Ragam Lomba Alternatif Untuk Memperingati Hari Kemerdekaan

Di Indonesia, perayaan hari kemerdekaan sangat identik dengan mengadakan berbagai macam acara. Dari mulai pengibaran bendera sampai ke acara pementasan seni yang menampilkan publik figur ternama. Semua hal itu bertujuan, selain mengingatkan akan bangsa kita yang telah merdeka, juga mempersatukan keberagaman lewat tali persaudaraan.

Kemerdekaan yang diperingati tiap tanggal 17 Agustus ini, biasanya seluruh penduduk Indonesia juga sering menggelar berbagai macam perlombaan. Dari semua kalangan, dapat ikut serta untuk mengikuti perlombaan. Seperti yang umumnya diadakan, lomba balap karung, pukul bantal, dan panjat pinang. Bahkan banyak perlombaan lain yang tentu sama serunya.

Namun, lomba-lomba tahunan ini menurut saya sudah cukup membosankan, agak terkesan lombanya seperti itu lagi, lagi dan lagi. Dalam memeriahkan kemerdekaan, mungkin beberapa alternatif perlombaan ini kiranya bisa kita pakai sebagai bentuk kepedulian dan persatuan antar sesama. Berikut ini adalah lomba-lombanya.

 

Lomba Membuang Sampah Pada Tempatnya

Lagi asik jalan kaki di trotoar, eh nemu plastik bekas es. Lagi asik naik motor, eh ada yang buang bungkus makanan di jalan. Lagi nunggu dosen bimbingan di halaman kampus, eh ada yang buang hasil ujian yang dapat nilai D. Dan sebenarnya ada banyak contoh-contoh kejadian buang sampah sembarang lainnya di sekitar kita. Atau mungkin kita salah satu pelakunya?

Nah, bagaimana kalau dibuat lomba membuang sampah pada tempatnya. Selain lingkungan terjaga kebersihannya, kita pun kelak akan terlatih untuk terbiasa membuang sampah pada tempatnya.

Dan perkara hal yang tadi disebutkan, pasti berkurang deh kejadian-kejadian semacam itu. Atau mungkin lama-lama bisa musnah sekalian.

Kedepannya nanti kita bisa jalan kaki di trotoar dengan khidmat, mengendarai motor dengan santai tanpa takut muka kita terkena bungkus makanan yang terbang dan dapat tenang bimbingan bersama dosen di halaman kampus.

 

Lomba Toleransi

Lomba ini terdengar agak sedikit sulit jika ditafsirkan. Ya, tapi kan tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Memiliki rasa toleransi memang agak rumit, selama hari ini kita selalu merasa yang paling benar dan memaksakan orang lain untuk sependapat. Kita sendiri pun mesti sadari bahwa orang lain memiliki pilihan hidup yang berbeda dengan kita.

Mulai dari hal kecil, seperti bubur diaduk atau tidak diaduk, jurusan kuliah, sampai kepada agama yang seringkali membuat kita berseteru. Apalagi menjelang musim pemilu seperti sekarang. Apakah masalah kalau kita bisa bersanding tanpa bertanding? Kecuali kalau kamu atlet Asian Games, baru deh bertanding sekuat tenaga.

Pasti akan terasa damai sekali, ketika semisal si Rani yang menyukai nasi goreng tanpa acar bisa makan bareng sama si Tuti yang suka makan nasi goreng dengan ekstra acar. Atau Pak Joko sama Bang Mansyur yang berbeda pilihan politik bisa duduk bareng di pos ronda tanpa ada saling singgung.

Tapi fakta di lapangan kadang berkata lain, merasa pilihannya yang paling bisa memimpin dengan baik. Padahal dibayar sama paslon juga enggak. Tim sukses apalagi. Kebanyakan ngaku-ngakunya doang.

 

Lomba Memberi Makan Kucing Jalanan

Ini adalah lomba yang paling saya suka. Hewan berbulu berkaki empat yang suka mengeong itu benar-benar pain relief. Saya pernah membaca sebuah penelitian di mana yang menyebutkan kalau membelai kucing dapat meredakan stress. Itu baru membelai loh, bagaimana kalau kita memberi makan mereka juga. Saya juga pernah membaca sebuah kutipan bijak di sebuah media sosial yang menyebutkan jika kita memberi kepada makhluk lain, niscaya akan mendapatkan rasa bahagia.

Bahagia itu sederhana, contohnya saja cukup memberi makan kucing jalanan. Tidak perlu memaksakan untuk travelling jauh-jauh jika tidak punya ongkos banyak dan pas-pasan, tidak perlu belanja make up baru karena pengaruh beauty influencer di YouTube, padahal stok make up yang masih disegel berceceran di meja rias. Tidak perlu pakai narkoba juga. Mahal. Malah jatuhnya memaksakan. Bahagianya semu, utang numpuk kemudian. Cukup memberi makan kucing jalanan dengan sisa makanan yang kita punya, serasa kebahagiaan milik sendiri.

Nah, tadi adalah tiga contoh lomba-lomba alternatif yang bisa digunakan untuk merayakan hari kemerdekaan Indonesia, dengan tujuan melatih ketulusan, membuka pandangan akan lingkungan disekitar dan masih banyak lagi poin-poin yang dapat dipetik. Begitupun kalau kamu sudah bosan dengan lomba-lomba mainstream seperti makan kerupuk, balap karung, lomba memasukkan psku ke botol, dll.

Terakhir dari saya, jika ingin mengusung jenis perlombaan yang membawa perasaan. Berat rasanya jika sampai diadakan lomba menahan kangen, salah-salah bisa jadi cidera hati.

Komentar
Puspita Anggraini

constantly posting about cats on her socmeds.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *