diinisiasi oleh Radmiadi, warga Bakauheni. Mulai berlayar sejak September 2016 lalu, perahu pustaka ini cukup menjangkau kawasan pesisir dan pulau di sana. Dengan modal pribadi, Radmiadi beserta dua kawannya menggerakkan literasi hingga pelosok-pelosok Bakauheni. Hingga sekarang, mereka tidah hanya fokus di Perahu Pustaka, melainkan juga Motor Pustaka.

Wisata literasi menjadi aktivitas yang cukup unik dari Perahu Pustaka Bakauheni ini. Saat lebaran atau musim libur panjang, Perahu Pustaka menggelar buku-buku di temat-tempat wisata pantai seperti di Pantai Minang Rua. Selain berwisata pantai, pengunjung diajak untuk berwisata literasi.

Perahu Pustaka Danau Sentani, Papua

Perahu Pustaka di Danau Sentani ini adalah hasil dari sumbangan korporasi multi nasional, PT Sarana Multi Infrastruktur dan PT Terasa Geosinindo. Perahu Pustaka hadir di beberapa desa di sekitar Danau Sentani, Papua sejak September 2017. Ada dua perahu yang digunakan untuk mendistribusikan buku di kampung-kampung sekitar Danau Sentani. Adanya perahu pustaka ini, masyarakat di sekitar danau, terutama anak-anak bisa mendapatkan buku yang tidak mereka dapat dari sekolah.

Perahu  Pustaka Pendekar Kali Cisadane, Tangerang

Perahu pustaka ini beroperasi Juli 2017 lalu. Digawangi oleh Kang Ion, perpustakaan ini cukup menjadi perhatian warga di pinggiran Kali Cisadane. Perahu yang digunakan masih meminjam kepada Banksasuci, organisasi masyarakat yang fokus kepada pelestarian Kali Cisadane. Ide terbentuknya perahu pustaka berawal dari obrolannya dengan Kuda Pustaka di Lebak, Banten.


Perahu-perahu pustaka meramaikan gerakan literasi di Indonesia, namun perahu pustaka terlihat masih sedikit dibandingkan dengan pergerakan literasi di darat. Padahal, perahu pustaka menjadi salah satu solusi untuk memperlancar pendistribusian buku. Tapi satu fakta yang tidak bisa kita tutupi adalah biaya perawatan perahu cukup mahal. Untuk relawan yang mengandalkan kocek pribadi juga tidak baik memaksakan diri menggunakan moda transportasi ini.

Komentar

Bergembira sebelum negara api menyerang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *